Sukses

Fakta yang Perlu Anda Ketahui tentang Penyakit Lupus

Tanggal 10 Mei setiap tahunnya dikomemorasikan sebagai Hari Lupus Sedunia. Yuk, kenali penyakit ini lebih lanjut!

Klikdokter.com, Jakarta Systemic lupus erythematosus (SLE), atau yang sering kali disingkat menjadi lupus, merupakan suatu contoh penyakit autoimun, di mana sistem daya tahan tubuh menyerang sel-sel tubuh yang sehat karena terdeteksi sebagai sel asing. Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya peradangan pada berbagai bagian tubuh.

Walaupun lupus paling sering terjadi pada wanita berusia di antara 15 sampai 44 tahun, tapi bukan berarti para pria, lansia, dan anak-anak terbebas dari lupus. Setiap harinya, lebih dari 5 juta individu di dunia berusaha melawan dampak kesehatan yang timbul dari lupus, karena kondisi ini dapat menyebabkan terdapatnya keluhan pada berbagai anggota tubuh, termasuk kulit, jantung, paru, ginjal, dan otak.

Lupus sulit didiagnosis

Lupus dapat menjadi sulit untuk didiagnosis karena tanda dan gejalanya dapat bervariasi dari satu individu ke yang lain, dapat hilang timbul selama periode waktu yang lama dan dapat menyerupai tanda dan gejala dari penyakit lainnya. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengetahui tanda dan gejala yang dapat timbul pada kondisi kesehatan yang satu ini.

Beberapa tanda dan gejala yang kerap cukup sering ditemui adalah nyeri pada persendian, ruam kulit, rasa lelah yang berlebih, serta demam yang dapat berlangsung dari berhari-hari hingga berminggu-minggu.

Penyebab timbulnya lupus

Penyebab dari timbulnya lupus belum diketahui secara pasti, namun para pakar mempercayai bahwa tiga faktor dapat berperan dalam terjadinya penyakit ini, yakni faktor genetik, hormon, dan lingkungan.

Walaupun tidak ada satu kelompok gen tertentu telah teridentifikasi sebagai faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya lupus, namun kondisi ini ditemukan dapat menurun. Dua faktor lingkungan yang ditemukan berhubungan dengan terjadinya lupus adalah radiasi ultraviolet dari matahari, yang dapat mengaktivasi sel radang pada kulit dan beberapa jenis pengobatan.

Selain itu, infeksi dan stres psikologis juga diduga dapat berperan dalam mencetuskan timbulnya kekambuhan pada sebagian orang.

Pada lupus, umumnya sistem daya tahan tubuh memproduksi suatu protein yang disebut antibodi. Tugasnya melindungi tubuh dari hal asing seperti bakteri dan virus.

Lupus merupakan suatu kondisi yang tidak menular. Walaupun belum ada penanganan untuk menyembuhkan kondisi ini secara sepenuhnya, sebagian besar kasus lupus dapat dikelola dengan baik lewat deteksi dini dan pelayanan medis oleh tenaga kesehatan yang tepat.

Individu dengan lupus dapat menunjukkan tanda dan gejala yang bervariasi,. Maka pendekatan yang terbaik untuk lupus adalah dengan menyesuaikan penanganan dari kondisi ini untuk masing-masing individu.

Umumnya, individu yang hidup dengan lupus mempelajari cara menyeimbangkan pola hidupnya dengan penyakit kronis yang dialaminya. Selain itu, mereka juga menerapkan pola makan yang sehat, mendapatkan istirahat yang cukup, menghindari stres dan paparan sinar ultraviolet, tidak merokok, dan membatasi asupan alkohol.

Dengan diperingatinya Hari Lupus Sedunia, diharapkan masyarakat bisa lebih memahami soal lupus. Hal ini penting, agar deteksi dan penanganan dini dari penyakit ini bisa dilakukan secara optimal.

[MS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar