Sukses

Kumur Pakai Mouthwash Bikin Mulut Kering Saat Puasa?

Berkumur pakai mouthwash untuk hilangkan bau mulut saat puasa katanya malah bikin mulut kering. Benarkah begitu?

Klikdokter.com, Jakarta Bau mulut saat puasa memang wajar terjadi. Kondisi ini bisa bikin rasa percaya diri jadi menurun. Untuk mengatasinya Anda pun sampai rela kumur pakai mouthwash hingga beberapa kali dalam sehari. Tapi benarkah cara ini bisa bikin mulut kering?

Tidak dimungkiri, kumur pakai mouthwash memang bisa memberikan sensasi menyegarkan setelah digunakan. Hal ini diharapkan mampu “menenangkan” kondisi mulut, sehingga bau mulut maupun keluhan lain tidak terjadi.

Sayangnya, penggunaan mouthwash bisa memberikan efek samping yang tidak diinginkan. Salah satunya adalah mulut kering.

Menurut drg. Wiena Manggala Putri dari KlikDokter, mouthwash atau obat kumur tidak bisa langsung digunakan begitu saja. Anda perlu menyikat gigi dan membersihkan sela-sela gigi dengan menggunakan dental floss terlebih dahulu. Setelah itu, barulah Anda bisa berkumur dengan mouthwash.

 “Saat berkumur, usahakan gigi atas dan gigi bawah dalam keadaan tertutup sehingga cairan kumur dapat membersihkan seluruh rongga mulut, termasuk bagian sela-sela gigi. Berkumur selama 30 detik dan buang setelahnya,” jelas drg. Wiena.

Dengan demikian, antara waktu sikat gigi dan waktu berkumur itu tidak bisa dipisahkan sendiri-sendiri atau dilakukan hanya salah satu. Jika benar-benar ingin terhindar dari bau mulut saat puasa, maka yang mesti Anda lakukan adalah menerapkan cara yang telah dianjurkan.

Mulut kering akibat kumur pakai mouthwash

Jika selama ini Anda pikir bahwa semakin sering pakai obat kumur, semakin banyak manfaatnya untuk kesehatan gigi dan mulut, lupakan anggapan tersebut. Pasalnya, menggunakan mouthwash alias obat kumur terlalu sering justru dapat merugikan penggunanya.

“Ini terjadi karena kadar alkohol yang tinggi dalam mouthwash dapat menyebabkan mulut kering, kulit pipi bagian dalam terkelupas, sariawan, dan bau mulut,” tutur drg. Wiena.

Bukannya mencegah, penggunaan mouthwash secara berlebihan malah bikin bau mulut dan berbagai masalah kesehatan lainnya. Lebih dari itu, pH terlalu asam di dalam mulut akibat penggunaan mouthwash secara berlebihan juga akan mengganggu remineralisasi gigi.

Lagi pula, cairan mouthwash yang tinggi alkohol sebaiknya tidak digunakan oleh orang yang memiliki sensitivitas tinggi pada rongga mulutnya. Pasalnya, jika hal itu dilakukan, orang tersebut akan mengalami kondisi mulut kering yang parah, rasa terbakar, bahkan sampai bisa menyebabkan iritasi tenggorokan.

“Jadi mulai sekarang, Anda disarankan untuk lebih cermat lagi dalam memilih obat kumur atau mouthwash. Pilihlah yang tidak mengandung alkohol, atau yang kadar alkoholnya rendah,” drg. Wiena menegaskan.

Menurutnya, jika Anda perhatikan obat kumur yang dijual di pasaran memiliki fungsi yang berbeda-beda. Misalnya, obat kumur khusus menghilangkan plak gigi atau obat kumur yang fungsinya memang untuk menyegarkan napas.

Bila sedari awal tujuan Anda memakai obat kumur adalah untuk menghilangkan bau mulut, pilihlah obat kumur yang sesuai, agar manfaatnya optimal dan tidak menyebabkan efek samping pada mulut.

“Timbulnya masalah bau mulut saat puasa juga bisa dipicu oleh makanan yang Anda konsumsi saat sahur. Hindari makanan yang mengandung banyak bawang dan jangan merokok sebelum imsak. Dengan demikian risiko munculnya bau mulut saat puasa juga bisa diminimalkan,” pungkas drg. Wiena.

Pakai mouthwash atau obat kumur memang bisa membantu mengatasi permasalahan bau mulut saat puasa. Namun, Anda tidak dianjurkan untuk terlalu sering kumur pakai mouthwash karena malah bikin mulut kering dan berbagai efek samping merugikan lainnya.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar