Sukses

Bisakah Kondom Mencegah Kanker Serviks?

Alat kontrasepsi kondom dinilai dapat mencegah kanker serviks. Mari cari tahu kebenarannya.

Klikdokter.com, Jakarta Penggunaan kondom disinyalir dapat mencegah penularan berbagai penyakit menular seksual (PMS) seperti penyakit gonore ataupun HIV/AIDS. Tak hanya itu, kondom juga dikatakan dapat mencegah kanker serviks. Benarkah demikian?

Kanker serviks merupakan penyakit kanker yang menyumbang angka kematian tertinggi di kalangan wanita. Sayangnya, semua wanita berisiko mengalami kanker serviks, dan risiko lebih tinggi dimiliki wanita yang aktif secara seksual.

Kanker serviks sendiri merupakan pertumbuhan dan perubahan sel yang abnormal (sel kanker) pada leher rahim. Penyebabnya adalah human papilloma virus (HPV), khususnya HPV 16 dan HPV 18 yang paling banyak ditularkan melalui hubungan seksual dan pertukaran cairan tubuh.

Artinya hubungan seksual yang tidak sehatlah yang berperan sangat besar dalam menularkan kanker ini.

Perlu diketahui penggunaan kondom tidak bisa seratus persen mencegah siapa pun untuk terkena PMS ataupun kanker serviks. Walaupun penggunaannya sangat disarankan dan dapat menurunkan angka penularan, pola seks yang sehat dan tidak bergonta-ganti pasangan menjadi tetap menjadi kunci pencegahan penyakit ini.

1 dari 2 halaman

Faktor risiko kanker serviks

Karena begitu parahnya penyakit ini, ada baiknya Anda mengenali faktor risikonya terlebih dahulu untuk mencegah penyakit kanker serviks:

  • Tidak menjaga kebersihan tubuh dan organ intim

Tidak hanya ditularkan melalui hubungan seksual atau penetrasi penis ke dalam vagina, virus HPV dapat ditularkan melalui pertukaran cairan tubuh. Misalnya ketika virus menempel pada jari tangan, kemudian tangan yang terkontaminasi tidak sengaja memegang daerah vagina, di situ bisa pula terjadi penularan.

  • Hubungan seks di usia muda

Kondisi alat reproduksi yang belum matang sempurna pada wanita muda lebih berisiko terinfeksi virus HPV.

  • Sering bergonta-ganti pasangan

Gaya hidup seks bebas ataupun mereka yang bekerja sebagai pekerja seks komersial (PSK) berisiko lebih besar mengalami kanker serviks.

  • Tidak mendapatkan vaksinasi HPV

Pemberian vaksin HPV saat anak berusia 9-25 tahun memiliki efektivitas proteksi sebesar 90 persen. Ketika diberi di usia 26 tahun, maka efektivitas vaksin turun jadi 80 persen. Efektivitas juga menurun saat wanita sudah melakukan hubungan seksual.

  • Imunitas tubuh yang turun

Infeksi HPV juga lebih mudah menyerang orang yang imunitas atau kekebalan tubuhnya sedang menurun.

Pencegahan kanker serviks

Bila telah mengetahui berbagai hal yang dapat menyebabkan kanker serviks, kini saatnya Anda melakukan upaya pencegahan. Penyakit kanker serviks dapat dicegah dengan:

1. Rutin menjalani pap smear

Bagi Anda yang telah aktif melakukan hubungan seksual, sangat disarankan untuk menjalani pap smear secara rutin. Hal ini berfungsi untuk mendeteksi sel-sel dalam leher rahim yang berpotensi menjadi kanker. Sehingga, bila ada sel yang abnormal, bisa terdeteksi lebih awal dan bisa dicegah agar tidak berkembang menjadi sel kanker.

2. Melakukan vaksinasi HPV

Vaksin HPV diberikan sebanyak 3 kali, dan paling baik diberikan pada mereka yang belum pernah melakukan hubungan seksual, serta berusia di bawah 25 tahun. Namun, selama belum terinfeksi virus, wanita yang telah aktif berhubungan seksual tetap disarankan melakukan vaksin HPV, walaupun efektivitasnya menurun.

3. Menjaga kebersihan vagina

Bagaimanapun, kebersihan memegang peranan penting pada kesehatan seseorang. Oleh sebab itu, jagalah kebersihan tubuh Anda, terutama untuk area kewanitaan.

4. Perilaku seks sehat dan setia pada pasangan

Hindari perilaku seks di luar nikah yang cenderung membuat bergonta-ganti pasangan. Jika Anda telah menikah, setialah pada pasangan agar terhindar dari risiko kanker serviks dan penyakit menular seksual lainnya.

5. Pola hidup sehat

Dengan melakukan pola hidup sehat, Anda akan meningkatkan imunitas tubuh, sehingga terhindar dari berbagai penyakit.

6. Hindari rokok

Rokok memiliki banyak dampak buruk bagi kesehatan, salah satunya adalah memicu kanker serviks.

Mencegah kanker serviks nyatanya tidak cukup hanya dengan penggunaan kondom, tetapi juga harus disertai menjaga perilaku seks sehat, yakni tidak bergonta-ganti pasangan. Ikuti upaya pencegahan lainnya seperti yang telah dijelaskan di atas bila Anda ingin terhindar dari kanker serviks.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar