Sukses

Berhubungan Seks Setelah Melahirkan, Ini Waktu yang Tepat

Berhubungan seks setelah melahirkan adalah wajar untuk dilakukan. Namun, kapan waktu yang tepat agar tidak berbahaya?

Klikdokter.com, Jakarta Setelah berhasil melewati persalinan, perjuangan seorang ibu belum selesai. Masih banyak rintangan yang perlu dihadapi, salah satunya menahan diri untuk tidak langsung berhubungan seks setelah melahirkan. Ini karena sang ibu mesti harus melewati masa nifas sebelum benar-benar diperbolehkan untuk melakukan hal tersebut.

Masa nifas adalah rentang waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan organ reproduksi wanita usai digunakan untuk melahirkan, baik normal maupun casar. Masa ini biasanya ditandai dengan adanya perdarahan dan keluarnya cairan dari vagina.

Masa nifas biasanya berlangsung selama 6–12 minggu. Pada umumnya, darah akan keluar selama jangka waktu 40 hari. Di masa ini, melakukan hubungan seks adalah hal yang terlarang.

"Hubungan seks sebaiknya dilakukan setelah masa nifas berakhir. Patokan akhir masa nifas adalah ketika flek darah tidak keluar lagi selama 6 hari berturut-turut. Biasanya hal itu terjadi 40 hari setelah melahirkan, bisa kurang atau lebih," ungkap dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter.

Tips berhubungan seks setelah melahirkan

Selain memperhatikan waktu, seks setelah melahirkan juga perlu dilakukan dengan posisi khusus. Terkait hal ini, dr. Grace Valentine, Sp.OG dari KlikDokter mengatakan bahwa Anda dan pasangan wajib melakukan posisi seks yang memberikan kenyamanan pada kedua belah pihak

"Selain mengatur posisi, Anda dan pasangan juga sebaiknya melakukan hubungan seks dengan perlahan. Mulai dengan foreplay yang lebih lama. Bila vagina yang kering menjadi masalah, gunakan pelumas gel atau krim," ujar dr. Grace.

Bagi wanita yang melahirkan lewat operasi caesar, Anda bisa mecoba posisi seks yang tidak memberikan tekanan pada area luka. Lakukan dengan relaks, agar luka bekas operasi tidak terasa tegang dan nyeri. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan bantal atau benda lain yang empuk sebagai penyangga.

Jika Anda merasa tidak nyaman atau kesulitan, katakan secara gamblang kepada pasangan. Dengan saling terbuka, hubungan seks yang ‘manis’ dan harmonis lebih mudah diraih.

Beberapa cara ini diharapkan dapat membantu Anda:

  • Cobalah lakukan pelukan dan ciptakan intimasi secara perlahan, sehingga Anda terbiasa dengan sentuhan pasangan secara bertahap.
  • Lakukan hubungan seks dengan perlahan. Nikmati intimasi dan pemanasan yang cukup tanpa mengharapkan hubungan seksual penetratif.
  • Hindari perasaan stres atau cemas berlebih. Nikmati setiap proses dan komunikasikan dengan pasangan bila merasa tidak nyaman.
  • Gunakan gel pelumas bila area perineum masih sensitif. Jangan gunakan pelumas berbahan dasar minyak bila Anda menggunakan kondom, karena dapat menyebabkan kebocoran. Pelumas juga dapat membantu kekeringan vagina, yang umum terjadi pada wanita menyusui.
  • Jangan lakukan dengan terburu-buru apapun alasannya. Lakukan secara berproses sehingga Anda benar-benar siap dan terangsang.
  • Cobalah posisi yang tidak menyebabkan tekanan pada area sensitif. Anda dapat memulainya dengan memosisikan di atas, agar dapat mengontrol kecepatan dan kedalaman penetrasi.
  • Bila Anda merasa tidak nyaman, minta pasangan untuk berhenti sejenak.
  • Lakukan latihan kegel untuk mengembalikan kekuatan otot dasar panggul dan vagina. Hal ini dapat meningkatkan kenikmatan seksual Anda dan pasangan.
  • Makan dan minum air secukupnya. Lakukan istirahat cukup, agar Anda memiliki energi yang memadai.

Berhubungan seks setelah melahirkan tidak boleh dilakukan sembarangan. Anda mesti tahu waktu yang tepat dan posisi yang sesuai, agar kenikmatan bersama bisa benar-benar diraih.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar