Sukses

Jalin Bonding dengan Bayi Baru Lahir Lewat Pijatan

Pijatan bayi merupakan salah satu cara terbaik untuk menjalin bonding dengan bayi Anda, terutama bila dipraktikkan pada bayi baru lahir.

Klikdokter.com, Jakarta Menjalin bonding bersama bayi baru lahir bisa dimulai sedini mungkin. Salah satu caranya adalah dengan melakukan pijatan. Melalui pijat bayi, akan terjalin interaksi yang intim antara bayi dengan orang tua. Lebih dari itu, pijat bayi juga dapat membantu mengoptimalkan tumbuh kembang anak, karena bekerja menstimulasi berbagai indera.

Kulit, yang merupakan organ terluas pada tubuh, akan terstimulasi melalui berbagai sentuhan dan gerakan-gerakan memijat. Di saat yang sama, organ pendengaran dan penglihatan bayi juga terstimulasi saat Anda mengajak si Kecil berbicara atau memberikan kontak mata saat memijat.

Selain untuk bonding, berbagai manfaat langsung pijatan yang bisa didapat bayi. Di antaranya lebih sering menyusu, berat badan meningkat, buang air besar lebih lancar, serta tidur lebih nyenyak. Pada bayi prematur, pijatan lembut akan membuat kondisi bayi lebih stabil, sehingga lama waktu perawatan di rumah sakit lebih singkat.

Apakah semua bayi yang baru lahir boleh langsung dipijat?

Selama bayi cukup bulan, sehat, dan tidak ada kondisi-kondisi medis yang khusus, boleh langsung dipijat. Tetapi kalau masih kurang stabil karena lahir prematur atau ada kondisi medis tertentu, pijat bayi harus ditunda sampai dokter memberikan izin untuk melakukannya.

Khusus bayi prematur, umumnya organ-organ belum berfungsi sempurna karena lahir sebelum waktunya. Berat lahir bayi pun umumnya kecil, yakni di bawah 2.500 gram. Hal ini membuat bayi prematur lebih rentan sakit atau mengalami infeksi.

Oleh sebab itu, bayi pada kondisi tersebut membutuhkan perawatan ekstra. Bila ingin memulai pijat bayi, harus dipastikan dulu bahwa kesehatan si Kecil sudah stabil dan dalam kondisi baik.

Bila memang bayi prematur belum siap dipijat, bonding bisa dimulai dengan memberikan  sentuhan yang nyaman (comfort holding). Orang tua cukup menaruh tangan dengan lembut di badan bayi agar ia tetap tenang.

Yang perlu diperhatikan saat memijat bayi

Untuk mendapatkan efek positif dari pijat bayi, ada baiknya Anda memerhatikan hal-hal sbagai berikut:

  • Diskusikan terlebih dulu dengan dokter apakah bayi Anda boleh dipijat

Pada prinsipnya, selama bayi lahir cukup bulan, stabil dan sehat, pijat bayi bisa dimulai sesegera mungkin. Namun, bila bayi lahir prematur atau memiliki masalah medis tertentu, hindari melakukan pijat bayi hingga dokter memberikan lampu hijau untuk memulainya.

  • Bayi harus dalam kondisi nyaman dan tidak sakit

Bila bayi sedang sakit, tunda pemijatan hingga kondisinya sehat kembali. Hindari pula memijat saat bayi lapar atau mengantuk, baru selesai menyusu atau makan. Sebab, gerakan-gerakan pijatan pada bagian perut dapat membuat bayi muntah.

  • Ciptakan suasana yang nyaman dan tenang

Saat memijat, gunakan alas yang datar dan lembut bagi bayi. Redupkan sedikit penerangan pada ruangan sembari memutar lagu-lagu yang menenangkan si Kecil.

  • Perhatikan kebersihan tangan

Sebelum mulai memijat, lepas semua perhiasan seperti jam tangan dan cincin. Kemudian, cuci bersih kedua tangan hingga pergelangan dengan sabun dan air mengalir.

  • Pastikan setiap sesi pijat berlangsung singkat

Agar manfaatnya optimal, para pakar menganjurkan agar pijat bayi dilakukan secara rutin, yaitu dua atau tiga hari sekali dengan durasi sekitar 15 menit.

Pijat seluruh tubuh bayi agar tidak ada bagian tubuh yang terlupakan, Anda bisa mengikuti buku panduan yang memberikan urut-urutan pijat bayi dari kepala hingga kaki. Bila sudah terbiasa, Anda tak perlu melakukannya secara berurutan, yang penting seluruh bagian tubuh bayi terpijat.

Pastikan pijatan tidak menimbulkan luka lecet maupun rasa sakit. Sembari memijat, Anda juga dapat mengajak si Kecil berbicara dan bermain melalui interaksi yang membuatnya tetap tenang dan ceria.

  • Gunakan media pelicin untuk memijat kulit bayi

Berbagai media pelicin seperti losion bayi, baby oil, minyak kelapa, minyak telon atau yang lainnya bisa Anda gunakan. Anda juga bisa memilih produk yang memiliki efek menghangatkan ataupun mengeluarkan aroma yang bersifat menenangkan bayi.

  • Tahu kapan harus berhenti memijat

Selama memijat, selalu perhatikan respon bayi. Bila bayi menangis, cari penyebabnya, apakah karena pipis, buang air besar, lapar, merasa tidak nyaman, atau yang lainnya. Hindari memaksakan pijatan karena hanya akan membuatnya semakin menangis, rewel atau gelisah.

Bayi yang menangis, menguap, bersin, atau cegukan, juga bisa menunjukkan bahwa ia sudah merasa cukup dipijat. Cara lain untuk mengetahuinya yakni dengan berhenti memijat dan cukup menyentuh tubuhnya. Bila bayi tidak menjadi tenang, artinya sesi pijatan sudah cukup.

Menjalin bonding bersama bayi baru lahir bisa dilakukan melalui banyak cara. Pijatan adalah salah satunya dan bisa dilakukan oleh kedua orang tua, baik ibu maupun ayah. Agar manfaatnya optimal bagi kedua belah pihak, selalu perhatikan hal-hal sebelum dan saat memijat. Terakhir, pastikan perhatian Anda tidak terbagi selama melakukan sesi pijat. Bagaimana, siap untuk mencoba?

[NP/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar