Sukses

Akibat Jika Bonding Ibu dan Anak Tidak Dibentuk Sejak Dini

Bonding antar ibu dan anak yang tidak dibentuk sejak dini bisa membawa banyak kerugian. Jangan abaikan, apalagi menganggapnya sepele!

Klikdokter.com, Jakarta Ikatan alias bonding antar ibu dan anak sudah dapat mulai terbentuk sejak masih di dalam kandungan. Periode emas membangun hal tersebut adalah saat 1000 hari pertama, tepatnya sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

Beberapa penelitian membuktikan bahwa bonding sangat penting untuk membangun keterkaitan antara ibu dan si Kecil di kemudian hari. Perasaan aman, nyaman, percaya dan saling mencintai akan menciptakan hubungan yang harmonis.

Tak berhenti sampai di situ saja. Para pakar juga menyebut bahwa bonding yang baik akan menjadi contoh pertama bagi si Kecil untuk beradaptasi dengan lingkungan sosialnya kelak. Hal ini juga ikut berpengaruh pada kemampuan kognitifnya.

Sayangnya, segala manfaat tersebut tidak bisa didapatkan jika bonding tidak dilakukan sejak dini atau gagal di tengah jalan. Malahan, keadaan itu bisa membuat si Kecil lebih berisiko mengalami gangguan perkembangan komunikasi, baik secara verbal maupun nonverbal.

Selain itu, bonding yang tidak dilakukan sejak dini atau mengalami kegagalan juga bisa membuat si Kecil kesulitan beradaptasi dengan lingkungan sosialnya kelak. Akibatnya, ia berpotensi menjadi pribadi yang menutup diri, kurang percaya diri dan seakan tidak merasakan kasih sayang penuh.

Adapun beberapa faktor yang bisa mencetuskan kegagalan bonding antara ibu dan anak adalah:

  • Kondisi psikologis ibu

Ibu yang baru melahirkan perlu beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam hidupnya. Tidak jarang, ibu mengalami depresi yang memengaruhi proses bonding dengan anak.

Jika mengalami kondisi ini, jangan ragu untuk meminta pertolongan dalam mengurus anak, misalnya pada baby sitter, suami, orang tua atau teman. Jika benar-benar dirasa perlu, jangan sungkan untuk berkonsultasi dengan dokter ataupun psikolog.

  • Kondisi fisik ibu

Kondisi fisik ibu yang masih belum stabil setelah melahirkan bisa menjadi pencetus kegagalan bonding. Di samping itu, ibu yang bekerja dan memiliki kondisi medis khusus juga berpengaruh dalam hal menciptakan bonding dengan si Kecil.

  • Gangguan pada anak

Si Kecil yang mengalami masalah saat dilahirkan butuh perlakukan khusus agar bisa bertahan. Misalnya, si Kecil harus dirawat di ruang NICU (Neonatal Intensive Care Unit) gara-gara mengalami kondisi medis tertentu saat dilahirkan. Meski bermaksud memberikan yang terbaik, hal-hal seperti ini bisa menyebabkan kegagalan bonding.

  • Faktor lain

Faktor ini dapat meliputi peran suami yang kurang maksimal, tinggal berjauhan dengan keluarga, kondisi ekonomi dan sosial yang tidak stabil, serta hal-hal lain yang mengganggu perkembangan si Kecil.

1 dari 2 halaman

Tips sukses bonding sejak dini

Bonding sejak dini adalah hal penting yang wajib dilakukan. Nah, agar prosesnya berjalan tanpa hambatan dan tidak berakhir pada kegagalan, berikut adalah hal yang wajib diperhatikan:

  • Saat hamil

Selalu ajak bicara si Kecil sejak dirinya masih dalam kandungan. Perlakukan bayi layaknya sudah dapat mendengar suara Anda.

Selain mengajak berbicara, Anda juga bisa membacakan dongeng atau mendengarkan musik bertempo rendah bersama-sama. Mengelus-ngelus perut juga merupakan cara bonding yang baik. 

  • Di bawah 1 tahun

Sesaat setelah bayi lahir, usahakan untuk melakukan inisiasi menyusui dini (IMD). Saat menyusui, berikan kontak mata dan sentuhan pada si Kecil sambil ajak berbicara.

Berikan pula si Kecil pelukan dan ciuman, serta biasakan agar dirinya selalu dekat dengan orang tua. Pastikan Anda memahami arti tangisan anak sebagai sebuah ‘kebutuhan’.

  • Usia 1–3 tahun

Biarkan anak menjelajah berbagai macam hal. Ajarkan si Kecil untuk memahami mana yang boleh dan tidak, serta bertanggung jawab jika melakukan kesalahan. Hindari melontarkan kata-kata negatif, seperti “jangan”, pada anak.

  • Usia di atas 3 tahun

Berikan pujian pada setiap tindakan baik si Kecil, dan berikan dukungan pada hal-hal positif yang anak gemari. Pastikan pula Anda memberikan kesempatan si Kecil untuk menentukan apa yang ia inginkan. Ajarkan anak untuk bertanggung jawab pada keputusan yang telah ia buat.

Selalu upayakan yang terbaik agar bonding antara ibu dan anak bisa dibentuk dengan sukses sejak dini. Alhasil, tumbuh kembang anak senantiasa optimal dan dirinya akan terus memiliki sikap positif hingga dewasa nanti. Hal seperti ini akan membuat orang tua bangga, bukan?

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar