Sukses

7 Penyebab Berat Badan Bertambah di Bulan Puasa

Akibat puasa dilakukan dengan tidak benar, berat badan malah bertambah di bulan Ramadan. Apa penyebabnya?

Klikdokter.com, Jakarta Bulan Ramadan tak hanya dinanti-nanti untuk mengejar pahala beribadah, tetapi juga sering dimanfaatkan sebagai momen tepat untuk menurunkan berat badan. Sayangnya, banyak yang justru mendapat hasil yang sebaliknya—jarum timbangan melenggang ke kanan. Sebetulnya, apa penyebab berat badan bertambah di bulan puasa?

Logikanya, menahan lapar dan haus selama kurang lebih 13 jam dan berkurangnya frekuensi makan seharunya bikin berat badan turun. Namun, jika yang didapat adalah sebaliknya, pasti ada yang salah dengan pola makan Anda.

Penyebab berat badan bertambah di bulan puasa

Inilah beberapa penyebab berat badan Anda justru bertambah di bulan puasa Ramadan.

  1. Menu makan yang penuh santan

Biasanya, makanan berbuka puasa banyak mengandung santan. Mulai dari kolak, bubur sumsum, bubur kacang hijau, es cendol, atau hidangan utama seperti sajian Padang bersantan, soto betawi, dan masih banyak lagi. Jika konsumsinya berlebihan, rasanya hampir tak mungkin berat badan Anda tidak bertambah.

  1. Menu makan rendah serat

Selama bulan puasa, kebanyakan orang lebih fokus pada karbohidrat dan protein saat sahur dan berbuka, mengesampingkan konsumsi serat dari sayur dan buah. Padahal, sayur dan buah penting untuk menyeimbangkan karbohidrat dan protein yang Anda makan.

  1. Kebanyakan minuman manis

Tak tak tak, dung! Saat bunyi beduk azan berkumandang, biasanya tangan kanan sudah memegang segelas teh manis, es sirop, es buah, teh susu manis, atau apa pun yang manis. Padahal, minuman tersebut tinggi gula tambahan, yang artinya tinggi kalori. Jika ini jadi “hobi” baru, tentu saja berat badan bertambah dengan cepat.

  1. Porsi makan tak terkontrol

Sudah berjam-jam menahan lapar dan haus, saat waktunya buka puasa biasanya porsi makan bisa tak terkendali. Tak tanggung-tanggung, porsi makan bisa jadi dua kali lipat dari biasanya. Misalnya, buka puasa dengan es teh manis, gorengan, jajanan takjil lainnya, jika belum cukup kenyang ditambah lagi dengan semangkuk nasi goreng, lalu lanjut makan lagi setelah tarawih—ini bisa memicu berat badan bertambah.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  1. Aktivitas fisik berkurang

Meski berpuasa, namun disarankan untuk tetap berolahraga. Hayo, jangan jadikan puasa sebagai alasan untuk mogok latihan fisik. Dengan tubuh yang aktif, metabolisme tubuh akan tetap tinggi dan stabil. Sehingga, pembakaran energi dan lemak tetap optimal.

Agar tidak mengganggu jalannya puasa, Anda disarankan untuk berolahraga kira-kira satu jam sebelum waktu berbuka.

  1. Kurang tidur

Sudah hobi begadang, waktu tidur bisa makin berkurang karena harus bangun sahur. Padahal, kurang tidur bisa membuat metabolisme tubuh menurun, yang berpengaruh pada pembakaran kalori tubuh.

Selain itu, orang yang kurang tidur akan mengalami penurunan produksi hormon leptin (penekan nafsu makan) dan kenaikan kadar hormon grelin (pemicu nafsu makan). Kondisi ini bisa menyebabkan lonjakan asupan kalori saat Anda sahur atau buka puasa.

  1. Jarang minum air

Cukup minum air putih membantu mencegah dehidrasi yang berpengaruh pada kenaikan berat badan. Menurut sebuah studi di jurnal “American Chemical Society”, minum dua gelas air putih setiap harinya sebelum makan dapat mengurangi berat badan sebanyak 1,5-2 kg.

Tips agar berat badan tetap stabil saat puasa

Jika Anda melakukan satu atau beberapa kebiasan di atas, segera insaf. Sebaliknya, terapkan tips di bawah ini.

  • Sahur dan berbuka pada jam yang sama setiap harinya.
  • Menu sahur harus mengandung karbohidrat kompleks dan tinggi protein, agar tubuh lebih kenyang lebih lama dan gula darah stabil sepanjang hari.
  • Perhatikan menu makanan saat berbuka serta porsinya.
  • Batasi atau hindari makanan bersantan dan minuman manis
  • Menu sahur dan berbuka harus mengandung serat (buah dan sayur) untuk membantu pencernaan lebih lancar.
  • Konsumsi banyak air putih saat sahur dan berbuka.
  • Sebaiknya lebih banyak berbuka di rumah dengan menu yang lebih sehat dan dibuat sendiri.
  • Tetap olahraga dan bergerak aktif.
  • Hindari begadang.
  • Kelola stres dengan baik.

Walau merasa sudah berlapar-lapar hingga belasan jam lamanya dan yakin berat badan akan turun, tapi nyatanya justru bertambah di bulan puasa. Ingat, bicara soal puasa, bukan cuma lapar dan haus yang harus ditahan, tetapi juga nafsu—nafsu kalap makan, terlalu banyak konsumsi makanan dan minuman manis, dan apa pun yang tergolong tidak sehat.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar