Sukses

Kenali Waktu Terbaik untuk Makan Buah

Banyak orang menganggap buah bisa dimakan kapan saja. Faktanya, ada waktu konsumsi terbaik agar nutrisi dari buah bisa didapat optimal.

Tak sedikit orang yang menganggap buah sebaiknya dikonsumsi pada waktu tertentu. Hal ini dilakukan agar vitamin, mineral, serat, dan manfaat lainnya bagi tubuh bisa diperoleh secara optimal. Ada yang menyarankan konsumsi buah di pagi hari sebelum makan apa pun, ada pula yang menganjurkan konsumsi buah sesaat sebelum makan.

Manakah yang benar? Mari kita bahas lebih lanjut mengenai waktu terbaik makan buah.

 

1 dari 3 halaman

Waktu yang Tepat untuk Mengonsumsi Buah

Banyak informasi yang beredar mengenai waktu terbaik konsumsi buah. Namun, sampai sekarang belum ada penelitian medis yang dapat mendukung hal tersebut. Jika Anda ingin membuat waktu khusus makan buah, Anda dapat menerapkan jadwal seperti berikut ini.

1. Pagi Hari

Pagi hari dapat dijadikan sebagai waktu untuk makan buah-buahan. Setelah bangun tidur, Anda dapat memilih anggur, kiwi, jeruk bali, apel, atau nanas untuk dikonsumsi. Namun, tetap perhatikan pemilihan buah dengan kesehatan lambung Anda.

2. Siang Hari

Alih-alih mencari kudapan yang siap saji, Anda dapat memilih buah-buahan sebagai kudapan pagi menjelang siang.

Artikel Lainnya: Inilah Batasan Makan Buah Sesuai Anjuran Medis

3. Malam Hari

Sambil menunggu makan malam siap, Anda dapat mengonsumsi buah-buahan sekitar 10 atau 15 menit sebelum makan.

Sejatinya, mengonsumsi buah dapat dilakukan sepanjang hari, tanpa ada rekomendasi waktu yang tepat makan buah. Manfaat yang dapat diperoleh dari buah bagi kesehatan tubuh juga sama jika dikonsumsi di setiap waktu.

2 dari 3 halaman

Mitos Makan Buah

Berikut ini beberapa mitos mengenai makan buah yang perlu Anda ketahui:

Mitos 1: Jangan Makan Buah Saat Perut sedang Kosong

Konsumsi buah saat perut kosong dianggap dapat meningkatkan produksi asam lambung. Terlebih pada orang yang memiliki riwayat sakit lambung dan konsumsi buah yang bersifat asam.

Selain itu, ada anggapan bahwa konsumsi buah saat perut kosong bisa memperlambat proses pencernaan. Akibatnya buah dapat menetap lebih lama di dalam lambung, terfermentasi, dan "membusuk".

Pernyataan ini tidak sepenuhnya salah. Orang yang memiliki riwayat sakit lambung memang tidak disarankan untuk mengonsumsi buah yang bersifat asam.

Kandungan serat yang terdapat di dalam buah memang dapat memperlambat pengosongan lambung. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan pada Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition, konsumsi serat dapat memperlambat pengosongan lambung dari 72 menit menjadi 86 menit.

Artikel Lainnya: Daftar Buah yang Mengandung Likopen dan Manfaatnya bagi Tubuh

Namun, meskipun pengosongan lambung terjadi lebih lama, tidak akan memicu reaksi pembusukan. Proses fermentasi membutuhkan peran bakteri, sedangkan kondisi lambung yang begitu asam akan menghambat pertumbuhan bakteri.

Oleh karena itu, tidak masalah mengonsumsi buah saat perut kosong. Kandungan serat di dalamnya dapat membantu Anda merasa kenyang lebih lama.

Mitos 2: Makan Buah Sebelum atau Sesudah Makan Bisa Turunkan Kadar Nutrisinya

Tubuh manusia memiliki proses metabolisme yang begitu baik, termasuk dalam proses pencernaan. Proses penyerapan nutrisi dimulai dari usus halus yang memiliki panjang hingga 6 meter dan luas permukaan 30 m2, membuat penyerapan sari makanan dapat dilakukan dengan baik oleh tubuh.

Oleh karena itu, meskipun dikonsumsi sebelum maupun sesudah makan, penyerapan makanan akan tetap berlangsung dengan baik (selama tidak memiliki riwayat penyakit tertentu yang dapat memengaruhi proses penyerapan pada saluran pencernaan).

Mitos 3: Waktu Terbaik Makan Buah Adalah pada Siang Hari

Mitos ini didasari oleh adanya anggapan bahwa metabolisme tubuh akan melambat pada siang hari. Konsumsi makanan tinggi gula dianggap dapat meningkatkan kadar gula dalam darah dan "membangunkan" sistem pencernaan tubuh.

Artikel Lainnya: Kenali Manfaat Aneka Jenis Buah Berry bagi Kesehatan Anda

Faktanya, konsumsi makanan apa pun yang mengandung karbohidrat dapat menghasilkan glukosa dan meningkatkan kadar gula dalam darah. Baik dikonsumsi pada pagi, siang, sore maupun malam hari.

Mitos 4: Diabetesi Sebaiknya Makan Buah 1-2 Jam Sebelum Makan Porsi Besar

Penderita diabetes sering kali mengalami gangguan pada saluran pencernaan, seperti mudah begah, sulit buang air besar, dan lainnya.

Sampai saat ini, tidak ada bukti ilmiah yang mengatakan bahwa konsumsi buah dapat mengatasi atau memperberat masalah saluran cerna pada penyandang diabetes. Namun yang harus diperhatikan adalah pilihan jenis buah yang mungkin dapat meningkatkan kadar gula dalam darah secara cepat.

Lebih disarankan konsumsi buah dikombinasikan dengan makanan lain yang tinggi protein, serat, dan lemak. Hal ini dilakukan untuk membantu memperlambat pengosongan lambung sehingga peningkatkan kadar gula dalam darah tidak melonjak secara cepat.

Pada dasarnya, tidak ada waktu terbaik untuk makan buah. Dikonsumsi pada waktu kapanpun sepanjang hari akan memberikan manfaat yang sama bagi tubuh. Oleh karena itu, buah dapat dikonsumsi saat perut kosong maupun setelah makan, baik di pagi, siang, sore, maupun malam hari.

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar topik ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter kami melalui fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter. Gratis!

[FY/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar