Sukses

Tanda-tanda Malaria Monyet yang Harus Anda Ketahui

Masyarakat dihebohkan dengan kasus malaria monyet yang baru-baru ini merebak. Ayo kenali tanda dan gejalanya.

Klikdokter.com, Jakarta Baru-baru ini ditemukan kasus malaria yang terjadi di kota Sabang, Aceh. Satu desa di kota tersebut sempat panik, karena tercatat sekitar 100 warga menderita demam tinggi. Belakangan diketahui bahwa dua orang di desa tersebut yang merupakan pasangan suami istri, terjangkit penyakit malaria jenis terbaru, yakni malaria monyet.

Tentang malaria monyet

Disebut malaria monyet karena awalnya penyakit malaria ini hanya menyerang monyet ekor panjang yang memiliki habitat di hutan Aceh. Disinyalir karena semakin sedikitnya habitat monyet ekor panjang, maka tempat tinggal monyet tersebut menjadi semakin dekat dengan tempat tinggal manusia.

Hal inilah yang kemudian menyebabkan terjadinya transmisi infeksi malaria dari hewan ke manusia. Nyamuk Anopheles yang merupakan nyamuk penyebab penyakit malaria lantas menularkan parasit Plasmodium knowlesi penyebab malaria monyet dengan menggigit manusia dan memindahkan parasit tersebut dari monyet ke tubuh manusia.

Hingga saat ini, baru ditemukan kasus penularan malaria monyet dari monyet ke manusia, dan belum ditemukan kasus penularan antarmanusia.

Sebenarnya kasus malaria monyet di Aceh bukanlah yang pertama kali terjadi di Asia Tenggara. Para ahli mencatat kejadian malaria monyet sebelumnya pernah ditemukan di kota Sarawak, Malaysia yang dengan Kalimantan.

Belakangan, ditemukan bahwa penyakit malaria monyet memang endemik di daerah tersebut, karena hutan Sarawak merupakan habitat asli monyet berekor panjang. Selain di Malaysia, kasus malaria monyet juga dilaporkan pernah terjadi di berbagai negara Asia Tenggara lainnya seperti Singapura, Myanmar, dan Thailand.

Tidak jauh berbeda dengan malaria pada umumnya

Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit Plasmodiumsp yang ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles. Ada empat jenis parasit penyebab malaria yang selama ini diketahui, yaitu Plasmodium falciparum, Plasmodiumvivax, Plasmodiummalariae, danPlasmodiumovale.

Namun, kini ditemukan jenis kelima yang juga menyerang manusia, yaitu Plasmodium knowlesi yang menyebabkan malaria monyet.

Penyakit ini setiap tahunnya menginfeksi kurang lebih 210 juta manusia dan menyebabkan kematian 440 ribu orang di seluruh dunia. Umumnya, malaria banyak terjadi di daerah tropis dan subtropis seperti Indonesia, Asia Tenggara, Amerika Selatan, dan Afrika.

Sebenarnya gejala malaria monyet tidak jauh berbeda dengan malaria pada umumnya, yakni demam tinggi, menggigil, dan berkeringat. Selain itu, dapat pula menimbulkan gejala seperti sakit kepala, mual muntah, nyeri otot, lemas, nyeri dada atau perut, dan batuk.

Gejala-gejala tersebut biasanya mulai timbul dalam beberapa minggu setelah penderita digigit oleh nyamuk Anopheles.

Meskipun demikian, ada pula beberapa jenis malaria di mana parasitnya dapat tinggal secara dorman (‘tidur’ dan tidak menyebabkan penyakit saat itu juga) di dalam tubuh seseorang selama bertahun-tahun. Biasanya hal ini terjadi di daerah yang endemik malaria.

Penanganan harus cepat dan tepat

Kunci dari kesembuhan malaria monyet adalah penanganan yang cepat dan tepat. Oleh karena itu, apabila Anda mengalami gejala-gejala seperti di atas, terlebih bila tinggal atau habis bepergian ke daerah endemik malaria, rentan berkontak dengan nyamuk dan monyet seperti mereka yang bekerja di hutan atau pertambangan, segera datang ke rumah sakit untuk memeriksakan diri ke dokter.

Selain pemeriksaan fisik, dokter juga akan melakukan pemeriksaan darah untuk mengonfirmasi apakah Anda terjangkit malaria atau tidak. Untuk memberikan pengobatan yang tepat, dokter juga harus mengetahui dulu jenis parasit malaria yang menyerang Anda.

Satu yang tak boleh dilupakan, jangan lupa untuk menginformasikan dokter apabila Anda sedang hamil. Karena obat yang perlu dikonsumsi oleh ibu hamil yang terjangkit malaria biasa atau malaria monyet pun berbeda dengan obat pada umumnya. Dengan penanganan yang cepat dan tepat, malaria pun dapat diberantas.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar