Sukses

Apa Bedanya Kista Bartholin, Kista Nabothi, dan Kista Gartner?

Sama-sama berada di organ intim wanita, coba kenali perbedaan kista Bartholin, kista Nabothi, dan kista Gartner.

Klikdokter.com, Jakarta Kista ada banyak jenisnya, tergantung lokasi keberadaanya di dalam tubuh. Salah satunya yang kerap dijumpai di organ intim wanita. Ada tiga jenis kista yang bisa di organ kewanitaan, yaitu kista Bartholin, kista Nabothi, dan kista Gartner.

Meski namanya cukup asing di telinga Anda, ketiganya cukp sering ditemui. Agar Anda bisa lebih memahami lagi tentang kista tersebut sekaligus tahu perbedaannya, simak penjelasan medis di bawah ini.

Apa itu kista Bartholin?

Kista Bartholin adalah kantong berisi cairan jernih yang terbentuk akibat tersumbatnya kelenjar Bartholin. Kelenjar tersebut berada di bibir vagina atau labia dan menghasilkan cairan yang berguna untuk mencegah iritasi akibat gesekan hubungan seksual.

Biasanya, penyakit ini menyerang wanita berusia 20-30 tahun. Dan sayangnya, kebanyakan wanita yang mengidap kista ini tidak menyadari karena ukurannya yang sangat kecil.

Hal itu pun dibenarkan oleh dr. Nitish Basant Adnani BMedSc MSc dari KlikDokter. Menurutnya, wanita tidak dapat meraba atau melihat kelenjar tersebut. Meski dapat membesar saat menstruasi atau saat berhubungan seksual, kista Bartholin bisa menghilang tanpa terapi apa pun dan tidak menimbulkan nyeri.

“Kista tersebut akan menimbulkan nyeri apabila sudah terinfeksi,” kata dr. Nitish. Jika kista itu terinfeksi, penderitanya akan mengalami gejala berupa nyeri hingga sulit duduk atau berjalan, demam menggigil, area vulva yang membengkak, serta keluar cairan dari kistanya.

Adapun gejala yang sebenarnya dapat dirasakan oleh penderita kista Bartholin yang tidak terinfeksi adalah hanya adanya benjolan tanpa nyeri serta rasa mengganjal ketika berjalan, duduk, atau berhubungan seks. Kista Bartholin yang terinfeksi dapat pecah dan sembuh dalam 3-4 hari.

“Namun, bila kista sangat nyeri, sebaiknya dilakukan pembersihan oleh dokter. Antibiotik pun diperlukan untuk mengobati infeksi,” dr. Nitish menambahkan.

1 dari 2 halaman

Kenali juga tentang kista Nabothi

Kista Nabothi merupakan kista kecil yang berada di mulut rahim atau serviks. Saat kelenjar yang memproduksi lendir pada serviks mengalami sumbatan, kista ini bisa terjadi.

Pada sebagian kondisi, persalinan atau trauma pada serviks dapat menyebabkan terjadinya kista Nabothi. Pada saat persalinan, jaringan di sekitar area tersebut dapat diproduksi secara berlebih sehingga menghambat aliran lendir dan membentuk sebuah kista.

Ukuran dari kista Nabothi bervariasi, ada yang diameternya hanya berapa milimeter, tapi ada juga yang sama beberapa sentimeter. Kista ini memiliki permukaan yang halus dan berwarna putih atau kekuningan.

Sama seperti kista Bartholin, kondisi ini tidak menyebabkan nyeri bila tidak terinfeksi. Tapi pada beberapa kasus kecil, kista Nabothi dapat membesar dan mengubah bentuk serviks.

Apa pula kista Gartner itu?

Kista yang kerap disebut kista duktus (saluran) Gartner ini merupakan kista yang dapat dijumpai pada dinding samping vagina. Duktus Gartner merupakan salah satu organ yang terbentuk pada saat janin perempuan berkembang.

Setelah dilahirkan, biasanya duktus menghilang. Nah, bila sebagian dari duktus tersebut menetap, terjadilah akumulasi cairan yang kemudian akan membentuk kista di dinding vagina.

Salah satu tanda dari kista Gartner adalah terabanya benjolan lunak pada dinding vagina yang bahkan menonjol ke luar vagina. Sama seperti kista Nabothi, ukuran kista ini cukup bervariasi. Bila kista semakin membesar, dokter biasanya akan merekomendasikan tindakan pembedahan guna mengangkat kista tersebut.

Perbedaan antara kista Bartholin, Nabothi, dan Gartner

Bila Anda perhatikan, ada satu perbedaan utama dari ketiganya, yaitu lokasi kista. kista Bartholin terletak di bibir vagina (labia), sedangkan Nabothi berada di mulut rahim atau serviks, dan Gartner berada di dinding samping vagina.

Ukuran Bartholin adalah yang paling kecil. Sedangkan ukuran kista Nabothi dan Gartner lebih bervariasi. Bahkan, kista Gartner dapat menonjol ke luar vagina.

Meski begitu, ketiganya sama-sama tidak menimbulkan nyeri apabila tidak terinfeksi oleh bakteri atau virus. Jika ketiganya terinfeksi, biasanya mereka akan menimbulkan nyeri yang hebat sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut dari dokter.

Jika tidak terinfeksi oleh bakteri atau virus yang biasanya ditularkan saat hubungan seksual berisiko, ketiga kista itu tidak berbahaya dan tidak perlu dikhawatirkan. Kalaupun membesar, dia tidak akan menimbulkan nyeri dan dapat dioperasi bila memang terlalu mengganggu aktivitas. Hingga kini, belum diketahui pencegahan agar kista-kista ini tidak muncul. Namun, Anda bisa mencegah infeksinya dengan selalu menjaga kebersihan vagina, meningkatkan kekebalan tubuh, dan tidak melakukan hubungan seks berisiko.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar