Sukses

Gusi Bengkak Setelah Tambal Gigi, Ini Penyebabnya

Tindakan tambal gigi berlubang bisa menimbulkan dampak seperti gusi bengkak. Lalu, apa penyebabnya?

Klikdokter.com, Jakarta Mengalami gigi berlubang adalah pengalaman yang tidak mengenakkan. Tindakan penambalan pun menjadi sesuatu yang wajib karena gigi berlubang adalah salah satu masalah yang tidak dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, proses tambal gigi juga dapat menimbulkan dampak negatif, salah satunya adalah gusi bengkak. Apa penyebabnya?

Di dalam lubang gigi tersebut terdapat kuman yang tidak dapat dihilangkan hanya dengan menyikat gigi biasa. Jika dibiarkan, lubang gigi akan semakin besar dan dalam. Lubang sudah terlalu dalam inilah yang biasanya menimbulkan dampak negatif.

Penyebab gusi bengkak

Kerusakan pada gigi berlubang akan terjadi secara bertahap karena lubang tersebut akan merusak struktur gigi lapisan demi lapisan. Bila lubang gigi terjadi pada lapisan enamel dan dentin, maka bisa langsung dilakukan penambalan dan biasanya tidak akan menyebabkan komplikasi apa-apa.

Sedangkan bila lubang gigi terjadi pada lapisan dentin dalam yang sudah mendekati tempat saraf, maka tidak bisa langsung ditambal. Lubang gigi perlu diberikan lapisan kalsium hidroksida supaya nantinya tidak membuat gigi menjadi ngilu setelah ditambal.

Pada beberapa kasus, dampak gigi ngilu setelah ditambal adalah wajar jika terjadi selama 2 minggu sampai 1 bulan. Namun, jika setelah 1-2 hari gigi mengalami ngilu dan mengakibatkan gusi bengkak, maka artinya keadaan lubang gigi sudah tembus dan kuman sudah masuk ke tempat saraf gigi. Kondisi ini disebut abses gigi.

Abses gigi memiliki gejala-gejala sebagai berikut:

  • Rasa sakit yang tajam dan berdenyut
  • Demam
  • Pembengkakan pada kelenjar di leher
  • Gusi kemerahan
  • Gusi menjadi lunak
  • Sakit saat mengunyah makanan
  • Gigi sensitif dan terasa ngilu saat terkena dingin dan panas
  • Rasa pahit di dalam mulut
  • Napas tidak sedap
  • Rasa tidak nyaman dan gelisah
  • Luka seperti sariawan di gusi tersebut, serta pembengkakan menjalar di rahang atas dan bawah
1 dari 2 halaman

Dampak pembiaran abses gigi

Jika sudah mengalami abses gigi, harus segera dilakukan tindakan oleh dokter gigi. Abses dapat terus berkembang dan dapat bertahan selama berbulan-bulan, bahkan sampai tahunan.

Rasa sakitnya biasanya akan behenti sendiri di saat saraf gigi sudah mati, tapi bukan berarti infeksi kumannya sudah sembuh juga. Infeksi akan terus menjalar ke bagian lain di rongga mulut dan dapat menyebabkan dampak lainnya seperti fistula, kista, dan sepsis.

Fistula muncul akibat abses gigi telah merusak tulang-tulang di sekitar gigi, dengan membentuk suatu saluran yang menembus tulang dan gusi. Fistula atau sinus tract akan tampak seperti jerawat di gusi, tempat nanah keluar yang menyebabkan rasa asin di dalam mulut.

Walapun abses gigi sudah pecah melalui fistula, namun infeksi gigi ini belum bisa dikatakan sembuh, karena sebenarnya masih ada dan akan terus menjalar dan menyebar.

Kista juga bisa terbentuk jika abses gigi tidak mendapatkan perawatan. Kista berupa kantung yang berisi cairan kolestrin terdapat di tulang rahang, terbentuk bila dilakukan pencabutan pada gigi yang mengalami infeksi.

Oleh karena itu, bila gigi mengalami infeksi, sebaiknya segera lakukan perawatan saraf gigi. Untuk menghilangkan kista yang sudah cukup besar perlu dilakukan pembedahan.

Sementara keadaan sepsis terjadi jika kuman pada abses gigi terus menjalar dan menyebar ke bagian lain dalam mulut atau bagian tubuh lainnya. Jika infeksi sudah menyebar ke bagian kepala, dada, leher, dan sampai ke seluruh tubuh, maka dapat berisiko untuk mengalami komplikasi yang mengancam nyawa Anda.

Oleh sebab itu, jika mengalami gusi bengkak setelah tambal gigi, maka segera periksakan kondisi anda ke dokter gigi. Hal ini penting sekali untuk dilakukan supaya penjalaran infeksi tidak terjadi ke organ-organ lain di seluruh tubuh.

[MS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar