Sukses

Puasa Saat Hamil Muda, Amankah bagi Janin?

Ibu hamil trimester pertama perlu banyak nutrisi. Lalu bagimana jika puasa saat hamil muda? Apakah ini juga aman untuk janin? .

Klikdokter.com, Jakarta Anda baru saja dinyatakan hamil oleh dokter? Selamat, ya! Untuk Anda yang sebelumnya  sudah puasa, mungkin Anda bertanya-tanya apakah tetap perlu melanjutkannya atau tidak. Apalagi puasa hanya dijalani sekali dalam setahun. Artikel ini akan menjawab pertanyaan Anda apakah puasa saat hamil muda aman bagi janin.

Dengan larangan makan dan minum selama kurang lebih 13 jam, tentu banyak wanita yang sedang hamil muda ragu. Ragu apakah puasa tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi kehamilan dan janin atau tidak.

Dari sisi agama sendiri, puasa memang hukumnya wajib. Namun, ada pengecualian yang salah satunya ditujukan bagi ibu hamil. Mereka dibolehkan untuk tidak berpuasa dan “membayar” puasanya nanti setelah melahirkan. Meski demikian, tak sedikit ibu hamil yang tetap ingin berpuasa.

Kondisi kehamilan yang berisiko tinggi dan tidak disarankan untuk puasa

Sebelum memutuskan untuk berpuasa, wanita yang hamil muda perlu memperhatikan kondisi tubuh, apakah kuat atau tidak. Karenanya, diperlukan konsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk mengetahui apakah kondisi tubuh memungkinkan atau tidak.

Masalahnya, ada beberapa kondisi ibu hamil yang dianggap berisiko tinggi, sehingga tidak disarankan untuk berpuasa. Suatu kehamilan dianggap memiliki risiko tinggi apabila:

  • Usia kehamilan terlalu muda
  • Usia kehamilan terlalu tua
  • Kehamilan kembar
  • Kehamilan disertai penyakit (misalnya tekanan darah tinggi, gula darah, dan anemia)
  • Kehamilan dengan status gizi ibu yang buruk
  • Pada saat pemeriksaan ditemukan pertumbuhan janin terhambat  

Pada dasarnya, tidak ada patokan usia kehamilan ibu karena harus disesuaikan dengan kondisi ibu hamil itu sendiri.

Jika Anda sedang hamil muda dan sudah tak lagi mengalami mual dan muntah, Anda boleh ikut berpuasa. Jika kehamilan sudah menginjak trimester kedua, masa ini dianggap paling aman untuk ibu hamil berpuasa, dengan catatan asupan makanan dan cairan terpenuhi dengan baik saat sahur dan berbuka.

Apabila sudah hamil tua, yaitu trimester ketiga dan sudah mendekati hari persalinan, sebaiknya tunda dulu berpuasa. Pasalnya, ibu hamil memerlukan energi yang lebih besar untuk melahirkan nanti.

1 dari 2 halaman

Tanda bahaya yang harus diwaspadai

Setelah melakukan konsultasi, patuhi semua anjuran dari dokter. Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan tanda bahaya yang mengharuskan ibu hamil untuk mengentikan puasanya.

Beberapa kondisi yang harus diwaspadai adalah sebagai berikut:

  • Apabila selama berpuasa berat badan tidak mengalami kenaikan, ibu hamil harus stop berpuasa. Berat badan yang disarankan adalah 0,5 kg setiap minggu.
  • Apabila merasa lemas dan pusing dan tidak teratasi setelah beristirahat, sebaiknya ibu hamil segera berhenti puasa.
  • Terjadi perubahan pada gerakan janin.
  • Muncul kontraksi terus-menerus.

Tips sehat dan aman ibu hamil berpuasa

Selain memperhatikan tanda bahaya di atas, lakukan juga tips ini agar puasa dan kesehatan tubuh sama-sama terjaga.

  • Pastikan menu makanan bergizi sehat dan seimbang saat sahur dan berbuka puasa. Tambah asupan protein dan karbohidrat kompleks agar perut kenyang lebih lama. Misalnya dari gandum, sayuran segar, daging yang dimasak matang, telur, ikan, dan kacang-kacangan.
  • Cukupi kebutuhan cairan tubuh saat sahur dan berbuka. Minumlah air putih minimal 1,5 liter per hari. Hindari minuman berkafein seperti teh, kopi, dan soft drink yang mudah menyebabkan dehidrasi.
  • Perbanyak sayur dan buah. Vitamin dan mineral yang ada di dalamnya sangat dibutuhkan tubuh untuk melindunginya dari berbagai macam penyakit yang bisa menyerang saat berpuasa.
  • Perbanyak istirahat dan kurangi aktivitas yang menguras tenaga.

Jadi, puasa saat hamil muda boleh saja dan aman untuk janin, asal kondisi tubuh prima, bisa memenuhi kebutuhan gizi saat hamil, dan tentu saja sudah diizinkan oleh dokter. Semoga ibadah puasa dan kehamilan Anda lancar, ya, Bu!

(RN/ RVS)

1 Komentar