Sukses

6 Fakta tentang Palang Merah dan Donor Darah

Donor darah identik dengan Palang Merah. Yuk, cari tahu apa saja fakta menarik di balik keduanya.

Klikdokter.com, Jakarta Palang Merah Indonesia atau disingkat PMI adalah sebuah organisasi yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan. Salah satu kegiatan yang kerap dilakukan lembaga ini adalah menggelar donor darah. Dalam kesempatan itu warga masyarakat yang sehat dapat menjadi donor darah untuk menyumbangkan darahnya kepada mereka yang membutuhkan.

PMI tidak memihak pada golongan politik, ras, suku ataupun agama tertentu. Lembaa ini memiliki tujuh prinsip dasar yaitu kemanusiaan, kesamaan, kesukarelaan, kemandirian, kesatuan, kenetralan dan kesemestaan.

Hingga kini PMI telah berada di 33 daerah atau tingkat provinsi dan secara keseluruhan terdapat sekitar 408 PMI Cabang atau tingkat kota dan kabupaten di Indonesia.

Yang perlu Anda tahu tentang palang merah dan donor darah

Dengan persebaran yang begitu luas, sudah sepatutnya untuk mengetahui lebih lanjut tentang organisasi ini. Nah, berikut ini adalah beberapa hal penting seputar Palang Merah dan donor darah:

  1. Sebuah organisasi yang dipelopori oleh Belanda

Pada tanggal 21 Oktober 1873, pemerintah kolonial Belanda mendirikan organisasi Palang Merah di Indonesia dengan nama Het Nederland-Indiche Rode Kruis (NIRK) yang kemudian namanya berubah menjadi Nederlands Rode Kruiz Afdelinbg Indie (NERKAI).

  1. Pengajuan pembentukan Palang Merah Indonesia (PMI) sempat ditolak

Pada tahun 1932 muncul pemikiran untuk membentuk Palang Merah Indonesia (PMI) yang dipelopori oleh dr. RCL. Senduk dan Bahder Djohan. Permohonan tersebut diajukan pada kongres NERKAI namun ditolak.

Pada masa penjajahan Jepang, proposal tersebut kembali diajukan namun tak mendapat persetujuan juga. Hingga akhirnya, pada 3 September 1945 Presiden Soekarno memerintahkan Menteri Kesehatan membentuk Badan Palang Merah Nasional untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia benar-benar telah merdeka.

Pada tanggal 17 September 1945 terbentuklah Pengurus Besar Palang Merah Indonesia (PMI) dengan ketua pertama Drs. Mohammad Hatta.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  1. Donor darah dapat menurunkan risiko penyakit jantung

Dengan melakukan donor darah secara rutin, dapat menurunkan risiko penyakit jantung, termasuk serangan jantung. Sebab, kekentalan darah yang merupakan salah satu faktor risiko serangan jantung dapat berkurang.

Pada penelitian tahun 2013, rutin donor darah secara signifikan menurunkan kolesterol dalam darah. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menurunkan kadar zat besi yang sejatinya meningkatkan risiko serangan jantung.

Tak cuma itu, donor darah juga dapat menurunkan tekanan darah sebagai salah satu faktor risiko gangguan pada jantung.

  1. Donor darah dapat menurunkan risiko kanker

Dengan mendonorkan darah, kadar zat besi dalam tubuh akan terjaga dalam batas normal. Sebuah penelitian yang berasal dari Journal of the National Cancer Institute mengatakan, zat besi dapat memperparah kerusakan tubuh yang ditimbulkan oleh radikal bebas, sehingga memicu penuaan hingga risiko kanker.

Oleh karena itu, penurunan kadar zat besi dalam tubuh dengan donor darah dapat menurunkan risiko kanker.

  1. Donor darah memicu produksi sel darah

Setelah melakukan donor darah, tubuh harus bekerja untuk mengganti darah yang diambil dari tubuh. Hal ini memicu produksi sel darah baru yang dapat bekerja dengan optimal, sehingga membantu menjaga kesehatan tubuh.

  1. Donor darah dapat membantu menurunkan berat badan

Donor darah dipercaya dapat menurunkan berat badan. Setiap melakukan donor darah, seseorang telah membakar 650 kalori karena tubuh didorong untuk memproduksi darah yang telah diambil.

Meskipun demikian, jangan pikir Anda bisa turun berat badan hanya dengan menyumbangkan darah. Sebab, donor darah tidak dapat mengganti pentingnya olahraga.

Berbagai keuntungan di atas hanya dapat diperoleh bagi para pendonor yang melakukan donor darah secara rutin. Sebagai informasi, donor darah dapat dilakukan setiap 56 hari dan jumlah darah yang disarankan untuk diambil saat donor sebanyak 480 mL.

Jumlah tersebut sesuai dengan kemampuan tubuh untuk mengganti sel darah merah yang diambil dari donor darah terakhir.

Dalam 48 jam tubuh memang dapat mengganti volume darah yang telah diambil saat donor, namun penggantian sel darah merah membutuhkan waktu yang lebih lama, sekitar empat hingga delapan minggu.

Setelah menyimak pemaparan di atas, kini Anda sudah tahu, kan, kalau ternyata Palang Merah adalah organisasi yang amat luar biasa. Kegiatan donor darah yang secara rutin dilakukannya juga memberikan berbagai manfaat bagi tubuh. Jadi, jangan ragu lagi untuk donor darah, ya!

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar