Sukses

6 Tips Tetap Aktif Olahraga Saat Puasa

Siapa bilang olahraga saat puasa itu berat? Dengan trik yang tepat, Anda akan tetap bisa olahraga meski sedang menjalankan ibadah puasa.

Klikdokter.com, Jakarta Mungkin opini populernya, “boro-boro olahraga, bisa survive beraktivitas sambil puasa selama 13 jam saja sudah berat!” Ya, olahraga saat puasa memang sering dihindari. Padahal, aktivitas ini tetap dianjurkan, apalagi jika sebelumnya Anda rutin melakukannya.

Berolahraga saat puasa sebenarnya memiliki banyak keuntungan. Agar Anda terbebas dari badan lemas meski melakkukan aktivitas ini saat puasa, perhatikan jenis olahraga, intensitas, hingga waktunya.

1. Jangan salah pilih waktu

Berdasarkan informasi dari dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, ada beberapa waktu yang dianjurkan untuk berolahraga saat puasa, yaitu:

  • Dini hari setelah sahur. Pada saat ini, tubuh masih segar dan cadangan energi serta air masih banyak.
  • Menjelang waktu buka puka puasa, sehingga air dan energi yang hilang bisa langsung tergantikan saat azan margin terdengar.
  • Setidaknya satu jam setelah berbuka puasa jika ingin olahraga berat atau angkat beban. 

“Hindari olahraga di luar ruangan pada siang hari ketika matahari sedang terik, dehidrasi bisa terjadi lebih cepat,” kata dr. Astrid mengingatkan.

2. Perhatikan intensitas dan durasi

Olahraga yang dianjurkan saat puasa adalah intensitas ringan hingga sedang, selama 30 menit, sebanyak 2-3 kali dalam seminggu. Durasi ini bisa ditingkatkan secara bertahap saat Anda mulai terbiasa.

3. Harus memenuhi kebutuhan nutrisi dan cairan

Kebutuhan cairan orang dewasa tetap sama meski sedang berpuasa, yaitu 2 liter sehari. Kualitas nutrisi yang masuk pun juga harus dijaga.

“Penuhi kebutuhan cairan saat sahur hingga berbuka. Selain itu, perbanyak karbohidrat kompleks di piring makan seperti gandum, beras merah, kacang-kacangan, dan sayuran agar cadangan energi dilepas bertahap. Anda pun akan kenyang lebih lama,” jelas dr. Astrid.

4. Hindari mengonsumsi teh atau kopi saat sahur

Keduanya mempunyai sifat diuretik atau menarik cairan. Artinya, cairan tubuh akan dikeluarkan lebih cepat. Saat tubuh kekurangan cairan, badan lemaslah yang terjadi, sehingga Anda inginnya tidur saja, bukan berolahraga. Daripada kopi, teh, atau minuman yang mengandung kafein lainnya, baiknya perbanyak air putih.

5. Pahami kemampuan tubuh

Dikatakan oleh dr. Anita Amalia Sari dari KlikDokter, tujuan olahraga saat berpuasa adalah menjaga kebugaran tubuh. Jadi, tak perlu memforsir olahraga melebihi kemampuan yang malah berpotensi membahayakan kesehatan.

“Bila merasa lemas, gemetar, pusing, mata berkunang-kunang, badan sempoyongan, dan keringat dingin, segera beristirahat,” saran dr. Anita.

6. Cerdas memilih jenis olahraga

Jenis olahraga yang direkomendasikan oleh dr. Nadia Octavia dari KlikDokter antara lain:

  • Bersepeda santai. Olahraga ini dapat membantu membakar kalori serta meningkatkan stamina. Kalori yang terbakar selama 1 jam bersepeda: 300 kalori.
  • Lari. Cobalah joging selama 30 menit atau semampunya. Kalori yang terbakar saat lari 30 menit: 210 kalori.
  • Yoga. Olahraga yang menenangkan ini dapat melatih pernapasan, menguatkan otot, dan meningkatkan konsentrasi. Namun, hindari yoga Bikram supaya tidak dehidrasi. Kalori yang terbakar selama 1 jam yoga sekitar 250 kalori.
  • Pilates. Latihan ini bagus untuk memperbaiki postur tubuh dan fleksibilitas. Kalori yang terbakar selama 1 jam pilates kurang lebih 200 kalori.
  • Sit-up, push-up, dan plank. Tiga latihan tersebut efektif untuk membangkitkan stamina.

Jangan mau dikalahkan rasa malas, ikutilah tips tetap aktif olahraga saat puasa yang dipaparkan oleh tim medis KlikDokter. Jika dilakukan dengan benar, berlatih fisik secara teratur saat bulan Ramadan bisa bikin stamina makin fit, sehat, sehingga Anda bisa senantiasa khusyuk dalam beribadah. Selamat mencoba!

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar