Sukses

Sahur Makan Mi Instan, Sehatkah?

Mi instan sering dijadikan sebagai pilihan menu sahur karena praktis dan nikmat di lidah. Apakah pilihan menu sahur ini sehat?

Klikdokter.com, Jakarta Memilih menu sahur itu susah-susah gampang. Sebagian orang yang berpuasa akan langsung memilih mi instan sebagai makanan sahur karena terhitung praktis penyajiannya. Sedangkan yang lain mungkin lebih memilih menghangatkan makanan sisa makan malam, atau membuat tumis-tumis sayuran.

Tidak dimungkiri, mi instan memang mudah disajikan dan punya rasa yang nikmat. Tinggal dimasak di air mendidih selama beberapa menit, Anda bisa langsung menyantapnya. Dengan kandungan karbohidrat yang tinggi, mi instan diharapkan bisa bikin kenyang sehingga memungkinkan seseorang untuk menahan lapar hingga waktunya berbuka puasa.

Mi instan mengandung karbohidrat sederhana

Sayangnya, apa yang diharapkan dari makan mi instan saat sahur tidak sejalan dengan pendapat medis. Sebab, mi instan mengandung karbohidrat sederhana yang hanya memberikan rasa kenyang selama beberapa saat. Ya, Anda akan cepat lapar kembali meski baru saja melahap mi instan.

"Mi instan mengandung karbohidrat sederhana. Jadi, mi instan cepat menaikkan gula darah, tapi turunnya juga cepat. Ini artinya, orang yang sahur dengan mi instan akan merasa cepat lapar," ungkap dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter.

"Mi intsan juga mengandung natrium atau garam yang tinggi. Nah, natrium itu sifatnya menyedot air. Jadi, nanti orang yang sahur dengan mi instan akan lebih mudah haus. Intinya, makan mi instan hanya akan memberikan efek kenyang sebentar. Anda akan merasa cepat lapar dan kehausan, jadi puasa ikutan terhambat," lanjutnya.

Daripada makan mi instan, akan lebih baik bila Anda mengonsumsi menu yang lebih sehat untuk sahur misalnya sayur atau daging. Karena meski kalorinya tinggi, makanan tersebut juga bikin kenyang lebih lama karena mengandung karbohidrat kompleks yang lambat dicerna tubuh.

Mi instan picu beberapa jenis penyakit

Mengonsumsi mi instan tidak boleh dilakukan terlalu sering. Alasannya karena mi instan bisa meningkatkan risiko penyakit yang justru merugikan Anda.

Beberapa jenis penyakit yang bisa dipicu oleh konsumsi mi instan yang berlebihan antara lain:

  • Penyakit jantung

Berdasarkan penelitian di Korea Selatan, mengonsumsi mi instan lebih dari 1 porsi per bulan meningkatkan risiko terjadinya hipertrigliseridemia hampir 3 kali lipat. Hipertrigliseridemia adalah peningkatan lemak jahat yang dapat menyumbat pembuluh darah, termasuk pembuluh darah di jantung.

Saat pembuluh darah jantung tersumbat, organ vital ini perlu bekerja dengan lebih keras untuk mempompa darah ke seluruh tubuh. Jika keadaan ini terus berlangsung, jantung akan kelelahan hingga akhirnya mengalami gangguan fungsi. Sebagai akibatnya, terjadilah penyakit jantung koroner, gangguan irama jantung atau bahkan serangan jantung.

  • Tekanan darah tinggi

Bumbu yang menghasilkan rasa umami pada mi instan memiliki kandungan garam (natrium) yang tinggi. Seperti diketahui, tingkat konsumsi garam yang tinggi berbanding lurus dengan peningkatan risiko penyakit tekanan darah tinggi alias hipertensi.

Setelah mengetahui fakta medis tersebut, apakah Anda masih berkeinginan untuk makan mi instan saat sahur? Menu makanan sehat masih sangat dianjurkan untuk makan sahur agar daya tahan tubuh sepanjang hari selalu terjaga.

(NB/ RVS)

1 Komentar