Sukses

Tips agar Anak Tetap Semangat di Puasa Pertamanya

Anak Anda baru pertama kali melakukan ibadah puasa? Yuk, simak caranya agar si Kecil semangat menjalani puasa pertamanya!

Klikdokter.com, Jakarta Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga dari subuh hingga magrib, tapi juga harus sabar, menahan nafsu dan juga emosi. Selain untuk ibadah, puasa juga merupakan saat yang tepat untuk berbuat baik kepada sesama. Untuk mengajarkan anak berpuasa, Anda membutuhkan trik khusus agar puasa pertama tak membuat si Kecil kapok.

Puasa mungkin akan terkesan berat sebelum anak Anda mencoba melakukannya. Karena melihat orang tuanya tidak makan dan minum dari pagi hingga sore. Apalagi kalau si Kecil hobi ngemil atau punya segudang aktivitas. Namun, tidak ada salahnya memperkenalkan dan mengajari si Kecil untuk berpuasa.

Meski demikian, Anda tidak perlu khawatir. Karena ketika anak melihat orang tuanya berpuasa, mereka juga akan penasaran dan merasa tertantang untuk melakukan hal-halyang dilakukan orang dewasa.

Berikut ini adalah tips agar anak tetap semangat di puasa pertamanya:

1. Menjelaskan tujuan puasa

Anda bisa menjelaskan makna dari bulan Ramadan dan tujuan puasa lewat cerita menarik seperti kisah nabi. Selain itu, Anda juga bisa mengajarkan anak bahwa menahan lapar dan haus seharian merupakan bentuk tenggang rasa bagi orang yang kurang beruntung.

Selain itu jangan lupa juga untuk menjelaskan tradisi dari puasa seperti sahur, hal yang membatalkan puasa, ngabuburit, berbuka puasa, dan tarawih. Dengan mengetahui tujuannya, si Kecil akan penasaran untuk berpuasa daripada sekadar “disuruh oleh orang tua”.

2. Sahur yang cukup

Sama halnya dengan orang dewasa, sahur yang cukup dan bergizi lengkap perlu bagi anak yang akan melakukan puasa pertamanya. Hindari makanan tinggi garam dan gula karena akan menyebabkan dehidrasi saat berpuasa. Sajikan makanan tinggi serat seperti sayur dan buah untuk anak agar ia lebih lama kenyang.

3. Belajar puasa secara bertahap

Jangan paksakan anak untuk berpuasa hingga magrib pada puasa pertamanya. Anda dapat mengajarkan si Kecil untuk berpuasa hingga tengah hari dan lakukan bertahap pada puasa-puasa berikutnya, tergantung kemampuan dan keinginan anak.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

4. Jadilah contoh yang baik

Anak pastinya akan melihat Anda sebagai panutan saat berpuasa. Maka sebaiknya Anda tidak mengeluh haus atau lapar, karena anak juga bisa menirunya. Ajarkan anak untuk beramal, beribadah dan melakukan puasa secara ikhlas.

5. Berikan semangat

Ingatkan kembali tujuan berpuasa dan semangati anak setiap kali hampir menyerah. Misalnya, katakan, “Tinggal dua jam lagi, semangat ya!” Tapi ingat, tidak boleh terlalu dipaksakan, ya.

6. Alihkan perhatian anak

Beri anak kesibukan untuk mengalihkan perhatiannya agar ia lupa akan rasa lapar dan dahaga. Anda bisa mengajaknya membaca buku bersama, menonton video, menggambar dan mewarnai, mengajak bermain game, tidur siang, atau mengajak menyiapkan makanan menjelang berbuka.

Tapi perlu diingat, sebaiknya Anda tidak mengajak si Kecil melakukan aktivitas yang berlebihan karena akan membuat ia kelelahan.

7. Sajikan makanan favorit untuk berbuka

Dengan menyediakan makanan favorit si Kecil saat berbuka, ia akan lebih bersemangat menjalani puasa pertama karena ada motivasi untuk sebuah tujuan yang ingin dicapai.

8. Beri penghargaan

Berikan pujian bagi anak setiap berhasil melakukan puasa. Tidak ada salahnya memberikan penghargaan berupa hadiah atau uang di akhir bulan Ramadan atau saat Lebaran. Tetapi perlu diingat, hindari memberikan anak hadiah yang berlebihan, karena nantinya ia bisa melakukan puasa dengan tujuan yang salah.

Menurut para ahli, usia yang ideal untuk puasa pertama anak adalah 6-7 tahun. Sebab, di usia tersebut anak sudah mulai memahami konsep agama dan bisa berpikir lebih logis. Jadi, pertimbangkan usia anak sebelum memutuskan mengajarkannya berpuasa.

Mengajarkan puasa pada anak sejak dini memang perlu untuk dilakukan. Agar anak tetap semangat menjalankan puasa pertamanya, ikutilah berbagai kiat di atas. Dan ingat, atur durasi puasa berdasarkan tingkat ketahanan anak saat berpuasa, ya.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar