Sukses

Obat Tradisional untuk Asam Urat, Benarkah Aman?

Kalau bisa memilih, inginnya, sih, yang alami saja. Namun, apakah obat tradisional untuk asam urat dari sisi medis terbilang aman?

Klikdokter.com, Jakarta Sebagian orang masih percaya dengan obat-obatan tradisional untuk menyembuhkan penyakit, tak terkecuali asam urat. Tanpa pikir dua kali akan efek sampingnya, obat tradisional tetap menjadi favorit karena harganya cenderung mudah atau mudah didapat. Akan tetapi, dari sisi medis benarkah obat tradisional aman?

Dalam dunia medis, asam urat disebut sebagai gout. Penyakit ini terjadi ketika terdapat penumpukan kristal monosodium urat pada sendi dan jaringan. Gejalanya adalah sendi terasa kaku, bengkak, dan bisa mengalami perubahan. Faktor utama penyebab penyakit asam urat adalah akibat peningkatan kadar asam urat di dalam tubuh atau hiperurisemia.

Tingginya kadar asam urat dalam darah bisa diketahui melalui pemeriksaan darah. Kadar asam urat dinyatakan tinggi bila:

  • Lebih dari 7mg/dL pada laki-laki
  • Lebih dari 6mg/dL pada perempuan

Beberapa obat tradisional yang sering dipakai adalah rebusan daun salam, jahe, dan juga jus seledri. Di luar itu banyak sekali biasanya obat tradisional untuk penyakit asam urat, termasuk obat yang dioles (topikal).

Apakah obat tradisional untuk asam urat aman?

Menurut tinjauan medis, obat tradisional yang dikonsumsi biasanya tidak aman karena bisa memengaruhi ginjal. Dari KlikDokter, dr. Sepriani Timurtini Limbong mengatakan bahwa tak jarang obat-obatan tradisional justru dapat memperberat kerja ginjal.

"Biasanya, obat asam urat tradisional itu tidak bisa menurunkan asam urat. Pertama, obat asam urat itu namanya kolkisin dan allopurinol. Kedua, obat tradisional itu mengandung zat-zat yang membuat kinerja ginjal menjadi sangat berat," ujar dr. Sepriani ketika dikonfirmasi.

"Sementara, asam urat itu terjadi karena ginjal tidak bisa memetabolisme purin. Akibatnya, justru kadar asam urat malah makin tinggi," tambahnya.

Ada cara alami yang lebih efektif

Menurut dr. Sepriani, cara alami yang paling aman dengan diet purin. Perlu diketahui, purin itu sendiri merupakan zat yang secara alami diproduksi di dalam tubuh dan terkandung dalam sebagian besar makanan. Zat ini tak sepenuhnya buruk, tetapi sebaiknya tidak dikonsumsi dalam jumlah besar.

Asam urat sebenarnya merupakan produk hasil metabolisme makanan tinggi purin seperti jeroan, makanan laut, kembang kol, asparagus, kacang-kacangan, beberapa jenis daging, keju, susu tinggi lemak, minuman beralkohol, makanan yang mengandung fruktosa, dan masih banyak lagi. Tentu Anda sudah akrab dengan beberapa jenis makanan tersebut.

Saat tubuh mencerna purin, akan diproduksi hasil samping atau limbah yang Anda kenal sebagai asam urat. Jadi, semakin banyak jumlah purin yang dikonsumsi, semakin tinggi pula jumlah asam urat yang mengendap di dalam tubuh.

Selain itu, banyak minum air putih juga bisa membantu menurunkan kadar asam urat dalam tubuh. Sehingga, kelebihan purin bisa dibuang tubuh lewat urine.

Cara menurunkan kadar asam urat lainnya adalah dengan menghindari minuman dengan pemanis tambahan. Menurut sebuah penelitian, kebiasaan minum atau konsumsi makanan yang mengandung pemanis tambahan juga mampu meningkatkan risiko asam urat.

Satu lagi cara alami yang bisa membantu Anda mencegah kambuhnya serangan asam urat adalah dengan memperbanyak asupan serat. Serat bisa membuat Anda kenyang lebih lama, sehingga mencegah Anda makan berlebihan, yang secara tidak langsung membuat Anda terhindar dari asam urat.

Hingga detik ini, obat tradisional belum terbukti aman dan ampuh untuk mengatasi asam urat. Terapi utamanya tetap lewat obat-obatan dengan resep dokter yang dikonsumsi saat serangan akut ataupun untuk mencegah serangan, serta mengurangi risiko komplikasi. Selain itu perubahan gaya hidup seperti membatasi minuman beralkohol, diet rendah purin, serta olahraga untuk menjaga berat badan ideal juga bisa membantu.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar