Sukses

Benarkah Telinga Berdenging, Tanda Tumor Otak?

Gangguan pendengaran bisa dialami siapa saja. Tapi, benarkah telinga berdenging merupakan tanda tumor otak? Temukan jawabannya disini!

Klikdokter.com, Jakarta Apakah Anda pernah mengalami telinga berdenging tiba-tiba dan tanpa sebab? Apakah hal itu mengkhawatirkan Anda? Jika Anda mencurigai adanya masalah di otak bahkan seperti tumor, Anda tidak salah. Telinga berdenging – istilah medisnya  tinnitus – dapat muncul sebagai salah satu gejala adanya masalah, tidak hanya pada telinga, tetapi juga otak. Tapi tunggu dulu, sebelum Anda terlalu banyak menduga-duga, lebih baik baca dulu penjelasannya dibawah ini.

Telinga berdenging, gejala apa ini?

Dalam bahasa medis, telinga berdenging disebut tinnitus. Kondisi ini merupakan sebuah persepsi pendengaran yang terdengar dalam telinga tanpa adanya sumber suara dari luar telinga.

Meskipun sering disebut telinga berdenging, suara yang didengar tidak selalu berdenging “ting…”, bisa juga seperti suara gemuruh “drrr…”, ataupun desis “sssss…”

Tinnitus bukan merupakan sebuah penyakit, melainkan sebuah gejala yang biasanya diakibatkan adanya sebuah penyakit yang menyertai. Gejala ini bisa tiba-tiba muncul atau berlangsung terus-menerus dan biasanya diperparah dengan usia yang makin tua.

Biasanya, telinga berdenging ini akibat adanya turbulensi di pembuluh darah sekitar telinga atau gangguan saraf pendengaran. Banyak sekali hal yang dapat menyebabkan telinga berdenging. Misalnya, suatu kondisi tubuh tertentu, obat, hingga sebuah penyakit.

Berikut penyebab telinga berdenging yang perlu Anda kenali:

  • Usia tua. Pada usia tua (60 tahun keatas) biasanya akan terjadi penurunan fungsi pendengaran. Pembuluh darah juga akan menjadi lebih kaku. Hal tersebut yang menyebabkan telinga berdenging dapat terjadi.
  • Paparan suara keras. Biasanya suara dari alat berat, suara mesin, suara ledakan petasan, suara tembakan, dan yang sehari-hari paling sering terjadi adalah mendengarkan musik menggunakan headset dengan volume yang keras dan waktu yang lama.
  • Sumbatan kotoran telinga. Cairan dalam liang telinga memang berfungsi sebagai pertahanan untuk menyaring kotoran. Namun jika menumpuk terlalu banyak dan menyumbat, dapat menyebabkan telinga berdenging.
  • Atherosklerosis. Dalam bahasa awam, atherosklerosis dikenal dengan penumpukan plak lemak pada dinding pembuluh darah. Jika hal ini terjadi di pembuluh darah telinga maka akan ada turbulensi aliran darah dan menyebabkan telinga berdenging.
  • Hipertensi. Aliran darah kencang dan deras pada orang dengan darah tinggi menyebabkan turbulensi aliran darah sehingga menyebabkan tinnitus.

Masih banyak sekali penyebab telinga berdenging selain yang disebutkan di atas. Meskipun mungkin telinga berdenging tidak mengganggu dan tidak menjadi pertanda serius, Anda tetap harus waspada. Alasannya, ada satu hal lagi yang merupakan masalah serius penyebab telinga berdenging, yaitu tumor otak. 

Tumor otak merangsang telinga berdenging

Dalam dunia medis, tumor berarti adanya massa atau jaringan yang tumbuh abnormal, dalam hal ini tumor yang tumbuh di jaringan otak. Tumor tidak selalu ganas karena ada juga yang jinak. Faktanya, 70 persen tumor otak adalah yang jinak.

Salah satu tumor jinak yang menyebabkan telinga berdenging disebut Acoustic Neuroma. Tumor ini tumbuh pada saraf di otak yang mengatur fungsi pendengaran dan keseimbangan sehingga dapat menyebabkan telinga berdenging di satu telinga.

Telinga berdenging memang bisa jadi tanda tumor otak. Namun, Anda tidak perlu terlalu khawatir karena ada gejala lain tumor otak yang harus lebih diwaspadai sebagai masalah yang serius.

Gejala lain itu adalah nyeri kepala yang makin lama makin berat, mual hingga muntah (biasanya menyemprot), kelumpuhan, gangguan penglihatan, bicara, atau bahkan sampai gangguan perilaku.

Ketika Anda mengalami sejumlah gejala di atas – termasuk telinga berdenging – jangan tunggu lebih lama. Segera periksakan diri ke dokter, untuk mengantisipasi jika sejumlah gejala yang Anda alami tersebut merupakan tanda munculnya tumor otak.

[HNS/ RVS]

 

0 Komentar

Belum ada komentar