Sukses

Tips Aman Donor Darah Saat Puasa Ramadan

Ingin tetap aman meski harus donor darah saat puasa Ramadan? Ini tips sederhana yang bisa Anda lakukan.

Klikdokter.com, Jakarta Donor darah secara teratur memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Namun ketika Ramadan tiba, Anda yang jadwal donor darahnya tiba jatuh di bulan puasa ini jadi  bertanya-tanya, amankah donor darah saat puasa Ramadan?

Kebingungan seperti itu tentu bisa menyurutkan keinginan masyarakat untuk menjadi donor darah di bulan puasa. Akibatnya stok darah di PMI makin menipis. Padahal kebutuhan darah untuk masyarakat yang membutuhkan donor darah masih sangat besar.

Padahal sebenarnya Anda tidak perlu khawatir. Menurut dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter mendonorkan darah selama puasa aman-aman saja asalkan dilakukan oleh orang yang sehat. Namun demikian, lanjut dr. Reza, orang yang ingin donor darah saat berpuasa mesti memperhatikan beberapa aspek sebelum benar-benar melakukannya. Ini agar pendonor tidak mengalami penurunan kualitas kesehatan setelah mendonorkan darah.

Beberapa aspek yang mesti diperhatikan sebelum donor darah saat puasa, yaitu:

  • Waktu

Waktu yang paling tepat untuk melakukan donor darah selama puasa adalah pagi atau malam hari setelah berbuka. Pada siang dan sore hari, biasanya tubuh mengalami kekurangan cairan akibat puasa sehingga pengambilan darah berisiko menyebabkan tekanan darah menurun dan berakibat pada terjadinya pusing dan badan lemas.

Sayangnya di banyak tempat donor darah jarang dilakukan di malam hari karena petugasnya sudah selesai bekerja. Solusinya, datangilah Palang Merah Indonesia yang biasanya melayani donor darah 24 jam.

  • Kondisi fisik

Jika ingin melakukan donor darah, persiapkan diri Anda sejak satu hari sebelumnya.

“Pastikan Anda makan sahur yang bergizi serta minum air yang cukup untuk menjaga daya tahan tubuh serta menghindarkan diri dari dehidrasi berlebih,” jelas dr. Reza.

Hindari juga tidur terlalu larut malam agar kondisi tubuh optimal saat hendak melakukan donor darah.

  • Menu buka puasa

Agar tidak kekurangan darah usai donor, Anda mesti mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi dan vitamin saat buka puasa. Beberapa makanan yang bisa dikonsumsi adalah daging merah, hati, ayam, biji-bijian, sayur, buah, ataupun susu. Hindari makanan yang terlalu pedas atau asam supaya tidak diare, yang malah bikin cairan tubuh makin terkuras dan tubuh makin lemas.

  • Aktivitas

Tubuh membutuhkan waktu yang cukup untuk mengganti darah yang habis dikeluarkan. Oleh sebab itu, hindari aktivitas terlalu berat agar tubuh Anda memiliki kesempatan untuk melakukan proses tersebut. Selain itu, tidak melakukan aktivitas berat usai donor juga mencegah Anda mengalami penurunan kesadaran atau pingsan.

Selama mendonor, darah akan diambil sebanyak 350–450 cc. Dengan banyaknya volume tersebut, Anda akan mengalami sedikit pusing atau lemas setelahnya. Kejadian tersebut bisa semakin parah akibat kondisi puasa, karena Anda tidak bisa langsung makan atau minum untuk mengganti cairan tubuh.

Tapi, jangan berkecil hati. Biasanya, niat positif dalam membantu sesama akan diberi kemudahan yang ekstra. Sehingga, makin besar dan bulat tekad Anda untuk donor darah saat puasa, semakin kuat pula tubuh dalam menahan segala konsekuensinya. Yang penting, jangan lupa beristirahat usai mendonor, perbanyak minum air putih saat berbuka, dan konsumsilah makanan yang mengandung zat besi serta vitamin agar tubuh tidak makin lemas.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar