Sukses

7 Cara Alami Tingkatkan Kesuburan Wanita

Sebelum mencoba pengobatan medis, Anda dapat menerapkan cara-cara alami ini untuk meningkatkan kesuburan wanita.

Klikdokter.com, Jakarta Kesuburan wanita adalah salah satu faktor penting terjadinya kehamilan. Beragam cara pun dilakukan untuk mengupayakan kondisi ini, baik secara medis maupun nonmedis.

Cara medis bisa dilakukan dengan terapi hormon atau pemberian obat dan vitamin tertentu. Selain itu, ada banyak cara alami untuk tingkatkan kesuburan wanita yang dapat Anda coba.

“Pada dasarnya, untuk meningkatkan kesuburan wanita adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat. Sebab, kesuburan wanita dan kemungkinannya untuk hamil akan meningkat bila tubuh dalam kondisi sehat,” ujar dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter.

Jadi, sebelum mencoba pengobatan medis, Anda dapat menerapkan perubahan gaya hidup sehat di bawah ini untuk meningkatkan kesuburan wanita secara alami, dinukil dari Healthline.

  1. Konsumsi makanan kaya antioksidan

Antioksidan dapat menonaktifkan radikal bebas di dalam tubuh Anda, yang dapat merusak sel sperma dan sel telur. Jenis antioksidan seperti folat dan seng dapat meningkatkan kesuburan untuk pria dan wanita.

Makanan seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian kaya akan antioksidan bermanfaat, seperti vitamin C dan E, folat, beta-karoten, dan lutein.

  1. Makan sarapan lebih banyak

Sarapan lebih banyak dapat membantu wanita dengan masalah kesuburan. Satu studi menemukan, sarapan yang lebih besar dapat mengurangi efek hormonal sindrom ovarium polikistik (PCOS), penyebab utama infertilitas.

Untuk wanita dengan berat badan normal, konsumsi kalori saat sarapan bisa mengurangi kadar insulin sebesar 8 persen dan kadar testosteron 50 persen. Tingkat yang tinggi dari keduanya dapat berkontribusi pada infertilitas.

Akan tetapi, meningkatkan ukuran sarapan harus diimbangi dengan mengurangi porsi makan malam Anda agar tidak menyebabkan kenaikan berat badan.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  1. Hindari lemak trans

Lemak trans dikaitkan dengan peningkatan risiko infertilitas ovulasi, karena efek negatifnya pada sensitivitas insulin. Lemak trans umumnya ditemukan dalam beberapa margarin, makanan yang digoreng, produk olahan, dan makanan yang dipanggang.

Sebuah penelitian menemukan memilih lemak trans daripada lemak tak jenuh tunggal dapat meningkatkan risiko infertilitas ovulasi sebesar 31 persen. Mengonsumsi lemak trans sebagai ganti karbohidrat bahkan dapat meningkatkan risiko ini hingga 73 persen.

  1. Kurangi Karbohidrat

Diet rendah karbohidrat dapat membantu Anda mempertahankan berat badan yang sehat, mengurangi kadar insulin dan mendorong penurunan lemak, serta membantu keteraturan menstruasi.

Satu penelitian menemukan, ketika asupan karbohidrat meningkat, risiko infertilitas juga meningkat. Dalam studi tersebut, wanita yang makan lebih banyak karbohidrat berisiko 78 persen lebih besar mengalami infertilitas ovulasi daripada mereka yang mengikuti diet rendah karbohidrat.

  1. Makan serat lebih banyak

Serat membantu tubuh Anda membuang hormon berlebih dan menjaga keseimbangan gula darah. Beberapa contoh makanan tinggi serat adalah biji-bijian, buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan.

Satu studi menemukan, makan 10 gram lebih banyak serat sereal per hari dikaitkan dengan 44 persen risiko lebih rendah infertilitas ovulasi bagi wanita di atas 32 tahun.

  1. Ganti sumber protein

Mengganti beberapa protein hewani (seperti daging, ikan dan telur) dengan sumber protein nabati (kacang-kacangandan biji-bijian) terkait dengan pengurangan risiko infertilitas.

Di sisi lain, makan lebih banyak protein nabati dapat melindungi dari ketidaksuburan. Sebuah penelitian menunjukkan, ketika 5 persen dari total kalori berasal dari protein nabati daripada protein hewani, risiko infertilitas ovulasi menurun lebih dari 50 persen.

  1. Lebih aktif bergerak

Faktanya, gaya hidup yang tidak aktif telah dikaitkan dengan risiko infertilitas yang lebih tinggi. Menurut dr. Vita, “Berat badan berlebih berpotensi untuk menurunkan kesuburan. Jumlah lemak yang berlebih atau terlalu sedikit juga dapat mengganggu siklus haid, yang selanjutnya mengganggu kesuburan.”

Sebuah penelitian menemukan bahwa latihan satu jam per minggu dikaitkan dengan risiko infertilitas yang lebih rendah 5 persen. Untuk wanita gemuk, aktivitas fisik sedang dan intens akan berefek positif pada penurunan berat badan sekaligus kesuburan.

Namun, olahraga yang berlebihan justru dikaitkan dengan penurunan kesuburan pada wanita tertentu. Terlalu banyak berolahraga dapat mengubah keseimbangan energi dalam tubuh, dan secara negatif memengaruhi sistem reproduksi.

Meningkatkan kesuburan wanita ternyata tidak terlalu sulit. Anda dapat melakukan cara-cara alami dan sederhana di atas. Selain itu, terapkan selalu pola hidup sehat yang lain seperti, hindari rokok dan alkohol, cukup tidur, serta tidak stres.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar