Sukses

Mana Lebih Sehat untuk Buka Puasa, Kolak Pisang atau Es Buah?

Kolak pisang dan es buah adalah menu yang sering menghiasi hidangan buka puasa Anda. Di antara keduanya, mana yang lebih sehat?

Klikdokter.com, Jakarta Menjelang waktu buka puasa, sebagian besar orang akan mempersiapkan beragam hidangan. Dua di antaranya yang paling banyak digemari adalah kolak pisang dan es buah. Rasa manis dan nutrisi dari kedua jenis makanan pembuka ini dianggap dapat mengembalikan energi secara cepat. Lantas, di antara kolak pisang dan es buah, mana yang lebih sehat bagi tubuh?

Mencari makanan untuk buka puasa sebaiknya tidak hanya asal mengenyangkan dan enak di lidah saja. Anda pun tetap harus memperhatikan nutrisinya agar tubuh tetap bugar saat puasa.

Untuk itu, sebelum menentukan mana yang lebih baik, cek dulu informasi gizi dari kolak dan es buah.

  • Kolak pisang

Semangkuk kolak pisang biasanya terdiri dari bahan utama, yaitu pisang, ubi jalar, atau bahan olahan tepung lainnya yang dipotong-potong. Tak lupa, kuah kolak yang terbuat dari campuran santan, gula merah, dan gula pasir. Anda juga bisa menambahkan bahan lainnya ke dalam kolak, seperti nangka, kolang-kaling, dan cincau.

Dalam100 gram penyajian kolak, terdiri dari isian lengkap, terdapat 163 kalori dengan rincian 47 persen lemak, 48 persen karbohidrat, dan 5 persen protein. Adapun, lemak dalam kolak terdiri dari 7,804 gram lemak jenuh; serta 0,484 gram lemak tak jenuh.

Karbohidrat dalam kolak adalah kombinasi dari 2,8 gram serat serta 11,95 gram gula. Selain itu, kolak mengandung sodium sebesar 51 mg dan kalium 219 mg. Isian kolak berupa pisang mengandung vitamin B, C, A, serta zat-zat seperti mangan, kalium, serat, protein, magnesium, folat, riboflavin, niacin, dan zat besi.

Untuk isi kolak, pisang bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah, membantu pencernaan, menyehatkan mata, bahkan mengobati anemia. Sementara itu, ubi jalar juga mengandung kadar vitamin A dan C.

Selain vitamin, ubi juga kaya akan zat besi yang berkhasiat untuk mencegah diabetes, menurunkan tekanan darah, mempengaruhi kesuburan. Selanjutnya, meningkatkan imunitas, mengatasi peradangan, menjaga kesehatan mata, dan melancarkan pencernaan.

Jenis campuran yang biasanya ada dalam kolak adalah kolang kaling. Buah berwarna putih yang kenyal ini dipercaya mampu melancarkan pencernaan, obat radang sendi, mencegah osteoporosis, mengobati gatal-gatal. Kolang kaling kaya akan karbohidrat dan sumber vitamin A, B, dan C.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  • Es Buah

Lalu, bagaimana dengan es buah? Dalam satu gelas es buah, terdapat 247 kalori yang terdiri dari 0 persen lemak, 99 persen karbohidrat, dan 1 persen protein.

Karbohidrat pada es buah seluruhnya terdiri dari gula sebanyak 62,92 gram yang bersumber dari pemanis atau sirup. Kemudian ditambah kandungan vitamin dan serat dari beragam buah-buahan yang terkandung di dalamnya.

Mana yang lebih sehat?

Jika ditinjau dari informasi gizi di atas,  kandungan kolak jauh lebih lengkap dibandingkan es buah. Es buah memang banyak mengandung serat, vitamin, mineral, dan karbohidrat. Namun, es buah kurang memiliki asupan protein yang juga dibutuhkan tubuh ketika berpuasa.

Lain halnya dengan kolak, minuman ini memiliki nutrisi yang lengkap termasuk protein yang berasal dari santan. Meski kolak juga memiliki kalori yang cukup tinggi, tapi tidak sebanyak es buah. Kalori yang dihasilkan dari es buah bersumber dari sirup, pemanis, dan buah-buahan didalamnya.

Dengan demikian, mengonsumsi kolak pisang  untuk buka puasa lebih menyehatkan dibanding es buah. Kolak juga bisa dihidangkan dalam keadaan hangat, sehingga lebih baik untuk perut kosong daripada es buah yang dingin. Makanan dingin menyebabkan kerongkongan terasa kering dan mudah haus. Akan tetapi, jangan berlebihan konsumsi kolak saat buka puasa. Segala sesuatu yang berlebih tentu tidak baik, bukan?

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar