Sukses

Tanda-Tanda Rheumatoid Artritis Dapat Muncul Dini?

Rheumatoid artritis adalah penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan pada sendi. Apakah tanda-tandanya dapat muncul dini?

Klikdokter.com, Jakarta Penyakit autoimun rheumatoid artritis menyerang sendi dan menyebabkan keluhan yang dapat mengganggu aktivitas. Berdasarkan penjelasan dari dr. Alvin Nursalim, SpPD, dari KlikDokter, rheumatoid artritis bisa menyerang beberapa bagian tubuh.

“Area tubuh yang paling sering terkena adalah tangan, pergelangan tangan, kaki, dan lutut. Meski demikian, penyakit ini juga bisa menyerang area lain seperti paru-paru, pembuluh darah, dan kulit,” jelas dr. Alvin.

Tanda-tanda rheumatoid artritis bisa diketahui secara dini?

Kesulitan dalam aktivitas sehari-hari penderita antara lain saat mengenakan atau melepaskan pakaian, berjalan, hingga makan. Menurut hasil penelitian yang akan diterbitkan dalam jurnal medis “Mayo Clinic Proceedings” bulan Juni mendatang, itu semua bisa terlihat 1 atau 2 tahun sebelum penderita terdiagnosis.

Untuk studi ini, peneliti mengamati 586 pasien rheumatoid artritis dan 531 orang tanpa peneliti tanpa penyakit tersebut. Data diambil dari catatan medis Rochester Epidemiology Project.

Ditemukan bahwa tingkat kecacatan fungsional dua kali lebih tinggi pada pasien rheumatoid artritis. Pada sebagian besar kelompok umur, pasien rheumatoid artritis tingkat kecacatan fungsional sebesar 15 persen atau lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak menderitanya.

“Ini merupakan temuan baru yang cukup menarik,” kata penulis utama studi Dr. Elena Myasoedova, ahli reumatologi dari Mayo Clinic, Amerika Serikat, seperti dikutip di WebMD.

“Ini dapat mencerminkan akumulasi gejala antara waktu onset pertama dan waktu yang diperlukan bagi penyedia layanan untuk mendiagnosis pasien,” lanjutnya dalam sebuah rilis.

Studi ini juga menemukan bahwa ada peningkatan kronis tingkat kesulitan dengan kegiatan sehari-hari (cacat fungsional) yang berlanjut, bahkan setelah pasien terdiagnosis dan memulai perawatan.

Penyebabnya bisa karena sejumlah faktor, meliputi peningkatan rasa sakit fisik dan mental, terapi seperti glukokortikoid dan antidepresan, dan lain-lain.

1 dari 2 halaman

Gejala rheumatoid artritis lainnya

Di Indonesia, data dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa reumatoid artritis masuk daftar penyakit tidak menular paling banyak terdiagnosis sepanjang paruh pertama tahun 2018. Urutannya adalah hipertensi, diabetes tipe 2, obesitas, rheumatoid artritis, dan asma bronkial.

Karena penyakit ini dapat menghambat aktivitas, maka sudah sepatutnya Anda lebih waspada. Berikut ini adalah gejala yang akan muncul pada tahap awal.

1. Nyeri sendi

Khasnya adalah rasa sakit yang berdenyut dan sering dirasakan lebih buruk pada pagi hari atau setelah berhenti beraktivitas. “Nyeri biasanya muncul di tangan, kaki, dan kedua lutut,” sebut dr. Alvin.

2. Kekakuan sendi

Sendi yang terkena rheumatoid artritis bisa terasa kaku. Penderita akan kesulitan mengepalkan atau membengkokkan jari sepenuhnya. Kekakuan juga sering kali lebih parah dirasakan pada pagi hari atau setelah penderita berhenti beraktivitas, bisa berlangsung lebih dari 30 menit.

3. Pembengkakan

“Karena merupakan penyakit autoimun, maka rheumatoid artritis rentan mengakitbatkan kerusakan pada sendi. Lapisan sendi yang terserang akan meradang, sehingga sendi jadi bengkak dan terasa panas,” kata dr. Alvin menjelaskan.

Pada bagian sendi yang bengkak, jaringan kapsul yang melapisi sendi (sinovium) dan tulang lunak yang melapisi sendi akan mengalami kerusakan.

Peradangan jaringan sinovium yang berlebihan akan membengkak (istilah medisnya adalah pannus). Kondisi ini juga disertai penghancuran tulang rawan, tulang, tendon, ligamen, dan pembuluh darah.

4. Kemerahan di bagian sendi

Akibat peradangan, sendi yang terkena akan memerah yang menandakan adanya infeksi sendi. “Karena terjadi infeksi, penderita akan mengeluhkan nyeri dan sulit bergerak,” ujar dr. Alvin.

5. Nodul rheumatoid

Nodul rheumatoid adalah benjolan keras yang muncul pada bagian subkutan (di bawah kulit). Sekitar 20 persen pasien rheumatoid artritis mengalaminya. Nodul ini biasanya terjadi pada sendi yang mengalami trauma, seperti sendi jari dan siku. Terkadang, nodul ini dapat terjadi di tempat lain seperti bagian belakang tumit dan dapat menyebabkan rasa sakit.

Menurut hasil studi, tanda-tanda rheumatoid artritis dapat muncul dini, dan ini mungkin dapat membantu diagnosis dini. Semakin dini penyakit ditangani dengan pengobatan yang ada, maka kecacatan yang disebabkan penyakit ini ini bisa dicegah. Kualitas hidup penderita pun tetap terjaga.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar