Sukses

Facial Vampir Bikin Awet Muda?

Beberapa prosedur kecantikan ditawarkan untuk membuat wajah kinclong. Salah satunya adalah facial vampir. Benarkah aman dan bikin awet muda?

Klikdokter.com, Jakarta Banyak orang mendambakan wajah yang awet muda. Beberapa prosedur perawatan pun ditawarkan untuk membuat wajah Anda lebih muda. Salah satunya adalah facial vampir.

Metode kecantikan ini cukup digemari selebritas dunia, termasuk Kim Kardashian. Meski terdengar agak mengerikan karena menggunakan darah manusia, treatment ini disebut-sebut mujarab untuk membuat penampilan Anda awet muda. Benarkah demikian?

Apa itu facial vampir?

Secara medis, prosedur facial vampir disebut PRP (Platelet Rich Plasma). Menurut dr. Sara Elise Wijono, MRES, dari KlikDokter, perawatan RRP dipercaya memberikan banyak keuntungan bagi wajah.

“Facial vampir akan diawali dengan mengambil darah Anda. Darah kemudian akan dimasukkan dalam mesin centrifuge yang berputar dan akan membagi darah menjadi beberapa lapisan. Darah terdiri dari sel darah merah dan serum, di mana serum terbagi lagi atas platelet dan sel darah putih,” kata dr. Sara.

Sementara itu, platelet adalah sel darah berukuran kecil yang berfungsi membantu menghentikan pendarahan bila terdapat luka pada tubuh. Tak cuma itu, platelet berfungsi memperbaiki sel dan pembuluh darah yang rusak. Lapisan serum yang kaya platelet inilah yang dikenal dengan PRP, dan digunakan pada facial vampir.

PRP dapat diaplikasikan ke wajah dalam beberapa cara. Misalnya saja langsung disuntikkan pada wajah. “Dapat juga dioleskan pada kulit setelah pemakaian micro-needle, yaitu alat dengan jarum-jarum kecil yang digulingkan pada wajah. Nah, sebelum dilakukan, terlebih dahulu dioleskan krim yang membuat wajah mati rasa sehingga meminimalkan rasa nyeri,” ujar dr. Sara.

Plasma darah memang mengandung platelet dan growth factor yang dapat merangsang penyembuhan luka dan produksi kolagen serta elastin. Menurut dr. Sara, plasma dan growth factor pada facial vampir akan memulai proses penyembuhan pada kulit, yang lama-kelamaan akan membuat peremajaan kulit.

Selain itu, dikutip dari American Academy of Dermatology, beberapa kondisi kesehatan tidak direkomendasikan melakukan facial vampir. Yaitu, hepatitis C, HIV/AIDS, semua jenis kanker darah, penyakit kardiovaskular yang membutuhkan pengencer darah, serta kanker kulit di daerah yang akan dirawat. 

1 dari 2 halaman

Benarkah dapat membuat awet muda?

Meski populer di kalangan selebritas dunia, apakah PRP sungguhan efektif membuat wajah awet muda?

“Penelitiannya yang ada sampai saat ini belum konsisten bilang bahwa PRP bisa membuat awet muda atau tidak. Beberapa bilang iya, tapi ada juga yang bilang tidak berefek sama sekali,” ujar dr. Sepriani T Limbong dari KlikDokter.

Namun begitu, secara teori, prosedur PRP atau yang orang awam sebut facial vampir ini menjanjikan.

“Bisa disebut menjanjikan karena yang dimasukkan dalam PRP adalah faktor-faktor dalam darah yang bisa menstimulasi pertumbuhan sel-sel baru dalam kulit,” kata dr. Sepri.

“Faktor-faktor inilah yang nantinya merangsang pertumbuhan sel-sel baru, terutama untuk kosmetik,” kata dr. Sepri lagi.

Dia menambahkan, bukan berarti plasma yang mengandung kolagen. “Tapi saat dilakukan PRP, tubuh dirangsang untuk memproduksi sel-sel baru. Jadi, turut diproduksilah kolagen baru. Nah, kolagen ini di antaranya berguna untuk elastisitas kulit, membuat kulit menjadi kencang, menyamarkan kerutan, dan berujung pada awet muda.”

Sebenarnya, PRP untuk penanganan luka pasca bedah operasi atau karena kecelakaan sudah mulai dilakukan di luar negeri. “Hanya saja untuk tujuan kecantikan atau kosmetik sampai saat ini masih pro dan kontra.”

Dengan demikian, meski cukup menjanjikan, belum semua hasil penelitian sepakat mengenai efektivitas facial vampir dalam membuat wajah awet muda. Jika Anda tertarik melakukan prosedur ini, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter kecantikan yang tepercaya di klinik yang sudah tersertifikasi. Jika tidak, praktik ini dapat menyebabkan beragam efek samping seperti bengkak akibat infeksi, alergi, bahkan penularan HIV.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar