Sukses

Masturbasi Saat Haid, Aman atau Tidak?

Hingga kini masturbasi saat haid terus diperdebatkan. Ada yang tetap melakukannya, ada juga yang ogah sama sekali. Bagaimana sebaiknya?

Klikdokter.com, Jakarta Masturbasi saat haid sebenarnya bukan hal baru. Bahkan menurut dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid dari KlikDokter keinginan wanita untuk melakukan masturbasi bisa sangat tinggi saat sedang haid atau datang bulan. Itu karena haid menyebabkan terjadinya peningkatan hormon testosteron dan penurunan hormon progesteron, yang menyebabkan gairah seks meningkat.

Dilansir dari Womenshealthmag.com, Pakar Seksualitas dan Hubungan, Logan Levkoff, Ph.D berpendapat bahwa orgasme yang dirasakan saat haid bisa mengurangi keluhan kram. Sebab orgasme membuat tubuh melepaskan dopamin dan oksitosin, yakni hormon pereda nyeri alami.

Masturbasi saat haid

Penelitian dari University of Chicago berpendapat bahwa haid membuat hasrat seksual wanita lebih tinggi. Fase seksual dari wanita menjelang haid adalah 6 hari, yaitu 3 hari sebelum haid dan berlanjut saat darah sudah keluar. Selama 6 hari tersebut, wanita lebih banyak memiliki fantasi seksual ketimbang periode-periode lainnya.

Kendati demikian, bukan berarti masturbasi saat haid itu sepenuhnya aman untuk dilakukan, lo. Pasalnya, ketika Anda sedang haid, mulut rahim dalam keadaan terbuka agar darah dan sisa jaringan dinding dalam rahim yang luruh dapat dikeluarkan oleh tubuh. Jika Anda masturbasi pada kondisi ini, bakteri akan lebih mudah masuk ke dalam rahim dan menyebabkan infeksi.

“Oleh karena itu, masturbasi yang dilakukan dengan menggunakan benda tertentu, seperti sex toys atau jari, ke dalam vagina bisa berbahaya. Itu bisa membuat infeksi di dalam rahim yang ditandai dengan gejala keputihan berbau, demam dan nyeri perut bawah,” dr. Resthie menegaskan.

Melengkapi itu, dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter mengatakan bahwa wanita yang terlalu sering masturbasi dapat mengalami perubahan pola tidur, gangguan panik atau kecemasan, badan lemas, kurangnya konsentrasi dan lainnya.

“Masturbasi saat haid dapat memicu iritasi yang bisa menyebabkan perlukaan dan peningkatan risiko infeksi pada kemaluan akibat penggunaan benda-benda yang tidak terjamin kebersihannya,” tutur dr. Dyan Mega.

Atas dasar itu, tindakan masturbasi sebaiknya dikurangi atau dihindari. Caranya adalah dengan mengalihkan perhatian setiap kali perasaan tersebut muncul. Hindari hal-hal yang memicu Anda untuk melakukan masturbasi, seperti melihat gambar, video, atau bacaan yang merangsang.

Bagi mereka yang sudah menikah, masturbasi dapat membawa dampak buruk bagi keharmonisan hubungan seksual dengan pasangan. Berdasarkan penelitian, sensitivitas dalam berhubungan seksual dapat menurun jika Anda terlalu sering melakukan masturbasi. Karena semakin sering masturbasi, maka semakin tinggi pula rangsangan yang Anda butuhkan untuk mendapat kepuasan.

“Kondisi ini mirip dengan kecanduan obat. Sehingga, terapi pada seseorang yang sudah kecanduan masturbasi wajib dilakukan,” tambah dr. Dyan Mega.

Di Indonesia sendiri, data mengenai masturbasi masih sangat terbatas. Mungkin saja penelitian tersebut lebih sulit dilakukan karena terbentur dengan nilai moral, etika dan agama. Padahal, meski dianggap tabu dan dilarang, sebagian masyarakat tetap melakukan aktivitas ini, tak terkecuali saat haid.

Namun, setelah mengetahui konsekuensi yang bisa terjadi, diharapkan Anda tak lagi melakukan masturbasi saat haid. Jika Anda bermaksud mengatasi stres dan kram saat haid, lebih baik lakukan cara yang baik dan aman bagi kesehatan. Anda tak ingin organ kewanitaan menjadi penyakitan gara-gara keseringan masturbasi, bukan?

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar