Sukses

Cara Tepat Cegah Serangan Malaria Monyet

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Lakukan ini sebagai upaya mencegah serangan malaria monyet.

Klikdokter.com, Jakarta Pernahkah Anda mendengar tentang malaria monyet? Penyakit yang sedang menjadi buah bibir dunia kesehatan ini telah menimbulkan rasa khawatir yang tinggi lantaran dapat menyebabkan gejala yang sangat parah. Penderitanya butuh penanganan segera jika tak ingin mengalami komplikasi yang mengancam nyawa.

Malaria monyet mendapatkan namanya karena jenis penyakit tersebut awalnya hanya menyerang monyet. Ini karena Plasmodium knowlesi alias parasit penyebab malaria monyet mulanya hanya menyerang monyet ekor panjang. Namun, karena maraknya penebangan dan aktivitas manusia di dalam hutan tempat monyet tersebut tinggal, nyamuk Anopheles yang awalnya hanya menggigit hewan primata itu malah turut menggigit manusia.

Akibatnya, parasit Plasmodium knowlesi berpindah dari monyet ke manusia. Para ahli menemukan bahwa transmisi parasit baru terjadi dari monyet ke manusia. Sedangkan, transmisi dari manusia ke manusia masih belum ditemukan hingga saat ini.

Pertama kali terjadi di Aceh

Pertama kali diketahui, malaria monyet dilaporkan menyerang sepasang suami istri di Aceh pada bulan November 2018. Meski hal tersebut adalah kasus pertama malaria monyet di Indonesia, sebenarnya hal serupa pernah terjadi sebelumnya di negara Asia Tenggara lainnya.

Faktanya, kasus pertama malaria monyet ditemukan di Sarawak, bagian Malaysia yang berada di utara Kalimantan. Bukan hanya mengenai satu atau dua orang, malaria monyet ternyata merupakan penyakit endemis di Sarawak. Hal itu tidak lain disebabkan karena hutan di Sarawak adalah habitat alami monyet berekor panjang, yang merupakan pejamu (host) dari Plasmodium knowlesi.

Selain Malaysia, ternyata kasus malaria monyet juga telah ditemukan di beberapa negara Asia Tenggara lain, seperti Singapura, Thailand, dan Myanmar.

Bisa berakibat fatal

Secara garis besar, penyakit malaria dibagi menjadi dua kategori: malaria ringan dan berat. Plasmodium vivax, malariae, dan ovale umumnya memberikan gejala ringan hingga sedang dan biasanya tidak membahayakan jiwa. Namun, Plasmodium falciparum dapat menimbulkan malaria berat yang dapat mengancam jiwa.

Apabila dilihat di mikroskop, Plasmodium knowlesi penyebab malaria monyet bentuknya sangat mirip dengan Plasmodium malariae sehingga dokter dapat terkecoh dalam memberi pengobatan. Padahal, sifat Plasmodium knowlesi mirip dengan falciparum, yakni dapat menimbulkan malaria berat yang mengancam jiwa. Bahkan, Plasmodium knowlesi dapat bereproduksi dengan lebih cepat, yakni dalam 24 jam.

Gejala yang dapat terjadi akibat malaria monyet mirip dengan malaria jenis lain, yaitu demam tinggi, menggigil, berkeringat, sakit kepala, dan mual muntah. Bedanya, malaria monyet menyebabkan gejala pencernaan yang lebih berat dan dapat ditemukan penurunan jumlah trombosit di dalam darah.

Mencegah malaria monyet

Malaria monyet dapat memberikan gejala yang mengancam nyawa. Karena itu, melakukan pencegahan sedini mungkin sangatlah dianjurkan.

Vaksinasi sebenarnya adalah salah satu cara paling efektif untuk mencegah suatu penyakit infeksi. Namun sayangnya, hingga saat ini para ahli belum berhasil menemukan vaksin yang efektif untuk mencegah malaria.

Lagi pula, malaria hanya endemis pada daerah-daerah tertentu. Di Indonesia misalnya, daerah endemis malaria adalah Bengkulu, Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Maluku Utara. Apabila berencana akan bepergian ke daerah tersebut, berkonsultasilah terlebih dahulu pada dokter untuk mendapatkan obat profilaksis supaya Anda tidak sampai terjangkit malaria. Jangan lupa untuk mengikuti aturan dan dosis obat yang dianjurkan oleh dokter untuk perlindungan yang optimal.

Anda juga dapat meningkatkan perlindungan terhadap nyamuk Anopheles penyebar malaria dengan menggunakan pakaian lengan panjang dan celana panjang, mengoleskan losion anti nyamuk, serta menggunakan kelambu saat tidur. Penyemprotan insektisida alias fogging yang bertujuan untuk membunuh nyamuk juga dapat dilakukan untuk menurunkan perkembangan jentik malaria.

Mulailah berupaya mencegah penyebaran malaria monyet dari diri sendiri. Sebarkan kebaikan ini agar orang lain ikut melakukan pencegahan penyakit terkait. Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati?

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar