Sukses

Mengapa Botox Digunakan untuk Mengobati Migrain?

Lebih dikenal untuk perawatan wajah, botox ternyata juga digunakan untuk mengobati migrain. Apa alasannya?

Klikdokter.com, Jakarta Orang-orang yang ingin melawan penuaan dini dan antipati terhadap keriput di wajah mungkin tak asing lagi dengan kata “botox”. Pasalnya, suntik botox memang berkhasiat untuk mewujudkan hal tersebut dan sudah lama menjadi pilihan prosedur kosmetik. Nyatanya, tak cuma untuk mengatasi tanda-tanda penuaan, dilansir dari Verywell Health, botox juga digunakan untuk mengobati sakit kepala sebelah, yakni migrain.

Botox dan migrain

Mengenai penggunaan botox untuk mengobati migrain, hal ini dibenarkan oleh dr. Adeline Jaclyn dari KlikDokter. Ia mengatakan bahwa orang yang sudah mengalami migrain lebih dari 15 hari dalam sebulan akan diberikan suntik botox untuk membantu mengurangi nyeri pada kepalanya.

Suntik botox untuk mengobati migrain menggunakan racun yang disebut dengan onobotolinumtoxinA yang dapat mencegah pergerakan otot untuk sementara waktu. Racun tersebut diproduksi oleh mikroba yang menyebabkan kondisi keracunan makanan alias botulisme.

Saat racun itu tertelan, efeknya bisa sangat berbahaya. Tubuh akan mengalami kelumpuhan otot, mengganggu fungsi pernapasan, serta mengacaukan fungsi jantung. Sebaliknya, bila racun itu digunakan dengan tepat untuk tujuan terapeutik atau kosmetik, toksin botulinum tersebut justru dapat berdampak baik.

Digunakannya botox untuk mengobati migrain kronis baru disetujui oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) pada tahun 2010 silam. Suntikan botox untuk migrain tidak bersifat permanen, sehingga pemberian suntikan tersebut dapat diberikan tiga bulan sekali. Jika penderita migrain kronis sudah mengalami perbaikan kondisi yang signifikan, frekuensi penyuntikan botox dapat dikurangi.

Alasan penggunaan botox untuk mengobati migrain

Mungkin sekarang Anda bertanya-tanya, dari sekian banyak “racun”, mengapa botox yang dipilih dalam pengobatan migrain? Sebenarnya, pemahaman tentang bagaimana botox dapat membantu migrain masih terus dikembangkan. Yang jelas, botox dianggap mampu mencegah kontraksi otot-otot yang ada di kepala pemicu sakit migrain.

Ada sebuah penelitian di Spanyol yang melibatkan 69 peserta yang memiliki migrain kronis. Tiap peserta menerima rata-rata dua injeksi toksin botulinum.

Hasilnya, para peserta mengalami pengurangan yang signifikan dalam hal intensitas nyeri serta durasi sakit selama 16 bulan terakhir. Dengan demikian, botox dianggap lebih kuat untuk mencegah migrain ketimbang mengobati migrain secara tuntas.

Ketika efek dari suntik botox itu hilang, dr. Adeline pun berpendapat bahwa bisa saja gejala sakit kepala itu muncul kembali secara bertahap.

1 dari 2 halaman

Area yang diberi suntik botox untuk meredakan migrain

Ketika Anda menjalani perawatan botox untuk mengatasi migrain, kemungkinan dokter akan menyuntikkan cairan tersebut ke tujuh otot utama kepala dan leher. Adapun ketujuh area otot itu adalah sebagai berikut.

  • Corrugator, yaitu terletak di ujung dalam setiap alis.
  • Procerus, yaitu terletak di antara alis.
  • Frontalis, yaitu terletak di bagian depan kepala (dahi).
  • Temporalis, yaitu terletak di setiap sisi tengkorak atau otot yang biasa digunakan untuk mengunyah.
  • Occipitalis, yaitu terletak di dekat bagian belakang tengkorak.
  • Kelompok otot paraspinal serviks, yakni terletak di bagian atas dan belakang leher yang mengelilingi tulang belakang.
  • Trapezius, yakni terletak di punggung atas dan belakang leher.

Perlu diketahui juga bahwa suntikan botox umumnya perlu diulang setiap 12 minggu. Dan biasanya, diperlukan waktu hingga enam bulan untuk melihat manfaat terapeutik ketika botox digunakan dalam pencegahan sakit kepala sebelah.

Kemampuan botox dalam mencegah kontraksi otot akhirnya membuat toksin tersebut digunakan untuk mengobati migrain kronis untuk sementara waktu. Karena kemampuannya dalam mengobati nyeri tersebut tidak permanen, maka botox lebih sering digunakan untuk mencegah atau mengurangi frekuensi kekambuhan.

Meski botox memiliki dampak positif untuk meredakan sakit kepala sebelah atau migrain, tetapi pastikan Anda tidak menjalani pengobatan ini dari sembarang orang. Hanya dokter berpengalamanlah yang bisa memberikan dosis injeksi botox terbaik, sehingga dapat meminimalkan risiko efek samping yang tidak diinginkan.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar