Sukses

Mengenal Gejala Asam Urat Berdasar Tingkat Keparahan

Asam urat memang tidak bisa disembuhkan. Namun, penyakit ini harus tetap dikendalikan agar gejala asam urat yang timbul tidak semakin parah.

Klikdokter.com, Jakarta Tubuh melakukan aktivitas selama 24 jam dalam sehari. Untuk dapat melakukannya dengan baik, tubuh membutuhkan energi yang diperoleh dari makanan dan minuman yang dikonsumsi. Setiap makanan yang masuk, berbagai gizi bermanfaat akan diserap dan zat sisa yang tidak berguna akan dikeluarkan. Salah satu zat yang termasuk adalah asam urat.

Asam urat terbentuk ketika tubuh menghancurkan purin yang diperoleh dari makanan dan minuman, seperti daging, jeroan, ikan teri, bir, dan lain-lain. Senyawa tersebut akan dikeluarkan melalui urine ataupun feses. Namun, akibat satu dan lain hal, asam urat bisa menumpuk di dalam tubuh dan menyebabkan terjadinya penyakit.

Penyakit asam urat

Penyakit asam urat memiliki nama lain gout artritis, yaitu radang sendi yang disebabkan oleh timbunan kristal asam urat di sendi seluruh tubuh. Kondisi ini berawal dari kadar asam urat tinggi yang disebut hiperurisemia.

Secara lebih spesifik, penyakit asam urat dibagi menjadi beberapa fase, yaitu:

1. Hiperurisemia asimtomatik

Pada fase ini, terdapat peningkatan kadar asam urat tanpa disertai dengan manifestasi klinis apapun. Dengan kata lain, orang yang ada di fase ini tidak mengalami tanda atau gejala apapun meski telah dilakukan pemeriksaan secara keseluruhan.

2. Inflamasi akut

Pada fase ini, seseorang sudah mulai merasakan gejala peradangan pada sendi yang disebabkan oleh pembentukan kristal urat. Keluhan dirasakan paling sering pada satu sendi bagian bawah, yaitu ibu jari kaki. Nyeri tersebut dirasakan secara mendadak dan umumnya terjadi di malam hari.

Dari pemantauan area yang nyeri, akan ditemukan adanya tanda-tanda peradangan seperti teraba hangat, bengkak, dan merah. Selain itu, keluhan demam, menggigil dan badan lemas juga mungkin ikut terjadi.

Berdasarkan beberapa studi, keluhan pada fase ini akan hilang dengan sendirinya tanpa terapi dalam kurun waktu 3–10 hari. Jika rasa nyeri dirasakan sangat mengganggu, seseorang yang mengalaminya dapat mengonsumsi obat anti nyeri sesuai dengan petunjuk dokter.

3. Fase interkritikal

Ini merupakan suatu fase “tenang’ di antara dua fase inflamasi akut. Pada fase ini tidak ada keluhan maupun tanda dan gejala yang spesifik. Meski begitu, ketika kondisi peningkatan asam urat (hiperurisemia) tidak diterapi dengan baik, gejala akan berkembang ke tahap berikutnya.

Fase peradangan akut akan semakin panjang, fase interkritikal semakin memendek hingga akhirnya berkembang menjadi derajat yang lebih berat. Pada fase ini, komplikasi sudah mulai terjadi.

4. Tahap lanjut

Ini adalah fase saat komplikasi sudah mulai terlihat. Penyebabnya adalah kondisi hiperurisemia atau kadar asam urat darah yang begitu tinggi dan terjadi dalam jangka waktu lama (kronis).

Beberapa komplikasi yang akan muncul, misalnya rasa tidak nyaman, kaku, bengkak, dan perubahan bentuk sendi. Awalnya kondisi tersebut hanya menyerang satu sendi. Namun seiring waktu, keluhan akan menjalar dan menyerang beberapa sendi lainnya (poliartikular).

Hal yang perlu diperhatikan, tingginya kadar asam urat akan menimbulkan keluhan yang bervariasi pada setiap orang. Hal ini berdasarkan tubuh masing-masing untuk menoleransi peradangan yang sedang terjadi.

Anda sebaiknya melakukan pemantauan terhadap kadar asam urat secara berkala. Jika hasilnya menunjukkan bahwa kadar asam urat terlampau tinggi dan Anda sempat mengalami keluhan yang berkaitan dengan penyakit ini, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Jangan pernah menganggap sepele penyakit asam urat, karena kondisi ini bisa sangat mengganggu aktivitas, bahkan menurunkan kualitas hidup Anda sepenuhnya.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar