Sukses

Bisakah Berhenti Diet Keto Tanpa Kenaikan Berat Badan?

Tidak sedikit orang yang enggan berhenti diet keto lantaran takut kembali mengalami kenaikan berat badan. Apakah Anda salah satunya?

Klikdokter.com, Jakarta Diet keto populer akan efektivitasnya dalam menurunkan berat badan. Sudah banyak orang yang mencoba metode diet ini dan sukses turun berat badan ke rentang ideal. Namun di balik itu, tak sedikit pula yang malah mengalami kenaikan berat badan, khususnya setelah berhenti melakoni diet keto.

Lantas, apakah memang diet keto harus dilakukan secara berkelanjutan agar berat badan tetap seimbang? Mungkinkah berhenti diet keto tanpa mengalami kenaikan berat badan?

Mengenal diet keto

Diet keto yang beredar di media sosial umumnya hanya menekankan asupan makan yang rendah karbohidrat namun tinggi lemak. Dengan mengadopsi diet yang demikian, maka asupan total kalori harian akan berkurang. Tentu saja, berat badan juga bisa berkurang.

Bila tubuh kekurangan gula darah (glukosa) yang didapatkan dari karbohidrat, maka tubuh akan membakar senyawa lain, misalnya lemak. Bila cadangan lemak di tubuh berkurang, otomatis berat badan juga akan berkurang. Namun, bila diterapkan dalam jangka panjang, hal ini bisa berbahaya.

Faktanya, diet keto dalam jangka panjang alias tanpa pengawasan dokter malah akan meningkatkan risiko terjadinya berbagai masalah kesehatan. Hal ini disebabkan oleh karena tubuh manusia setiap harinya membutuhkan karbohidrat.

Organ tubuh, seperti otak misalnya, mutlak membutuhkan karbohidrat supaya dapat bekerja dengan baik. Berbeda dengan organ tubuh lainnya, otak hanya bisa menggunakan bahan bakar berupa glukosa.

Berhenti diet keto tanpa kenaikan berat badan

Pada prinsipnya, bila asupan kalori total berkurang, maka berat badan juga akan menurun. Sedangkan, bila asupan kalori total kembali seperti semula atau bahkan bertambah, maka berat badan juga akan meningkat.

Hal yang perlu diingat adalah bahwa metode diet bukanlah solusi jangka pendek, melainkan perubahan gaya hidup yang perlu dilakukan secara berkelanjutan. Ini artinya, penurunan jumlah kalori melalui pembatasan makanan yang dikonsumsi sebaiknya dilakukan secara terus-menerus. Jadi, ketika berat badan yang diinginkan telah tercapai, Anda tetap wajib melakukan fase “pemeliharaan”.

Bagaimana caranya? Yaitu dengan penyesuaian jumlah kalori yang masuk ke tubuh dan olahraga. Penelitian membuktikan bahwa olahraga dapat membantu membakar lebih banyak kalori, sehingga tumpukan lemak di dalam tubuh dapat berkurang. Olahraga akan menambah jumlah kalori yang dibuang dibandingkan aktivitas harian biasa.

Olahraga seperti apa yang dianjurkan? Jenis olahraga kardio, seperti lari dan bersepeda dapat dilakukan dalam waktu 45 menit. Lakukan jenis olahraga ini minimal 4 hingga 5 kali dalam seminggu.

Bagaimana dengan olahraga angkat beban? Boleh-boleh saja dilakukan, namun tujuannya adalah untuk mengembalikan, mengencangkan, dan membentuk otot, bukan untuk menurunkan berat badan.

Kesimpulannya, Anda bisa berhenti diet keto tanpa khawatir mengalami lonjakan berat badan. Namun untuk mewujudkan hal ini, Anda tetap perlu menyesuaikan jumlah kalori yang masuk ke tubuh dan melakukan olahraga secara rutin. Jika abai atau lalai, bukan tidak mungkin berat badan akan kembali melonjak tinggi.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar