Sukses

Ini Wanita yang Berisiko Terkena Kanker Serviks

Risiko terjadinya kanker serviks ternyata akan lebih besar menghampiri beberapa kelompok wanita. Anda perlu waspada.

Klikdokter.com, Jakarta Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan salah satu masalah kesehatan yang menjadi momok, khususnya bagi kaum hawa. Penyakit ini sering hadir tanpa disadari sehingga penderitanya tidak siap ketika kondisinya menjadi makin parah.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia WHO, kanker serviks merupakan jenis kanker yang menduduki peringkat 4 paling sering dialami oleh wanita. Lebih lanjut, kanker yang disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV) ini menempati peringkat nomor 2 jenis kanker tertinggi yang terjadi pada wanita Indonesia.

Umumnya, penularan HPV terjadi melalui hubungan seksual. Ketika virus tersebut masuk ke dalam sel-sel serviks, maka berpotensi menyebabkan kanker serviks. Selain itu, terdapat beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan wanita mengalami kanker serviks, sebagai berikut:

  • Bergonta ganti pasangan seksual

Penularan HPV biasanya terjadi melalui hubungan seksual. Dengan bergonta ganti pasangan seksual lebih dari satu, maka risiko wanita untuk terinfeksi HPV dan mengalami kanker serviks lebih besar.

  • Gangguan sistem kekebalan tubuh

Wanita dengan sistem kekebalan tubuh yang melemah lebih berisiko mengalami kanker serviks. Misalnya pada penyakit HIV/AIDS, penggunaan obat kortikosteroid, transplantasi organ, atau pengobatan kanker.

  • Hubungan seksual usia muda

Wanita yang berhubungan seksual pertama kali di usia yang lebih muda ternyata lebih berisiko mengalami kanker serviks.

  • Mengalami penyakit menular seksual

Wanita yang mengalami penyakit menular seksual lebih berisiko mengalami kanker serviks. Misalnya mengalami gonore, sifilis, chlamydia, atau pun HIV/AIDS.

  • Merokok

Wanita yang merokok lebih berisiko dua kali lipat mengalami kanker serviks dibandingkan wanita yang tidak merokok. Pasalnya, kandungan zat dalam rokok berpotensi membahayakan sel serviks dan berkontribusi dalam kejadian kanker serviks.

  • Konsumsi obat tertentu

Beberapa obat yang dikonsumsi wanita dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker serviks. Ada penelitian yang menyatakan bahwa konsumsi pil KB dalam jangka lama dapat meningkatkan risiko mengalami kanker serviks. Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut tentang hal ini.

Selain itu, konsumsi obat diethylstilbestrol (DES) – obat pencegah keguguran – juga dapat meningkatkan risiko kanker serviks. Oleh karena itu, konsultasikan penggunaan obat-obatan tersebut dengan dokter Anda.

Tentu saja untuk meminimalkan risiko terjadinya kanker serviks, setiap wanita harus menghindari faktor risiko di atas. Selain itu, ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya kanker serviks, di antaranya:

  • Melakukan vaksinasi

Vaksinasi HPV dianjurkan sebagai upaya pencegahan dari kanker serviks. Vaksinasi dapat diberikan pada wanita berusia 9-26 tahun. Pemberian vaksinasi ini dinilai paling efektif dilakukan ketika wanita belum aktif secara seksual.

  • Lakukan Pap Smear

Pemeriksaan pap smear berguna untuk mendeteksi kelainan sel serviks (pra kanker). Dengan begitu, jika ada kelainan pada serviks dapat segera diberi penanganan yang sesuai dan mencegah kemungkinan terjadinya kanker serviks. Pemeriksaan pap smear disarankan pada wanita sejak berusia 21 tahun.

Wanita berusia 21 sampai 29 tahun harus melakukan pap smear setiap 3 tahun sekali. Sedangkan, wanita berusia 30 sampai 65 tahun harus melakukan pap smear setiap 5 tahun sekali disertai pemeriksaaan penunjang lainnya, yaitu tes HPV. Tes HPV berguna untuk mencari adanya virus HPV pada jaringan serviks yang berpotensi menyebabkan kanker serviks.

  • Hubungan seksual secara aman

Hindari berhubungan seksual dengan lebih dari satu orang. Pasalnya, kondisi tersebut dapat meningatkan risiko penularan HPV yang berpotensi menyebabkan kanker serviks. Tidak hanya hubungan seksual penetratif alat kelamin, penularan HPV bisa melalui berbagai bentuk hubungan seksual seperti seks oral, seks anal, hingga penggunaan alat bantu seks.

  • Tidak merokok

Bagi wanita perokok segeralah berhenti merokok. Tidak hanya berpotensi merusak sel serviks, merokok juga dapat menghambat tubuh untuk melawan infeksi HPV yang terjadi.

Jadi, sudah tahu kan bahwa ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko wanita mengalami kanker serviks. Namun, Anda jangan khawatir dulu. Sebelum kanker serviks menghampiri Anda, lakukan beberapa upaya pencegahan yang dianjurkan di atas, dengan sebaik mungkin. Hal penting lainnya yang perlu Anda lakukan adalah, cek kesehatan rutin ke dokter. Dengan demikian, dokter bisa memberikan penanganan yang tepat terkait pencegahan atau pengobatan lebih awal jika Anda terindikasi mengalami kanker serviks.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar