Sukses

Anak Sering Kencing, Sudah Pasti Gejala Diabetes?

Salah satu gejala diabetes adalah sering kencing. Tapi, saat anak Anda sering kencing, apa sudah pasti bahwa itu gejala diabetes?

Klikdokter.com, Jakarta Akhir-akhir ini, Anda khawatir melihat sang anak lebih sering kencing dari biasanya. Padahal, kalau diperhatikan, frekuensi minumnya biasa saja. Anda lantas bertanya-tanya, jangan-jangan, sang anak mengidap diabetes?

Menurut dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid dari KlikDokter, ada beberapa hal yang bisa menyebabkan anak sering buang air kecil. Di antaranya adalah diabetes mellitus dan diabetes insipidus.

Diabetes mellitus dan diabetes insipidus

Diabetes mellitus atau kerap disebut sebagai kencing manis ditandai dengan keluhan banyak minum, banyak makan, penurunan berat badan, dan sering kencing, terutama pada malam hari, serta keluhan-keluhan khas lainnya. Nah, coba perhatikan lagi, kapan si Kecil sering kencing? Jika kegiatan berkemihnya dilakukan saat malam hari, ada kecenderungan dia terkena penyakit tersebut.

Ketika kadar gula dalam darah terlalu tinggi, air akan tertahan di dalam darah. Akibatnya, akan ada banyak air yang disaring oleh ginjal. Semakin banyak air yang disaring ginjal, semakin sering pula penderita diabetes buang air kecil.

Nah, karena penderita diabetes banyak mengeluarkan cairannya melalui kencingnya, dia pun akan sering merasa haus. Dan, begitulah seterusnya. Dengan kata lain, kencing dan selalu merasa haus yang membuat seseorang banyak minum akan menjadi rutinitasnya sehari-hari.

Diabetes insipidus mungkin tidak sepopuler diabetes mellitus. Namun, bukan berarti penyakit ini tidak mengganggu fungsi tubuh. Diabetes insipidus merupakan kondisi saat tubuh kekurangan hormon antidiuretik atau kurangnya respons ginjal terhadap antidiuretik. “Alhasil, jumlah air kencingnya menjadi berlebih dan bikin dia sering kencing,” ujar dr. Resthie.

Selain sering kencing, penderita diabetes juga akan mudah lapar sehingga membuatnya lebih banyak makan. Penyebabnya, makanan yang dikonsumsi sulit diubah menjadi energi dan fungsi hormon insulin tidak berguna sebagaimana mestinya. Dengan demikian, penderitanya akan selalu merasa kekurangan energi dan lapar, meski sebenarnya dia sudah makan cukup banyak.

Kaitan antara sering kencing dan diabetes dipererat dengan meningkatnya rasa haus dan meningkatnya volume air yang diminum oleh penderita. Namun, seperti yang sudah dikatakan di atas, bagaimana jika si Kecil tidak minum air putih terlalu banyak? Mengapa ia bisa sering kencing walaupun tidak minum air putih secara berlebihan?

1 dari 2 halaman

Kafein dan infeksi saluran kencing

Bisa saja,sering buang air kecil disebabkan oleh pengonsumsian kafein, seperti kopi, terlalu banyak. Pasalnya, kopi cenderung membuat seseorang mudah buang air kecil karena sifatnya yang diuretik. Orang yang tengah menjalani pengobatan yang bersifat diuretik pun akan mengalami hal serupa.

Karena itu, coba ingat-ingat lagi, apakah akhir-akhir ini buah hati Anda sering mengonsumsi kopi atau teh, baik di sekolah maupun di rumah? Karena jika iya, bisa jadi itulah penyebabnya.

Di sisi lain, infeksi saluran kencing juga bisa membuat anak Anda sering kencing. Infeksi saluran kencing menyebabkan penderitanya sering kencing, disertai nyeri, kencing sedikit-sedikit, dan ada rasa tidak tuntas seusai buang air kecil.

“Faktor risiko dari infeksi saluran kencing adalah minum sedikit, sanitasi yang buruk, dan hubungan seksual yang tidak sehat,” ucap dr. Resthie.

Jika Anda melihat frekuensi minum si Kecil tampaknya biasa-biasa saja atau bahkan cenderung kurang, ada kemungkinan bahwa pemicunya adalah infeksi ini. Pasalnya, meski ia selalu merasa ingin kencing, air kencing yang dikeluarkan hanya sedikit dan terasa belum tuntas.

Bila anak sering kencing, diabetes memang bisa jadi salah satu penyebabnya. Tetapi itu tidak mutlak. Masih ada penyebab lainnya, seperti pengonsumsian kopi yang berlebihan dan adanya infeksi saluran kencing. Untuk memastikannya, diperlukan pemeriksaan medis yang lebih mendalam oleh dokter.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar