Sukses

Selain Cacar Monyet, 4 Penyakit Ini Ditularkan oleh Monyet

Di samping cacar monyet, ada beberapa penyakit lain yang ditularkan oleh hewan primata ini. Penyakit apa saja?

Klikdokter.com, Jakarta Masuknya cacar monyet ke Singapura membuat negara-negara tetangga, termasuk Indonesia, memperketat pengawasan khususnya di Batam. Meski belum diketahui pasti sumber penularannya, tetapi diduga berasal dari hewan, salah satunya monyet.

Yuk ketahui selengkapnya apa saja penyakit yang dapat ditularkan oleh hewan primata ini.

  • Cacar monyet

Menurut data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), cacar monyet (monkeypox) pertama kali ditemukan pada tahun 1958. Pada waktu itu, terjadi kasus mirip cacar yang dialami sekelompok monyet untuk riset medis.

Gejalanya mirip dengan infeksi virus lainnya, yaitu demam, nyeri otot, nyeri kepala, menggigil, disertai ruam, benjolan atau lenting pada kulit yang dimulai dari area wajah menyebar ke badan. Penularan dari monyet ke manusia diduga ketika manusia berkontak langsung dengan monyet atau hewan yang terinfeksi.

  • Virus herpes B

Meski sangat jarang terjadi, infeksi virus herpes B dapat ditularkan dari monyet ke manusia. Penularan terjadi melalui gigitan atau cakaran monyet yang terinfeksi, melalui jaringan atau cairan tubuh monyet yang masuk ke kulit manusia yang terluka.

Pada tahun 1997, CDC melaporkan ada seorang peneliti yang meninggal dunia akibat infeksi virus herpes B setelah matanya tidak sengaja terciprat cairan tubuh monyet yang terinfeksi. Gejala awalnya bisa berupa demam, nyeri otot, nyeri kepala, sesak, luka di kulit, kerusakan otak, bahkan meninggal dunia.

1 dari 4 halaman

Selanjutnya

  • Rabies

Rabies adalah penyakit infeksi yang menyerang susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies. Penyakit ini tergolong zoonosis, yaitu dapat ditularkan dari hewan ke manusia.

Virus rabies ditularkan ke manusia melalu gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi, misalnya monyet, anjing, kucing, rakun, atau kelelawar. Gejala rabies biasanya timbul dalam waktu 3-12 minggu setelah terinfeksi.

Gejalanya bisa berupa demam tinggi, nyeri kepala, penurunan kesadaran, halusinasi, spasme atau kejang otot, kesulitan menelan, produksi air liur berlebih, hingga bisa hilang nyawa. Bila terinfeksi rabies, segera cari pertolongan medis. Rabies dapat diobati, tetapi harus dilakukan sedini mungkin sebelum menginfeksi otak dan menimbulkan gejala. 

2 dari 4 halaman

Selanjutnya (2)

  • Tuberkulosis (TBC)

Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi kuman Mycobacterium tuberculosis. Sifatnya sistemik, yang dapat menimbulkan gejala pada hampir semua organ tubuh. Lokasi terbanyak adalah di paru, yang bisanya merupakan tempat infeksi primer.

TBC dapat ditularkan melalu droplet di udara. Sama seperti manusia, hewan seperti monyet juga bisa terinfeksi TBC dan menularkannya ke manusia. Gejalanya yang muncul umumnya batuk lebih dari 3 minggu, batuk darah, sesak napas, nyeri dada, berat badan turun, hilang nafsu makan, berkeringat pada malam hari, demam yang tidak tinggi, dan mudah lelah.

3 dari 4 halaman

Selanjutnya (3)

  • Ebola

Ebola adalah penyakit yang kasusnya jarang, tetapi sangat mematikan apabila terjadi pada manusia dan hewan primata. Kasus ini banyak dilaporkan di negara-negara Afrika sub-Sahara.

Manusia dapat terinfeksi virus ebola melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi (monyet, kera, simpanse, kelelawar) atau orang yang terinfeksi virus tersebut.

Gejala ebola meliputi demam, nyeri kepala hebat, nyeri otot, lemah lesu, diare, muntah, nyeri perut, perdarahan, hingga bisa putus nyawa. Hingga detik ini, belum ada vaksin atau pengobatan yang terbukti efektif untuk menyembuhkan ebola.

Monyet termasuk hewan liar yang tidak disarankan untuk dijadikan hewan peliharaan. Kontak langsung dengan monyet yang status kesehatannya belum diketahui tak hanya dapat berisiko membuat Anda tertular cacar monyet, tetapi juga dapat membuat Anda berisiko tertular penyakit lainnya seperti ebola, TBC, dan virus herpes B.

Saat ini penyakit cacar monyet sedang dikhawatirkan mewabah. Tindakan antisipasi dan pencegahan sudah seharusnya dilakukan. Namun demikian, jangan lupakan pula ada beberapa penyakit lain yang rentan ditularkan oleh monyet. Jadi, kewaspadaan perlu selalu ditingkatkan.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar