Sukses

9 Gejala Diabetes Mellitus pada Anak yang Perlu Anda Tahu

Jangan salah, anak-anak juga bisa terkena diabetes, lo! Karena itu, kenali gejala diabetes mellitus pada anak berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Pada dasarnya, diabetes mellitus adalah penyakit metabolik yang dapat menyerang siapa saja, tak terkecuali anak-anak. Orang dewasa pun belum banyak mengetahui hal ini karena mengira hanya orang sudah “berumur”-lah yang bisa terkena diabetes. Adapun jenis diabetes yang biasanya mengintai anak menurut dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter adalah diabetes mellitus tipe 1.

Jenis-jenis diabetes mellitus

Diabetes mellitus terbagi menjadi dua jenis berdasarkan penyebabnya. Diabetes tipe 1 disebabkan oleh keadaan autoimun yang merusak sel beta pada pankreas. Kerusakan ini mengakibatkan produksi insulin terganggu.

Diabetes tipe 1 dapat ditemukan pada usia berapa saja. Paling umum, ditemukan saat anak berusia 4-6 tahun dan 10-14 tahun. Lalu, bagaimana dengan diabetes tipe 2?

Pada diabetes tipe 2, sel beta dari pankreas dapat menghasilkan insulin. Yang jadi masalah adalah insulin itu tidak dapat bekerja secara efektif akibat resistensi. Alhasil, kadar gula darah menjadi tidak terkontrol (cenderung tinggi).

Diabetes mellitus tipe 1 kerap menimpa anak-anak, sedangkan tipe 2 lebih banyak dialami oleh remaja, yaitu usia 15-19 tahun. Selain itu, diabetes mellitus tipe 1 lebih dipicu oleh faktor genetik dan lingkungan, sedangkan diabetes mellitus tipe 2 lebih dipicu oleh sindrom metabolik, seperti obesitas, hipertensi, atau kadar lemak darah yang tinggi.

Kenali gejala yang ditimbulkan

Orang tua mesti memperhatikan betul gejala diabetes yang diderita oleh anak. Sebab, semakin dini terdeteksi, semakin cepat pula anak Anda mendapatkan terapi untuk memperbaiki kadar gula darah. Jika sudah begitu, komplikasi lanjutan pun bisa segera dicegah.

Adapun gejala diabetes mellitus pada anak yang sebaiknya diperhatikan oleh orang tua, antara lain:

  • Frekuensi berkemih meningkat

Kadar gula darah yang meningkat dapat menyebabkan pengeluaran urine lebih banyak. Akibatnya, anak dengan diabetes lebih sering berkemih dibandingkan anak yang sehat.

  • Sering haus dan minum lebih banyak

Karena cairan dalam tubuh terkuras akibat pengeluaran urine yang banyak, si Kecil akan sering merasa haus dan akan minum lebih banyak. Aktivitas tersebut berlangsung meski dia tidak melakukan aktivitas fisik berlebih.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  • Selalu merasa lapar

Karena gula darah tidak dapat masuk ke dalam sel akibat kurangnya insulin, sel-sel tubuh tidak memiliki energi untuk beraktivitas. Hal ini mencetuskan rasa lapar sehingga anak dengan diabetes akan makan dalam jumlah banyak.

  • Berat badannya malah turun

Sayangnya, meski si Kecil terus-menerus makan banyak, yang terjadi pada tubuhnya justru berkebalikan. Tubuhnya mengalami penurunan berat badan karena gula dalam darah tidak bisa masuk ke dalam sel.

“Akibatnya, jaringan lemak dan otot tubuh dipecah sebagai bahan energi untuk tubuh, sehingga terjadilah penurunan berat badan,” ujar dr. Reza.

  • Lemas

Berat badan yang menurun serta gula darah yang tidak dapat dipakai oleh sel membuat tubuh penderitanya lemas tak bertenaga.

  • Perilakunya berubah

Biasanya, anak yang terkena diabetes mellitus akan lebih sensitif ketimbang sebelumnya. Prestasi mereka di sekolah pun cenderung menurun karena daya konsentrasi yang berkurang.

  • Bau napas seperti buah-buahan

Cadangan lemak dipecah sebagai sumber energi tubuh. Hasil metabolisme lemak (keton) menyebabkan bau napas anak berubah.

  • Penglihatan kabur

Jika orang tua terlambat mendeteksi gejalanya, penglihatan anak bisa terganggu. Hal ini juga bisa menjadi faktor penyebab penurunan prestasinya.

  • Penurunan kesadaran

Gejala ini adalah yang paling berbahaya. Anak akan sering tidur hingga kehilangan kesadaran akibat terlalu tingginya kadar gula darah dan pH darah yang asam. “Jika hal ini telanjur terjadi, Anda harus segera membawa anak ke rumah sakit,” dr. Reza menegaskan.

Itulah sembilan gejala diabetes mellitus pada anak yang wajib diperhatikan orang tua. Jangan tunggu hingga gejala terlihat semua baru Anda membawa anak ke dokter. Jika frekuensi berkemihnya sudah tidak normal dan berat badannya menurun tanpa sebab, segera periksakan anak ke dokter. Dokter akan melakukan beberapa jenis pemeriksaan sebelum memberikan pengobatan yang efektif kepada buah hati Anda.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar