Sukses

Ibu Menyusui Boleh Puasa, Ini Tipsnya

Sebenarnya ibu menyusui boleh puasa atau tidak sih? Jika tak yakin, ikuti tips di bawah ini agar kondisi kesehatan Anda terjaga.

Klikdokter.com, Jakarta Untuk ibu menyusui, puasa Ramadan bisa dilematik. Di satu sisi ingin ikut beribadah karena hanya setahun sekali, tapi di sisi lain khawatir puasa akan memengaruhi kebutuhan gizi dan produksi ASI. Sebetulnya ibu menyusui boleh puasa, tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Beberapa hal memang perlu dipertimbangkan, seperti usia bayi dan kondisi kesehatan ibu menyusui secara umum. Bila Anda sedang menyusui bayi 6 bulan tentu berbeda dengan bayi usia 1 tahun, sehingga kebutuhan kalori harus disesuaikan.

Selain itu, bila ibu sebelumnya punya riwayat kondisi medis seperti anemia, mungkin perlu penyesuaian untuk asupan zat gizinya. Namun di luar itu, ibu menyusui tetap bisa menjalankan ibadah puasa.

Naluri alami seorang ibu tentu ingin memberikan yang terbaik untuk bayi. Kekhawatiran bahwa puasa akan memengaruhi asupan nutrisi dan produksi ASI itu wajar.

Harus bisa memenuhi kebutuhan nutrisi

Mengenai ini, dr. Alvin Nursalim, SpPD, dari KlikDokter mengatakan bahwa keputusan untuk puasa atau tidak kembali kepada si ibu. Menurutnya, tidak ada larangan untuk berpuasa bagi ibu menyusui asalkan memenuhi beberapa syarat.

"Untuk menentukan puasa atau tidak, itu keputusan ibu sendiri. Kalau dari penelitian medis, puasa yang dilakukan dalam jangka panjang hingga menyebabkan dehidrasi dan berat badan turun, itulah yang bisa menurunkan produksi ASI,” jelas dr. Alvin.

"Jika puasa selama 12-14 jam sehari dan ibu menyusui bisa memenuhi kebutuhan nutrisinya dari jam buka puasa hingga sahur, tidak mengalami dehidrasi, dan tidak ada pengurangan produksi ASI, maka tidak masalah jika berpuasa,” lanjutnya.

Paling utamanya, ibu menyusui harus memenuhi kebutuhan cairan dalam rentang waktu buka puasa hingga sahur. Ini karena cairan dalam tubuh penting untuk komponen ASI.

Nutrisi yang harus dipenuhi ibu menyusui adalah karbohidrat, protein, dan lemak. Jangan sampai lupa akan pentingnya serat, vitamin, dan mineral lewat asupan sayur dan buah.

"Harus cukup cairan karena memang cairan penting untuk komponen produksi ASI. Makanan harus mengandung karbohidrat, protein, lemak, cukup sayur dan buah. Khusus untuk karbohidrat, protein, dan lemak perannya sangat penting karena merupakan komponen dari ASI. Sementara, sayur dan buah wajib dikonsumsi karena kaya akan vitamin dan mineral," kata dr. Alvin memaparkan.

Selain itu, dr. Alvin juga menyarankan ibu menyusui untuk rajin makan nasi merah, ikan, dan telur. Ketiga jenis makanan tersebut bisa membuat kebutuhan nutrisi tercukupi selama berpuasa, yang bisa dikonsumsi saat berbuka dan/atau sahur.

Ibu berpuasa, apa dampaknya bagi bayi?

Sejauh ini tidak ada dampak signifikan dari ibu yang berpuasa bagi bayi. Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, tubuh ibu tetap dapat menghasilkan ASI dalam jumlah yang sama meski dirinya sedang berpuasa. Kandungan gizi di dalam ASI mungkin akan sedikit berubah, tetapi tidak terlalu signifikan.

"Saat berpuasa, tubuh ibu juga akan menyesuaikan pola metabolisme, sehingga tetap dapat memproduksi ASI dengan kualitas terbaik. Dengan demikian, yakinlah bahwa ASI yang diproduksi tetap bergizi tinggi," ungkap dr. Sepriani.

Lantas, apakah berat badan bayi akan turun saat ibu menyusui berpuasa?

Nah, ini juga perlu diluruskan. Juga dikatakan oleh dr. Sepriani, berdasarkan penelitian berat badan bayi tidak akan terdampak jika ibu menyusui berpuasa.

Kesimpulannya, ibu menyusui boleh puasa asal tetap dapat memenuhi kebutuhan nutrisi dan tidak ada kondisi medis tertentu. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk berpuasa saat menyusui. Jika kondisi Anda baik dan sudah mengantongi izin dari dokter, menyusui bukanlah penghalang Anda berpuasa.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar