Sukses

Tidak Semua Lemak Tubuh Itu Buruk, Ini Buktinya!

Lemak sering jadi bulan-bulanan karena dianggap tak sehat dan biang kerok gangguan kesehatan. Padahal, tak semua lemak tubuh itu buruk, lho!

Klikdokter.com, Jakarta Bisa jadi lemak bak seorang mantan, yang ingin Anda lupakan atau kubur dalam-dalam. “Pokoknya jahat!” kata Anda menggebuk meja. Faktanya, tak semua lemak tubuh itu buruk, lho. Tak percaya? Ini buktinya!

Jenis lemak yang baik dikenal sebagai high-density lipoprotein (HDL). Biasa juga disebut sebagai lemak tak jenuh atau kolesterol baik. HDL adalah lemak yang tidak membahayakan jantung dan kolesterol dalam darah. Jika peran HDL adalah antagonis, aktor protagonisnya adalah low-density lipoprotein (LDL).

"Mengenali jenis-jenis lemak dan mengetahui perbedaannya dapat membantu Anda menentukan lemak mana yang harus dihindari, dan mana yang dapat dikonsumsi dalam jumlah sedang," ujar dr. Melyarna Putri, MPH, M.Gizi dari KlikDokter.

Mengenali jenis lemak dalam tubuh

Dilansir dari Livestrong, Will Cole, DC, ahli pengobatan fungsional dan pakar nutrisi klinis dari Amerika Serikat mengatakan bahwa ada lebih dari satu jenis lemak dalam tubuh manusia. Fungsinya penting, seperti mengatur suhu tubuh, menyimpan dan mengangkut vitamin yang larut dalam lemak, membantu kesuburan, mengeluarkan hormon, dan mengisolasi tubuh.

Kini, perlu Anda ketahui bahwa lemak tubuh memang ada yang baik. Hal-hal di bawah ini adalah fakta tentang lemak tubuh yang perlu Anda ketahui:

  • • Lemak putih dan lemak cokelat

"Tubuh memiliki dua jenis lemak utama, yakni lemak cokelat dan lemak putih. Lemak putih biasanya dikenal sebagai 'jaringan adiposa', yaitu jenis lemak yang paling umum di tubuh manusuia," ujar Dr. Will.

Sementara itu, lemak cokelat dianggap baik karena punya kemampuan untuk meningkatkan metabolisme serta membantu pembakaran energi.

Meski jumlah lemak cokelat pada tubuh dari saat lahir akan menurun seiring bertambahnya usia, tetapi Will mengatakan Anda bisa meningkatkan produksinya dengan cara rutin berolahraga.

  • Lemak viseral dan lemak subkutan

Menurut dr. Sara Elise Wijono, MRes, dari KlikDokter, pada dasarnya lemak tubuh terdiri dari dua jenis, yaitu lemak subkutan dan lemak viseral.

“Lemak subkutan merupakan bagian terbesar dari lemak tubuh, kurang lebih 90 persen, dan terletak di bawah kulit. Sepuluh persen sisanya adalah lemak viseral. Lemak ini ditemukan di rongga perut, di bawah otot perut, serta terletak sekitar organ-organ penting seperti hati, usus, dan pankreas. Selain itu, lemak viseral juga bisa menumpuk di pembuluh darah arteri,” katanya menjelaskan.

Studi menemukan bahwa sel-sel lemak merupakan sel yang aktif dan dapat memproduksi hormon dan molekul lainnya, sehingga juga dapat berfungsi sebagai organ endokrin. Aktivitas dari lemak viseral juga menghasilkan proses peradangan yang merugikan kesehatan.

Lemak viseral adalah lemak yang bertanggung jawab akan perut yang membuncit. Selain itu, lemak tersebut juga dapat menumpuk di sekitar organ-organ dalam tubuh dan bisa mengakibatkan gangguan kesehatan.

Bedanya dengan lemak subkutan, lemak tersebut adalah lemak putih yang letaknya tepat di bawah kulit. Ini juga merupakan jenis lemak yang diukur untuk menentukan persentase lemak tubuh. Lemak ini ditemukan di seluruh tubuh, terutama di paha, bokong, dan punggung lengan.

  • Lemak esensial dan nonesensial

"Lemak tubuh yang tidak penting termasuk lemak subkutan dan lemak viseral, karena mereka tidak diperlukan untuk fungsi tubuh normal," kata Dr. Will. “Akan tetapi, setiap orang butuh sejumlah tersebut karena perannya esensial agar fungsi tubuh bisa berjalan maksimal,” lanjutnya.

Menurut American Council on Exercise, 10-13 persen lemak tubuh dianggap sebagai lemak esensial untuk wanita, sedangkan pada pria 2-5 persen. Jenis lemak ini ditemukan di otot dan organ tertentu seperti otak. Faktanya, hampir 60 persen otak Anda terdiri dari lemak!

Sudah percaya, kan, bahwa tak semua lemak tubuh itu buruk?! Mengetahui jenis-jenis lemak dan mengetahui perbedaannya dapat membantu Anda menentukan mana jenis lemak yang baik dikonsumsi, mana yang harus dibatasi, dan mana yang harus ditendang jauh-jauh.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar