Sukses

4 Cara Tepat Atasi Radang Tenggorokan pada Bayi

Jangan anggap remeh radang tenggorokan pada bayi. Segera atasi dengan cara ini!

Klikdokter.com, Jakarta Salah satu kondisi yang membuat orang tua membawa si buah hati ke dokter adalah radang tenggorokan. Meski terkesan sederhana, penyakit tersebut sering membuat resah dan panik, apalagi bila terjadi pada bayi. Pasalnya, radang tenggorokan pada bayi bisa membuat si Kecil lebih rewel dan mogok minum, yang bila berlanjut bisa berakibat pada kekurangan cairan alias dehidrasi.

Tenggorokan tersusun atas beberapa bagian. Mulai dari dinding tenggorokan (faring), amandel (tonsil), dan pita suara (laring). Semua bagian tersebut dapat mengalami peradangan, baik mandiri maupun kombinasi.

Apabila yang mengalami radang adalah dinding tenggorokan, penyakitnya disebut sebagai faringitis. Bila terjadi di jaringan amandel, medis menyebutnya dengan tonsilitis. Sedangkan peradangan yang terjadi pada kedua bagian tersebut dinamakan tonsilofaringitis.

Radang tenggorokan pada bayi

Radang tenggorokan pada bayi atau anak usia di bawah 2 tahun umumnya disebabkan oleh virus, seperti Rhinovirus dan Adenovirus. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa keluhan disebabkan oleh bakteri, seperti Group A Beta-hemolytic Streptococcus (GABHS).

Selain kedua jenis kuman tersebut, radang tenggorokan juga dapat disebabkan oleh faktor lain, seperti paparan asap rokok, polusi udara, alergi debu, dan penggunaan pita suara berlebihan.

Radang tenggorokan pada bayi dapat muncul dengan gejala yang bervariasi. Hal ini tergantung pada lokasi peradangan dan usia si Kecil.

Meski umumnya tidak spesifik, gejala-gejala yang sering ditemui adalah demam, batuk, bersin, hidung berair, bayi menjadi lebih rewel, menolak minum ASI atau susu, serta mual dan muntah. Pada pemeriksaan fisik, tenggorokan bayi akan tampak kemerahan dan teraba bengkak pada kelenjar getah bening di leher.

Mengatasi radang tenggorokan pada bayi

Apabila bayi Anda mengalami gejala-gejala yang berkaitan dengan radang tenggorokan, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya:

  • Obat penurun demam

Bila bayi mengalami demam, berikan obat penurun panas dengan kandungan paracetamol. Pilih obat sesuai dengan usia anak, berikan dalam dosis dan frekuensi menurut aturan yang tertera pada kemasan obat.

  • Pastikan kecukupan cairan

Berikan ASI atau susu dan air putih (bila bayi lebih dari 6 bulan) sesering mungkin. Bila bayi menolak, Anda dapat memberikannya menggunakan sendok atau pipet secara perlahan dan bertahap.

  • Istirahat cukup

Nyeri dan demam yang dialami bayi akan memangkas waktu tidurnya. Namun, Anda tetap harus memastikan bahwa si Kecil mendapatkan cukup istirahat. Untuk ini, cara yang bisa dilakukan adalah memberikan obat penurun panas yang sesuai, cairan, menggendong, dan memeluk bayi.

  • Lingkungan bersih

Radang tenggorokan membuat tenggorokan lebih kering dan iritasi. Kondisi ini bisa semakin berat bila si Kecil berada di rumah dengan udara yang kering, kotor, atau tercemar polusi. Oleh karena itu, pastikan lingkungan udara di rumah  Anda bersih, bebas polusi dan asap rokok. Anda juga dapat gunakan humidifier untuk membantu meningkatkan kelembapan udara.

Langkah-langkah di atas akan membantu meredakan gejala radang tenggorokan dalam 3–5 hari. Akan tetapi, bila bayi menunjukkan tanda-tanda seperti badan lemas, mengantuk terus-menerus, malas minum, mata tampak cekung, buang air kecil jarang, atau demam yang tetap tinggi meski sudah diberikan obat penurun panas, segera periksakan ke dokter.

Melalui pemeriksaan fisik dan penunjang tambahan, dokter akan menentukan penyebab radang tenggorokan pada bayi dan penanganan yang sesuai.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar