Sukses

Benarkah Terapi Garam Epsom Mampu Atasi Asam Urat?

Kadar asam urat yang tinggi bisa sebabkan serangan gout, yang nyerinya bisa luar biasa. Benarkah terapi garam Epsom mampu mengatasinya?

Klikdokter.com, Jakarta Anda pernah mendengar tentang pengobatan asam urat dengan garam? Jika belum, mungkin Anda perlu mengenali garam Epsom, karena garam jenis ini dinilai bisa mengatasi masalah asam urat, yang mungkin sedang Anda hadapi.

Walaupun dilabeli “garam”, tetapi garam Epsom berbeda dengan garam dapur atau garam lainnya sebagai campuran dalam makanan. Perbedaan utamanya terletak pada kandungannya; garam Epsom mengandung magnesium dan sulfat (MgSO4), sedangkan garam dapur mengandung natrium dan klorida (NaCl).

Garam ini pertama kali ditemukan di kota Epsom di Inggris, sehingga sering kali dikenal juga dengan nama garam Inggris. Bagi Anda yang bermasalah dengan asam urat, mungkin Anda pernah mendengar terapi garam Epsom yang katanya mampu atas asam urat. Benar atau tidaknya akan dibahas lebih lanjut.

Beda dengan garam untuk makanan, garam Epsom tidak dikonsumsi, melainkan digunakan dengan dioleskan ke kulit (topikal) atau dicampurkan ke air panas untuk berendam. Jenis garam ini dikenal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Garam Epsom sebagai terapi alternatif asam urat

Salah satu manfaat garam Epsom yang diyakini masyarakat adalah kemampuannya untuk meredakan serangan gout akibat kadar asam urat tinggi. Tingginya kadar asam urat dalam darah dapat membentuk kristal asam urat yang mungkin mengendap di beberapa bagian tubuh. Jika endapan tersebut bersemayam di sendi, maka peradangan sendi (gout) bisa timbul.

Serangan gout dapat menimbulkan nyeri hebat bagi penderitanya, sehingga tentu dapat menciptakan ketidaknyamanan. Meski dapat diatasi dengan obat-obatan, tetapi tak sedikit orang yang berusaha untuk mencari terapi alternatif dengan cara yang lebih alami, salah satunya dengan penggunaan garam Epsom.

Umumnya, penggunaan garam Epsom untuk gout dilakukan dengan melarutkannya dengan air panas, lalu digunakan untuk rendaman. Mengingat serangan gout sering kali dirasakan pada jempol kaki, larutan bisa digunakan untuk merendam kaki. Jika keluhan timbul di bagian tubuh lainnya, misalnya siku, Anda bisa berendam di bak mandi sekaligus relaksasi. Solusi lainnya adalah dengan membasahi kain dengan larutan garam Epsom, lalu dililitkan dan didiamkan beberapa saat pada bagian yang nyeri.

1 dari 2 halaman

Kandungan garam Epsom yang baik bagi penderita asam urat

Magnesium merupakan salah satu mineral esensial yang diperlukan tubuh untuk berfungsi dengan baik. Mineral ini membantu regulasi berbagai enzim yang berhubungan dengan kontrol otot, pengaturan kadar kolesterol, pembuangan racun, produksi energi, serta komunikasi sel saraf. Sulfat juga dipercaya berperan dalam proses detoksifikasi tubuh.

Kekurangan magnesium dipercaya memperburuk peradangan kronis dalam tubuh. Pada tahun 2015, ada sebuah studi yang menyimpulkan bahwa kadar magnesium yang cukup berkaitan dengan kadar asam urat yang lebih rendah dan sehat dalam tubuh, sehingga menurunkan risiko serangan gout.

Sayangnya, pada studi tersebut hanya melibatkan partisipan pria. Jadi, hingga kini sebetulnya belum ada penelitian yang benar-benar dapat membuktikan kaitan antara asam urat dan magnesium.

Berendam dalam garam Epsom dipercaya membantu penyerapan magnesium dan sulfat melalui kulit masuk dalam tubuh, sehingga efeknya bagi asam urat dapat dirasakan. Selain itu, garam Epsom yang bersifat basa dipercaya dapat melarutkan kristal asam urat yang terbentuk dan menimbulkan nyeri. Namun sayangnya, belum ada studi yang menemukan bahwa magnesium sulfat dapat terserap dengan baik melalui kulit.

Faktanya, belum ada bukti lewat penelitian bahwa garam Epsom dapat meredakan keluhan akibat serangan gout. Namun, sudah ada orang-orang yang mencoba terapi garam Epsom dan melaporkan adanya perbaikan gejala. Apakah perbaikan tersebut disebabkan oleh garam Epsom atau hal lainnya (misalnya berendam dengan air hangat) belum dapat ditentukan.

Berdasarkan testimoni, banyak orang percaya bahwa garam Epsom bisa membantu mengurangi gejala penyakit asam urat. Meski belum terbukti secara ilmiah, tetapi tak ada ruginya jika Anda ingin ikut mencobanya. Sayangnya, tak semua orang boleh! Anda yang sedang hamil, penderita diabetes (terutama dengan luka terbuka), dan Anda yang sedang dehidrasi baiknya tidak melakukan terapi ini. Jika Anda punya tekanan darah tinggi dan penyakit jantung, baiknya konsultasikan dulu dengan dokter Anda. Selain itu, karena terapi ini bisa bikin kulit kering, jangan lupa aplikasikan pelembap setelahnya, ya!

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar