Sukses

Rutin Minum Susu Bisa Atasi Infeksi Paru, Benarkah?

Karena bergizi tinggi, susu dianggap mampu mengatasi infeksi paru. Apakah medis setuju dengan hal ini?

Klikdokter.com, Jakarta Infeksi paru merupakan keadaan berbahaya yang bisa mengancam nyawa. Kondisi tersebut dapat terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak dan orang dewasa, serta mereka yang sering terpapar debu jalanan, asap rokok, asap kendaraan atau asap pabrik.

Menurut dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, paparan polusi udara, debu, asap las dan asap rokok dapat menyebabkan paru-paru mengalami iritasi. Pada kondisi ini, organ tersebut sangat rentan untuk terkena serangan virus, bakteri, jamur atau parasit.

"Beberapa penyakit yang disebut infeksi paru, antara lain tuberkulosis (TB). Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri. Selain itu, ada juga jenis infeksi paru lain yang disebabkan oleh virus, yaitu pneumonia," ujar dr. Astrid saat dikonfirmasi.

Apapun jenisnya, infeksi paru adalah keadaan berbahaya yang sebisa mungkin harus dicegah. Salah satu upaya pencegahan yang selama ini dituding efektif adalah rutin minum susu. Namun, apa benar infeksi paru bisa dicegah dengan minum susu secara rutin?

Rutin minum susu dan infeksi paru

Susu dianggap sebagai minuman sehat dan banyak manfaat karena merupakan sumber vitamin A, magnesium, zink, vitamin B1, dan asam lemak esensial omega-3. Selain itu, susu juga dikenal sebagai minuman yang dapat menunjang kesehatan tulang dan gigi berkat kandungan kalsium, vitamin D, vitamin K, fosfor, dan magnesium.

Lalu, bagaimana manfaatnya untuk menjaga kesehatan paru-paru? Apakah susu benar-benar mampu mengatasi infeksi paru karena bersifat “membersihkan” organ tersebut?

Menjawab pertanyaan itu, dr. Astrid mengatakan bahwa keduanya memang saling berhubungan. Namun, hubungan susu dan paru-paru tidak bisa dikaitkan secara langsung.

"Susu dan infeksi paru tidak berhubungan secara langsung. Jadi, tidak bisa jika infeksi paru langsung menghilang sehabis minum susu,” ungkap dr. Astrid

Lebih lanjut, dr. Astrid menjelaskan bahwa susu hanya bertugas untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari. Dengan gizi yang terpenuhi, sistem kekebalan akan meningkat sehingga kemungkinan tubuh untuk melawan kuman penyebab infeksi menjadi lebih tinggi.

"Susu itu mengandung kalsium, protein, dan makronutrien lainnya. Jadi, itu membantu kecukupan gizi makro dan mikro untuk mempertahankan sistem kekebalan tubuh tetap baik. Jika infeksi paru belum terjadi, minum susu bisa sedikit berkontribusi untuk mencegahnya," lanjutnya.

Jadi, fungsi susu di sini hanyalah sebatas meningkatkan sistem kekebalan tubuh, bukan menyembuhkan atau mencegah infeksi paru secara langsung. Lagi pula, hingga saat ini belum ada penelitian yang mengatakan bahwa susu benar-benar efektif dan mampu untuk mengatasi atau mencegah infeksi paru.

Atas dasar itu, ungkapan yang menyebut bahwa susu dapat “membersihkan” paru-paru dari asap rokok, polusi udara, dan segala hal yang menjadi latar belakang infeksi paru lainnya adalah mitos belaka.

Nah, sekarang sudah jelas bahwa minum susu tidak benar-benar mampu menjadi ‘obat’ untuk mengatasi maupun mencegah infeksi paru. Karena sejatinya, produk sapi ini hanya sebatas untuk memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari, yang pada akhirnya meningkatkan sistem kekebalan tubuh supaya tidak mudah terserang penyakit.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar