Sukses

5 Gejala Antraks Ini Wajib Anda Tahu

Gejala antraks sangat bervariasi, sehingga masyarakat perlu mewaspadai munculnya penyakit anthrax jelang lebaran.

Klikdokter.com, Jakarta Merebaknya penyakit antraks yang menyerang sapi-sapi di Gunungkidul beberapa waktu lalu perlu diwaspadai. Ada sejumlah gejala antraks yang bisa menimbulkan gangguan kesehatan yang lebih parah.

Penyakit anthrax –atau antraks – merupakan salah satu penyakit yang bersumber dari hewan dan disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Bakteri ini dapat hidup dan berkembang biak di tubuh hewan maupun manusia yang terinfeksi. Selain itu, bakteri ini juga dapat membentuk fase spora. Apabila spora tersebut terkena oksigen maka dapat hidup dan bertahan lama di tanah.

Kejadian penyakit antraks tersebar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Setiap tahunnya diperkirakan terdapat 2.000 hingga 20.000 kasus penyakit ini terjadi di seluruh dunia.

Di Indonesia sendiri yang merupakan daerah endemis penyakit antraks pada tahun 2000, setidaknya terdapat 11 provinsi di Indonesia yang terkena wabah antraks. Pada tahun 2002-2007, penyakit ini menyerang 348 orang Indonesia dengan kematian 25 orang diantaranya.  Berdasarkan data terakhir dari penelitian Pudjiatmoko tahun 2008-2017, setidaknya tersisa 7 provinsi di Indonesia yang masih belum bebas dari penyakit antraks yaitu NTT, Sulawaesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Barat, Gorontalo dan DI Yogyakarta.

Waspadai penularan antraks

Penularan antraks dari hewan ke manusia biasanya terjadi dengan relatif mudah. Beberapa di antaranya adalah melalui kontak langsung dengan spora yang berada di tanah yang tak sengaja terhirup, maupun kontak langsung dengan produk ternak yang sudah terinfeksi, misalnya akibat mengonsumsi daging hewan yang tertular antraks.

Penularan antraks juga dapat masuk melalui luka yang ada di kulit. Jadi, apabila Anda memiliki luka di kulit dan melakukan kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, ada kemungkinan Anda bisa tertular penyakit ini.

Berdasarkan World Health Organization (WHO), penyakit antraks pada manusia terbagi menjadi 3 jenis berdasarkan penularannya, yaitu antraks kulit, antraks gastrointestinal (saluran pencernaan) dan anthrax pulmonum (saluran pernafasan). Kontak dengan hewan ternak atau mengonsumsinya bisa memicu penularan antraks pada manusia.

Konsumsi daging sapi maupun daging kambing yang meningkat saat Idulfitri – dan ketika Iduladha – memang perlu lebih diperhatikan. Pemerintah perlu melakukan pengecekan kualitas daging di pasaran, sehingga masyarakat bisa terjamin keamanannya sehingga tidak tertular penyakit ini.

1 dari 2 halaman

Gejala antraks yang harus diwaspadai

Ketiga jenis penyakit antraks ini memiliki tanda dan gejala yang berbeda. Jadi Anda harus jeli dengan gejala yang terjadi. Segera periksa ke dokter jika Anda curiga mulai mengalami gejala-gejalanya.

Berikut ini tanda dan gejala antraks yang perlu Anda ketahui dan waspadai :

  1. Flu like syndrome

Pada awal seseorang terinfeksi spora Bacillus anthracis dalam 24 jam pertama hingga 72 jam, biasanya mengalami gejala yang tidak khas seperti flu ringan. Keluhan yang dirasakan tubuh antara lain demam ringan hingga tinggi, badan terasa lemah, nyeri di seluruh tubuh, sakit tenggorokan hingga keluhan batuk kering dan pilek.

  1. Sesak napas

Pada fase lanjutan, terutama bila seseorang mengalami anthrax pulmonum akan merasakan rasa sesak napas disertai rasa nyeri dada yang hebat. Sesak napas ini dapat terjadi secara mendadak dan menyebabkan bunyi napas yang berubah menjadi berat. Setelah itu diikuti dengan wajah yang kebiruan dan munculnya keringat dingin yang berlebih.

  1. Pembesaran kelenjar getah bening

Pembesaran kelenjar getah bening dapat terjadi pada jenis anthrax pulmonum dan anthrax kulit. Pembesaran kelenjar getah bening terjadi karena adanya reaksi tubuh secara keseluruhan sebagai bentuk perlawanan terhadap bakteri yang masuk.

Pembesaran kelenjar getah bening dapat bersifat ringan hingga berat. Biasanya ditemukan pada sekitar leher, ketiak maupun lipatan paha. Kondisi ini juga terkadang diikuti rasa nyeri yang hebat di sekitarnya.

  1. Lesi pada kulit

Muncul lesi pada kulit merupakan tanda dan gejala khas pada antraks kulit. Hampir 90% kasus yang terjadi merupakan antraks kulit.

Meski relatif ringan dibandingkan dengan antraks jenis lain, munculnya lesi pada kulit yang tidak diobati dengan baik dapat menyebabkan kematian jaringan, sehingga meninggalkan bekas luka.

Lesi yang terbentuk pada kulit awalnya seperti digigit serangga. Kemudian dalam 36 jam berubah menjadi lentingan yang berisi cairan jernih. Lentingan ini akan mengering dan membentuk luka dalam (ulkus) yang berwarna kehitaman dengan dikelilingi pembengkakan hebat.

  1. Gangguan pencernaan

Nyeri perut dapat terjadi terutama jika seseorang tertular antraks akibat mengonsumsi produk ternak yang terkontaminasi. Nyeri perut yang terjadi bersifat keseluruhan.

Nyeri perut ini terjadi akibat adanya perlukaan di lambung maupun usus akibat invasi bakteri Bacillus anthracis. Selain nyeri perut, tak jarang muncul pula keluhan muntah dan BAB cair yang disertai dengan darah.

Oleh karena itu masyarakat harus sangat jeli ketika membeli daging sapi maupun daging kambing jelang lebaran nanti. Sebagai tindakan pencegahan, tidak ada salahnya untuk sedikit lebih 'rewel' dalam memilih daging yang benar-benar berkualitas.

Penyakit antraks dapat menyebabkan kematian. Oleh sebab itu Anda wajib mengetahui tanda dan gejala dari penyakit antraks. Penanganan yang cepat dan tepat dari dokter dapat meningkatkan angka kesembuhan.

Wabah penyakit antraks yang menyerang ternak di Gunungkidul tidak bisa dianggap angin lalu karena penularannya ke manusia sangat mungkin terjadi. Masyarakat perlu waspada dengan mengenali gejala antraks dan beragam penularannya. Dengan demikian masyarakat bisa melakukan tindakan antisipasi dan pencegahan yang diperlukan.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar