Sukses

7 Masalah Kesehatan Ini Berkaitan dengan Penyakit Lupus

Lupus adalah salah satu penyakit autoimun yang cukup sering terjadi. Lupus juga berhubungan dengan beberapa masalah kesehatan.

Klikdokter.com, Jakarta Systemic Lupus Erythematosus (SLE), atau yang biasa disebut dengan lupus saja, merupakan salah satu penyakit autoimun. Autoimun adalah penyakit, ketika sistem kekebalan tubuh justru berbalik menyerang tubuh sendiri. Akibatnya terjadi peradangan kronis pada tubuhnya sendiri. Penyakit ini berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan.

Lupus lebih sering terjadi pada wanita dan biasanya sudah dapat didiagnosis pada usia 15 hingga 40 tahun. Penyebab pastinya sendiri hingga kini masih belum diketahui. Kemungkinan lupus disebabkan oleh faktor genetik dan juga lingkungan seperti infeksi, penggunaan obat-obatan, dan stres.

Masalah kesehatan yang berkaitan dengan lupus

Lupus sering kali sulit dikenali karena tanda dan gejalanya sangat bervariasi dan lintas berbagai organ. Berikut ini adalah berbagai masalah kesehatan yang dapat berkaitan dengan lupus:

  1. Persendian

Penderita lupus biasanya mengalami nyeri dan pembengkakan sendi. Keluhan sendi ini terjadi pada tangan dan kaki, namun juga dapat berpindah-pindah ke sendi lain. Sering kali keluhan sendi ini dirasakan lebih berat pada pagi hari.

  1. Kulit

Walaupun tidak selalu terjadi pada semua penderita lupus, mereka biasanya memiliki gejala kulit yang khas, yaitu memiliki ruam wajah yang menyerupai sayap kupu-kupu di bagian pipi (malar rash atau butterfly rash).

Ruam kulit ini juga bisa terjadi pada pergelangan tangan dan kaki. Ruam tersebut juga bisa terasa gatal, nyeri, dan meradang akibat paparan sinar matahari.

  1. Ginjal

Penderita lupus sering mengalami peradangan ginjal, yang biasa disebut dengan lupus nephritis. Awalnya, lupus nephiritis tidak memberikan tanda dan gejala.

Lalu ketika peradangan sudah terjadi cukup lama dan menyebar, dapat menyebabkan penurunan fungsi ginjal, sehingga penderita dapat mengalami buang air kecil yang berbusa akibat meningkatnya kadar protein pada urine.

Gejala lain dapat berupa hematuria (darah pada urin), edema (bengkak pada kaki), kenaikan berat badan, dan tekanan darah tinggi.

  1. Sistem pencernaan

Lupus dapat menimbulkan gejala pada sistem pencernaan penderita. Peradangan biasanya terjadi pada kerongkongan, serta cairan lambung yang berbalik arah naik ke kerongkongan yang disebut sebagai refluks atau gastroesophageal reflux disease (GERD).

Penderita juga dapat mengalami gejala lain seperti mual, muntah, diare, atau konstipasi. Selain itu, peradangan juga dapat terjadi di usus yang disebut sebagai ulcerative colitis dan Crohn's disease. Gejala dapat berupa nyeri perut dan buang air besar berdarah.

Penyakit lain yang juga dapat terjadi pada sistem pencernaan penderita lupus adalah peritonitis, ascites, pancreatitis, dan hepatic vasculitis.

  1. Otak

Lupus dapat menyerang sistem saraf termasuk otak, tulang belakang, dan saraf lainnya. Penyakit ini disebut sebagai neuropsychiatric SLE dengan gejala berupa nyeri kepala, kesemutan, mati rasa atau kebal, keluhan penglihatan, dan perubahan perilaku atau kepribadian. Penderita juga dapat mengalami kejang, depresi parah, dan stroke.

  1. Jantung

Lupus dapat menyerang organ jantung dan menyebabkan masalah katup dan pembengkakan otot jantung. Akibatnya, penderita dapat mengalami tekanan darah tinggi, ateroskeloris (penumpukan kolesterol pada pembuluh darah), pericarditis (peradangan pada selaput jantung), endocarditis (peradangan selaput dalam jantung), dan miocarditis (peradangan otot jantung).

  1. Paru-paru

Penderita lupus dapat mengalami masalah pada organ paru-paru. Peradangan pada selaput pleura (pleuritis) menyebabkan terjadinya akumulasi cairan pada ruang pleura (efusi pleura). Sehingga penderita mengalami sesak napas.

Selain itu, penderita juga dapat mengalami penyakit pneumonitis yang ditandai dengan sesak napas dan batuk darah. Penderita juga dapat mengalami hipertensi pulmonal dan sindrom shrinking lung.

Hingga kini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan lupus.  Masih belum diketahuinya penyebab pasti penyakit ini, membuat lupus harus diwaspadai. Meski ada kemungkinan lupus disebabkan oleh faktor genetik dan juga lingkungan, Anda bisa mulai mencegahnya dengan menjalankan pola hidup sehat dan rutin memeriksakan diri ke dokter.

[MS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar