Sukses

Dampak Terlalu Sering Onani pada Kesehatan

Jangan dianggap remeh, terlalu sering onani ternyata bisa berdampak buruk bagi kesehatan Anda!

Onani atau masturbasi adalah suatu proses perangsangan seksual pada alat kelamin secara sengaja yang bertujuan untuk memperoleh kepuasan seksual. Bentuk aktivitas yang dilakukan saat onani bisa bervariasi pada setiap individu. Bisa dengan menyentuh, memijat, mengelus, hingga menggesek alat kelamin baik dengan alat bantu maupun tidak.

Onani biasanya dilakukan sebagai cara untuk memenuhi hasrat seksual, khususnya bagi individu yang belum memiliki pasangan seksual. Akan tetapi, sebenarnya onani bisa dilakukan oleh diri sendiri ataupun oleh bantuan orang lain.

Selain orang dewasa, tidak sedikit anak remaja yang sudah melakukan onani. Berdasarkan jenis kelamin, pria cenderung lebih sering melakukan onani dibandingkan wanita.

Ketika melakukan onani, tidak ada batasan fantasi tertentu pada masing-masing individu. Setiap orang bisa melakukan apa saja ketika onani, semata-mata demi memenuhi hasrat seksualnya.

1 dari 2 halaman

Dampak Buruk Onani

Meskipun begitu, faktanya terlalu sering onani juga dapat menimbulkan dampak bagi kesehatan Anda. Berikut adalah beberapa bahaya onani bagi kesehatan Anda:

  • Luka pada Alat Kelamin

Bahaya onani yang pertama adalah terjadinya cedera pada alat kelamin Anda. Efek onani pada kasus ini bisa terjadi apabila individu yang melakukannya cenderung fokus pada hasrat seksual semata, tanpa memerhatikan faktor keamanan dan kesehatan.

Terlalu sering onani — baik dengan alat bantu ataupun tidak — berpotensi menyebabkan timbulnya luka lecet, bengkak, dan nyeri pada area alat kelamin. Tentu saja gejala-gejala tersebut dapat membuat Anda tidak nyaman.

Artikel lainnya: Benarkah Kebiasaan Onani Berbahaya Bagi Kesuburan?

Proses penyembuhan luka pada area alat kelamin bisa menjadi lebih sulit karena kombinasi kondisi yang lebih lembap. Area ini juga lebih rentan terpapar kuman dibandingkan bagian tubuh lainnya.

Akibatnya, Anda harus lebih berhati-hati dalam merawat lukanya. Jika sudah terjadi infeksi sekunder ketika terkontaminasi kuman, luka bisa semakin sulit disembuhkan sehingga membutuhkan pengobatan lebih ketat.

  • Penurunan Sensitivitas Seksual

Tahukah Anda bahwa terlalu sering onani bisa menurunkan sensitivitas dalam hubungan seksual? Efek onani yang satu ini utamanya dialami oleh individu yang sudah memiliki pasangan.

Semakin sering seseorang melakukan onani, semakin tinggi pula standar yang diperlukan untuk mencapai kepuasan seksual. Hal ini tentu saja berpotensi mengganggu keharmonisan dengan pasangan.

  • Dampak Psikis

Dampak onani selanjutnya adalah membuat seseorang merasa bersalah setelah melakukannya. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh kondisi di lingkungan, seperti norma atau aturan yang berhubungan dengan aktivitas onani.

Perasaan bersalah yang terjadi sebagai dampak onani berpotensi membuat seseorang mengalami stres dan penurunan produktivitas. Pada akhirnya, stres tersebut juga berpotensi menyebabkan penurunan kualitas dalam berhubungan seksual dengan pasangan.

  • Kanker Prostat

Beberapa penelitian menyatakan bahwa lebih sering onani dapat meningkatkan risiko kanker prostat pada pria. Namun, beberapa penelitian lainnya justru menyatakan hal yang bertolak belakang. Dengan demikian, hubungan antara frekuensi onani pada pria dengan kanker prostat masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Artikel lainnya: Sering Onani Sebabkan Kanker Testis?

Anda tentu tidak ingin mengalami efek samping onani bagi kesehatan, bukan? Oleh karena itu, usahakan untuk menghentikan kebiasaan onani dimulai dari diri sendiri. Alihkan pikiran Anda dari keinginan untuk melakukan onani dengan melakukan hal-hal positif, seperti melakukan hobi, berolahraga, atau berkumpul bersama keluarga. Hindari faktor dan situasi yang mengarahkan Anda untuk melakukan onani lagi.

Meski tidak mudah, perlu disadari bahwa terlalu sering — bahkan kecanduan — onani pada akhirnya memberikan efek buruk bagi kesehatan Anda. Perbaiki diri Anda secara bertahap. Anda dapat melibatkan pertolongan pasangan atau kerabat terdekat. Selanjutnya, bila merasa membutuhkan penanganan khusus seperti terapi psikis, Anda dapat berkonsultasi dengan ahli kejiwaan. Yang terpenting, jangan ragu untuk membuat diri Anda menjadi lebih baik. Dengan ini, efek samping onani bisa dihindari.

[HNS/ RVS]

1 Komentar