Sukses

Dampak Buruk Tidak Makan Sahur bagi Kesehatan

Entah karena kesiangan, malas bangun, atau demi berat badan turun banyak, inilah dampak buruk tidak makan sahur bagi kesehatan.

Klikdokter.com, Jakarta Menjalankan ibadah puasa memang gampang-gampang susah. Salah satu tantangannya adalah harus bangun dini hari untuk makan sahur. Mungkin karena begadang, Anda jadi telat bangun sahur, merasa masih kenyang, atau memang malas sahur demi berat badan turun banyak. Padahal, apa yang Anda makan saat sahur adalah bahan bakar Anda untuk beraktivitas. Selain bisa bikin badan lemas, ada beberapa dampak buruk tidak makan sahur bagi kesehatan.

Sahur adalah pengganti sarapan selama bulan puasa. Kontribusinya sangat penting bagi pasokan energi dan kerja tubuh, sehingga tak boleh dilewatkan. Jika melewatkan makan sahur, berikut di bawah ini adalah efek buruknya bagi tubuh.

  1. Dehidrasi

Metabolisme tubuh membuat manusia lebih bisa bertahan hidup tanpa makanan lebih lama, tetapi tidak dengan kekurangan cairan atau dehidrasi. Kekurangan cairan  bisa sangat membahayakan kondisi Anda.

Saat berpuasa kurang lebih selama 13 jam lamanya, Anda tak mendapatkan asupan cairan sama sekali pada rentang waktu tersebut. Karenanya, makan sahur menjadi momen penting untuk “menabung” kecukupan cairan harian.

Meski berpuasa, Anda tetap harus minum setidaknya 8 gelas air per hari. Jika tidak, dehidrasi dapat terjadi, dan dapat menyebabkan gejala gangguan kesehatan. Mulai dari gangguan suasana hati dan konsentrasi, sakit kepala, badan lemas, dan bukan tak mungkin pingsan.

  1. Aktivitas jadi terganggu

Tidak makan sahur sebagai bekal untuk menjalani aktivitas sepanjang hari bisa bikin perut lebih lapar dari biasanya. Ini merupakan akibat dari melewatkan asupan energi yang seharusnya didapat pada pagi hari. Kurangnya energi yang masuk ke tubuh bisa membuatnya jadi lebih gampang lemas, kelelahan, mengantuk, tidak bertenaga, sehingga menjadi tidak produktif.

  1. Sakit mag

Melewatkan makan sahur juga bisa berdampak buruk pada penderita sakit mag. Seperti telah diketahui, penderita mag cenderung memiliki lambung yang lebih sensitif, terutama jika tidak makan atau terlambat makan.

Saat makan sahur, penderita mag seharusnya makan. Selain itu, penderita juga mungkin mengonsumsi obat mag sebelum sahur untuk membantu mengondisikan lambung agar sukses berpuasa hingga saat azan magrib menggema.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  1. Kurang gizi

Sering tidak bangun saat makan sahur juga bisa membuat Anda berisiko mengalami malnutrisi atau kekurangan gizi. Apalagi, waktu makan berkurang karena selama lebih dari 12 jam Anda tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman sama sekali.

  1. Pusing yang parah

Saat tubuh kelaparan, kerja organ akan menurun. Selain itu, tubuh juga berusaha mencukupi kebutuhan energi dengan membakar lemak secara perlahan. Pada kondisi ini, rasa pusing bisa muncul sehingga produktivitas akan terganggu.

Nah, bagi Anda  yang sering terlambat untuk bangun makan sahur, berikut tips yang bisa Anda pakai :

  • Usahakan untuk tidak tidur terlalu larut. Beri patokan paling tidak jam 11 malam Anda sudah harus terlelap.
  • Selain itu, hindari minum kopi saat waktunya berbuka puasa, karena dikhawatirkan dapat membuat Anda sulit tidur pada malam hari.
  • Rutin berolahraga setidaknya tiga kali seminggu agar tubuh lebih bugar dan fit untuk bangun menyiapkan makan sahur setiap hari.
  • Perbanyak makan buah dan sayur agar mudah tidur. Kalau kebanyakan makan makanan yang berlemak, tubuh akan kesusahan dalam mencerna makanan dan pada akhirnya tidur pun jadi terganggu.
  • Biasakan untuk bangun pagi. Tubuh perlahan akan mengikuti siklus tidur yang baru, sehingga tanpa teriakan alarm pun Anda bisa bangun dengan mudah.

Bagaimana, apakah Anda sering tidak makan sahur? Jangan dilakukan lagi, ya, karena ada dampak buruknya bagi kesehatan. Makan sahur dengan menu lengkap bergizi seimbang akan memastikan kecukupan energi saat Anda tetap harus menjalani puasa sekaligus beraktivitas serharian.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar