Sukses

Dampak Terlalu Sering Onani pada Kesehatan

Jangan dianggap remeh, terlalu sering onani ternyata bisa berdampak buruk bagi kesehatan Anda!

Klikdokter.com, Jakarta Onani atau masturbasi adalah suatu proses perangsangan seksual pada alat kelamin secara sengaja yang bertujuan untuk memperoleh kepuasan seksual. Bentuk aktivitas yang dilakukan saat onani bisa bervariasi pada setiap individu. Bisa dengan menyentuh, memijat, mengelus, hingga menggesek alat kelamin baik dengan alat bantu maupun tidak.

Onani biasanya dilakukan sebagai cara untuk memenuhi hasrat seksual, khususnya bagi individu yang belum memiliki pasangan seksual. Akan tetapi, sebenarnya onani bisa dilakukan oleh diri sendiri ataupun oleh bantuan orang lain.

Selain orang dewasa, tidak sedikit anak remaja yang sudah melakukan onani. Berdasarkan jenis kelamin, pria cenderung lebih sering melakukan onani dibandingkan wanita.

Ketika melakukan onani, tidak ada batasan fantasi tertentu pada masing-masing individu. Setiap orang bisa melakukan apa saja ketika onani, semata-mata demi memenuhi hasrat seksualnya.

Dampak buruk onani

Meskipun begitu, faktanya terlalu sering onani juga dapat menimbulkan dampak bagi kesehatan Anda. Berikut beberapa di antaranya:

  • Luka pada alat kelamin

Terlalu sering onani, baik dengan alat bantu atau tidak, berpotensi mencederai alat kelamin Anda. Pasalnya, individu yang melakukan onani cenderung fokus pada hasrat seksualnya dibandingkan berusaha melakukan aktivitas selama onani dengan aman.

Saat cedera terjadi, beberapa gejala yang dapat timbul adalah lecet, bengkak, dan nyeri pada area alat kelamin. Tentu saja gejala-gejala tersebut dapat membuat Anda tidak nyaman.

Proses penyembuhan luka pada area alat kelamin bisa menjadi lebih sulit karena kombinasi kondisi yang lebih lembap. Area inijuga lebih rentan terpapar kuman dibandingkan bagian tubuh lainnya.

Akibatnya, Anda harus lebih berhati-hati dalam merawat lukanya. Jika sudah terjadi infeksi sekunder ketika terkontaminasi kuman, luka bisa semakin sulit disembuhkan sehingga membutuhkan pengobatan lebih ketat.

  • Penurunan sensitivitas seksual

Terlalu sering onani juga bisa menurunkan sensitivitas dalam hubungan seksual, terutama bagi individu yang sudah memiliki pasangan. Semakin sering seseorang melakukan onani, semakin tinggi pula standar yang diperlukan untuk mencapai kepuasan seksual. Kondisi ini tentu saja dapat berbahaya dan berpotensi mengganggu keharmonisan dengan pasangan.

  • Dampak psikis

Kebiasaan melakukan onani dapat membuat seseorang merasa bersalah setelah melakukannya. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh kondisi di lingkungannya, seperti norma atau aturan yang berhubungan dengan aktivitas onani.

Perasaan bersalah berpotensi membuat seseorang mengalami stres dan penurunan produktivitas. Pada akhirnya, stres tersebut juga berpotensi menyebabkan penurunan kualitas dalam berhubungan seksual dengan pasang.

  • Kanker prostat

Beberapa penelitian menyatakan bahwa lebih sering onani dapat meningkatkan risiko kanker prostat pada pria. Namun, beberapa penelitian lainnya justru menyatakan hal yang bertolak belakang. Dengan demikian, hubungan antara frekuensi onani pada pria dengan kanker prostat masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Menghentikan kebiasaan onani dapat dimulai dari diri sendiri. Alihkan pikiran Anda dari keinginan untuk melakukan onani dengan melakukan hal-hal positif,seperti melakukan hobi, berolahraga, atau berkumpul bersama keluarga. Hindari faktor dan situasi yang mengarahkan Anda untuk melakukan onani lagi.

Meski tidak mudah, perlu disadari bahwa terlalu sering – bahkan kecanduan – onani pada akhirnya memberikan efek buruk bagi kesehatan Anda. Perbaiki diri Anda secara bertahap. Anda dapat melibatkan pertolongan pasangan atau kerabat terdekat Anda. Selanjutnya, bila Anda merasa membutuhkan penanganan khusus seperti terapi psikis, Anda dapat berkonsultasi dengan ahli kejiwaan. Yang terpenting, jangan ragu untuk membuat diri Anda menjadi lebih baik.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar