Sukses

Mimisan Saat Puasa, Lakukan Ini untuk Pertolongan Pertama

Mimisan saat puasa sangat berbahaya karena bisa sebabkan badan lemas. Jangan panik, segera lakukan ini sebagai upaya pertolongan pertama!

Klikdokter.com, Jakarta Mimisan atau epistaksis merupakan kondisi yang dapat terjadi pada siapa saja dan kapan saja, termasuk pada orang yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan. Menurut dr. Andika Widyatama dari KlikDokter, kondisi ini diartikan sebagai keluarnya darah yang keluar dari hidung akibat pecahnya pembuluh darah yang terdapat di permukaan dalam rongga hidung.

“Berdasarkan lokasi terjadinya, mimisan dibagi menjadi 2, yakni epistaksis anterior dan epistaksis posterior,” kata dr. Andika.

Epistaksis anterior terjadi ketika perdarahan berasal dari pecahnya pembuluh darah bagian depan hidung. Sementara itu, epistaksis posterior terjadi ketika lokasi perdarahannya di bagian belakang hidung.

Penyebab dan cara mengatasi mimisan

Penyebab mimisan sangat beragam. Namun, menurut dr. Melayarna Putri dari KlikDokter, hal yang paling sering menjadi dalang kondisi tersebut adalah:

  • Trauma pada pembuluh darah, misalnya kemasukan benda asing hingga ke dalam hidung, mengorek hidung terlalu keras, kecelakaan di bagian wajah.
  • Peradangan hidung, baik akibat infeksi, rhinitis alergi, atau polip hidung.
  • Menggunakan obat anti-pembekuan darah, obat antiradang, semprot hidung, atau kecanduan NAPZA hirup.
  • Tekanan darah tinggi yang tidak terkendali.
  • Kelainan struktrur pembuluh darah.
  • Kelainan faktor pembekuan darah.
  • Keadaan lingkungan, seperti suhu udara dan musim.

Jika mimisan sudah terjadi, tindakan pertolongan pertama sangat penting untuk segera dilakukan. Hal ini khususnya jika Anda mengalami mimisan saat puasa.

Berdasarkan penuturan dr. Atika dari KlikDokter, tindakan pertolongan pertama untuk mengatasi mimisan adalah sebagai berikut:

  • Langsung pencet hidung dan angkat kepala agar sedikit mendongak ke atas.  Ini dilakukan untuk menghindari gravitasi supaya darah tak makin banyak keluar. Hindari mendongak terlalu berlebihan.
  • Pencet hidung dengan waktu sekitar 3–5 menit, sambil menjaga agar kepala tetap mendongak.
  • Jika mimisan keluar lewat tenggorokan atau tertelan, jangan panik. Itu tidak berbahaya dan tidak membatalkan puasa jika terjadi secara tidak sengaja.

Kapan harus ke dokter?

Mimisan biasanya hanya berlangsung selama 10 menit dan menghilang dengan sendirinya. Akan tetapi, jika mimisan terus terjadi bahkan hingga lebih dari 30 menit, Anda sebaiknya segera berobat ke dokter.

Menurut dr. Alvin Nursalim SpPD dari KlikDokter, jangan tunda niatan Anda untuk ke dokter jika mimisan berlangsung dalam waktu lama. Apalagi bila perdarahan yang terjadi cukup “deras” sehingga Anda kehilangan cukup banyak darah.

Saat hendak ke dokter, Anda perlu bantuan dari orang lain. Mintalah pertolongan orang di sekitar untuk mendampingi Anda ke dokter. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa Anda benar-benar sampai ke dokter, atau sebagai tindakan antisipasi kalau-kalau Anda kehilangan kesadaran di tengah jalan akibat kehilangan banyak darah.

Jika Anda mengalami mimisan saat puasa, sebaiknya jangan menahan diri untuk berbuka sebelum waktunya. Sebaiknya Anda tidak memaksakan diri untuk terus menahan haus dan lapar hingga azan magrib tiba, sementara Anda tengah kehilangan banyak darah.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar