Sukses

Merokok Saat Buka Puasa, Ini 7 Efeknya bagi Kesehatan

Merokok saat buka puasa sangat tidak disarankan, karena berefek sangat buruk terhadap kesehatan. Apa saja?

Klikdokter.com, Jakarta Selain segera minum, biasanya hal lain yang sangat ingin dilakukan (para perokok) saat buka puasa adalah merokok. Padahal, langsung merokok saat buka puasa sangat tidak disarankan, karena punya efek buruk terhadap kesehatan tubuh.

Dilihat dari sisi mana pun, merokok memiliki efek buruk bagi kesehatan, baik fisik maupun psikis. Beberapa masalah kesehatan yang dapat timbul meliputi gangguan pernapasan, jantung, lambung, stroke, kerusakan gigi dan tulang, stres, cemas, dan masih banyak lagi. Semua gangguan itu datang akibat racun dalam rokok.

Lebih dari 4.000 bahan kimia di dalam rokok yang berbahaya bagi tubuh. Sebagian kecil di antaranya adalah nikotin, tar, karbon monoksida, gas oksidan, dan benzene. Merokok terbukti dapat meningkatkan jumlah radikal bebas di dalam tubuh Anda.

Efek buruk langsung merokok saat buka puasa

Agar Anda - yang masih tidak bisa menghentikan kebiasaan merokok – tidak makin terjerat dalam lingkaran efek negatif rokok, Anda perlu mengenali beragam efek buruk langsung merokok saat buka puasa.

  1. Mengurangi nafsu makan.
  2. Merokok dalam keadaan perut kosong berpotensi timbulkan mual dan muntah.
  3. Kandungan berbahaya rokok akan semakin mudah diserap tubuh ketika perut kosong.
  4. Setelah berpuasa, tubuh sangat membutuhkan asupan cairan, glukosa, dan oksigen. Sementara itu, merokok dapat menganggu aliran peredaran darah. Akibatnya, tubuh tak bisa memperoleh asupan yang memadai setelah berbuka puasa.
  5. Efek nikotin akan langsung masuk ke otak, sehingga bisa menimbulkan sakit kepala.
  6. Mudah memicu batuk akibat iritasi saluran napas.
  7. Merokok saat berbuka puasa juga memiliki efek berbahaya yang lebih besar pada sistem saraf dan paru dibandingkan merokok saat hari biasa.
1 dari 2 halaman

Jadikan Ramadan sebagai momen tepat untuk berhenti merokok

Sebetulnya, puasa Ramadan bisa jadi kesempatan yang sempurna bagi Anda untuk berhenti mengisap tembakau. Pasalnya, selama berpuasa Anda diharuskan menahan diri dari makan dan minum selama sekitar 13 jam, termasuk hasrat merokok.

Jika saat ini niat tersebut sudah ada dalam diri Anda – namun mungkin masih lemah – segera lakukan cara-cara ini:

  • Memiliki niat dan tekad kuat

Tanpa hal tersebut, berhenti merokok bisa sangat sulit. Niatkan sama dengan keinginan beribadah. Ingat, menjaga kesehatan juga dianjurkan dalam agama. Jadi, manfaatkan bulan suci ini untuk menjadi pribadi yang lebih baik tanpa harus merokok.

  • Cari kesibukan

Banyaknya kesibukan akan membuat keinginan untuk merokok teralihkan. Selama bulan Ramadan, Anda bisa memperbanyak aktivitas yang positif. Misalnya ibadah, salat tarawih, ngabuburit, buka bersama teman-teman, atau rutin berolahraga selepas waktu buka puasa.

  • Tidak perlu terburu-buru

Tak semua orang mampu berhenti merokok tiba-tiba layaknya menjentikkan jari. Berhentilah secara perlahan dengan mengurangi jumlah batang rokok yang Anda isap. Dengan jumlah yang terus mengecil setelah periode tertentu, pada akhirnya Anda bisa benar-benar berhenti.

  • Hindarkan pandangan Anda dari rokok

Usahakan untuk menghindarkan pandangan Anda dari rokok. Hindari tempat-tempat yang banyak perokoknya, jauhi smoking area, “libur” dulu nongkrong dengan teman-teman yang merokok, atau bisa juga lebih banyak menghabiskan waktu di lokasi yang ada tanda larangan merokok.

  • Cari dukungan

Beri tahu atau libatkan orang-orang terdekat tentang keinginan Anda berhenti merokok. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan dukungan sehingga perjuangan Anda terasa lebih ringan.

Tak bosan-bosannya tim medis KlikDokter mengingatkan bahwa merokok hanya mendatangkan kerugian bagi kesehatan. Parahnya, langsung merokok saat buka puasa efek buruknya lebih besar ketimbang hari biasa. Padahal, puasa itu sendiri menjanjikan serangkaian manfaat kesehatan. Lebih baik, prioritaskan hal lain yang mendatangkan kebaikan untuk tubuh. Berbukalah dengan nutrisi yang baik dan isi bulan Ramadan dengan berbagai kegiatan positif.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar