Sukses

Kenali Diet Pescatarian yang Dilakukan Ed Sheeran

Demi kondisi tubuh yang prima saat konser keliling dunia. Penyanyi Ed Sheeran menerapkan pola diet pescatarian. Diet seperti apakah itu?

Klikdokter.com, Jakarta Hari Jumat (03/05) minggu lalu, penyanyi pop Ed Sheeran menyelenggarakan konser di Jakarta. Meski tampil seorang diri, pria berkebangsaan Inggris itu mampu menyihir Stadion Gelora Bung Karno yang begitu luasnya. Tak terlihat lelah atau lemas dari tubuhnya meski setiap lagu dibawakan hampir tanpa jeda. Dilansir dari berbagai sumber, rupanya, pelantun lagu “Perfect” itu menerapkan diet pescatarian agar kondisi tubuhnya selalu fit.

Apa itu diet pescatarian?

Kata “pescatarian” ini mulai muncul pada awal ‘90-an. Kata tersebut merupakan gabungan dari dua kata bahasa Italia, yakni “pesce” yang berarti ‘ikan’ dan “vegetarian”. Dalam literatur sains, pescatarian ini merupakan bagian dari spektrum vegetarian.

Dalam diet pescatarian, makanan utama dari orang yang mejalankan diet ini adalah protein hewani yang berasal dari laut, seperti ikan, udang, cumi, kerang, dan lain sebagainya.

Mereka sama sekali tidak menyantap daging merah ataupun daging unggas. Sebenarnya, beberapa jenis seafood dapat menyerap merkuri cukup banyak, misalnya saja kerang. Sehingga, para pelaku diet mungkin perlu membatasi asupannya. Namun, mereka masih mengonsumsi susu serta telur di dalam dietnya.

Selain itu, pelaku diet pescatarian juga mengonsumsi makanan nabati, entah itu biji-bijian, kacang-kacangan, sayur, maupun buah-buahan. Sehingga, pola makan mereka sebenarnya mirip dengan vegetarian, hanya saja masih ditambah dengan makanan laut, susu, dan telur.

1 dari 2 halaman

diet pescatarian

Setiap diet tentu memiliki sejumlah manfaat yang dirasakan oleh pelakunya, termasuk diet pescatarian. Nah, bila Anda sebenarnya ingin mencoba menerapkan diet ini tapi masih ragu-ragu, coba simaklah manfaatnya di bawah ini. Siapa tahu Anda semakin yakin untuk menerapkan jenis diet ini.

  • Menjaga kesehatan jantung

Orang yang makan ikan lebih banyak memiliki tekanan darah yang normal dan stabil, serta memiliki irama jantung yang normal. Sehingga, risiko untuk mengalami serangan jantung juga kecil.

Sebab, ikan memberikan asupan asam lemak omega-3, yaitu lemak tak jenuh yang sangat baik untuk kesehatan manusia, terutama bagi organ jantung. Hal tersebut turut dibenarkan oleh dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter.

Disebutkan bahwa omega-3 dapat menghambat pembentukan plak lemak yang menyumbat pembuluh arteri atau aterosklerosis.

  • Mengurangi risiko kanker

Diet pescatarian juga dapat melindungi Anda dari kanker kolorektal (usus besar dan dubur). Menurut sebuah studi tahun 2015, kanker kolorektal adalah penyebab kedua kematian terbesar di Amerika Serikat akibat kanker.

Akhirnya, sebanyak 77.650 orang mencoba melakukan diet tersebut. Dan hasilnya, usus mereka jauh lebih sehat serta risiko untuk terkena kanker kolorektal menurun.

  • Mengurangi risiko diabetes tipe 2 dan sindrom metabolik

Orang yang menerapkan diet pescatarian memiliki asupan flavonoid tertinggi dari banyaknya sumber nabati yang dikonsumsinya. Sementara, flavonoid tersebut bersifat antiinflamasi dan antidiabetik.

Dengan demikian, orang yang menerapkan diet tersebut akan terhindar dari komplikasi diabetes serta sindrom metabolik, seperti resistensi insulin, tekanan darah tinggi, serta obesitas.

  • Mengurangi kerusakan lingkungan dan eksploitasi hewan

Sebagian orang yang langsung menerapkan diet vegetarian biasanya juga didasarkan atas ketidaksetujuan mereka terhadap pembunuhan hewan massal untuk dikonsumsi manusia.

Tapi, bagi Anda yang sebenarnya juga mencintai hewan dan lingkungan, namun tetap membutuhkan protein hewani, maka diet pescatarian ini dapat dilakukan.

Sebuah studi di tahun 2015 menyimpulkan, ikan tidak memiliki jaringan saraf yang dapat membuatnya merasakan sakit, meski mereka dapat mengalami stres psikologis. Sehingga, Anda tetap bisa mengonsumsi daging ikan tanpa harus takut mereka tersakiti.

Diet pescatarian yang dilakukan oleh Ed Sheeran ini sepertinya memang baik untuk dilakukan, terutama bagi mereka yang ingin terhindar dari penyakit jantung serta diabetes. Tetapi, setiap orang memiliki kondisi tubuh yang berbeda-beda, sehingga apa pun diet yang ingin diterapkan harus dikonsultasikan dulu kepada dokter. Hal itu dilakukan demi mengurangi efek samping yang justru dapat merugikan kesehatan Anda sendiri.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar