Sukses

Dampak Buruk Sering Konsumsi Kolak Saat Buka Puasa

Kolak menjadi makanan terfavorit saat buka puasa. Namun ternyata, banyak dampak buruk akibat sering konsumsi kolak.

Klikdokter.com, Jakarta Kolak adalah salah satu makanan buka puasa favorit banyak orang. Setelah menahan lapar dan haus seharian, semangkuk kolak nan manis dan segar bisa jadi hidangan buka puasa yang paling ditunggu. Namun, mencari makanan berbuka puasa sebaiknya tidak hanya asal mengenyangkan, tapi juga harus bernutrisi agar tubuh tetap sehat.

Semangkuk kolak pisang biasanya terdiri dari bahan utama, yaitu pisang, labu, dan singkong, serta diberi kuah yang terbuat dari campuran santan, gula merah, dan gula pasir. Anda juga bisa menambahkan bahan-bahan lainnya ke dalam kolak, seperti nangka, kolang-kaling, dan cincau sesuai selera.

Karena terbuat dari bahan-bahan alami yang bernutrisi, mengonsumsi kolak pisang bisa bermanfaat untuk mengembalikan energi tubuh secara cepat setelah berpuasa.Namun, di balik beberapa manfaatnya, kolak juga bisa menjadi bumerang bagi kesehatan Anda jika dikonsumsi secara berlebihan.

Berikut beberapa dampak negatif kolak jika dikonsumsi secara berlebihan.

  • Hati-hati kebanyakan santan

Sebenarnya santan tidak dianjurkan untuk dikonsumsi berlebihan karena dapat meningkatkan kolesterol jahat (LDL), baik saat berbuka maupun sahur. Selain itu, santan juga mengandung lemak tak jenuh yang dapat memicu naiknya asam lambung.

Karena kondisi lambung kosong selama puasa, sebaiknya hindari makanan dan minuman yang bisa memicu meningkatnya asam lambung. Apalagi makanan yang bersantan kental sangat sulit dicerna lambung. Ini bisa menyebabkan gejala sakit mag bila terus-menerus dikonsumsi.

  • Es batu tidak baik untuk kerongkongan

Kolak kerap dicampur dengan es batu. Konsumsi es juga sebaiknya dihindari selama berbuka maupun sahur. Es ataupun air dingin dapat menyebabkan kerongkongan terasa kering dan mudah haus. Selain itu, es juga memicu naiknya asam lambung dan dapat memberikan sensasi penuh atau kenyang.

Akibatnya, Anda akan melewatkan menu utama saat berbuka atau sahur.Padahal, tubuh butuh nutrisi lengkap untuk ketahanan tubuh selama puasa. Tubuh akan lebih nyaman dengan konsumsi makanan ataupun minuman yang hangat.

  • Konsumsi pisang bisa berdampak buruk

Pisang memang dapat memberikan sejumlah manfaat kebaikan untuk tubuh, seperti meningkatkan kesehatan jantung, osteoporosis, sembelit, dan obesitas. Namun, jika dikonsumsi saat perut dalam keadaan kosong, pisang justru dapat berdampak negatif karena dapat menciptakan sejumlah masalah dalam tubuh. Misalnya, lelah, letih, lesu, mengantuk, masalah usus, dan asam lambung.

Tak hanya itu, jumlah magnesium yang tinggi dalam pisang dapat menjadi salah satu pemicu penyakit kardiovaskular jika dikonsumsi saat perut dalam keadaan kosong.

  • Waspada kandungan gula tinggi

Kolak biasanya juga diberi tambahan gula pasir, gula merah, ataupun campuran bahan manis lainnya sehingga menambah kandungan kalori. Hal ini dapat memengaruhi kadar gula darah seseorang yang dapat melonjak tinggi secara tiba-tiba, terlebih jika ditambah dengan makanan pembuka lainnya.

Hal ini bisa memicu seseorang mengidap penyakit diabetes. Selain itu, penderita diabetes pun dianggap sangat berisiko tinggi mengalami kenaikan gula darah jika mengonsumsi kolak secara berlebihan.

Menikmati kolak untuk hidangan buka puasa memang nikmat, namun perlu dibatasi jumlah porsinya, agar tidak berakibat buruk pada kesehatan. Solusinya, pilihlah makanan yang bernutrisi untuk menu buka puasa dan cukup minum air putih. Dengan begitu, kesehatan Anda selama puasa bisa lebih terjaga dan ibadah pun tidak terganggu.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar