Sukses

4 Tipe Teman Toksik yang Sebaiknya Dihindari

Hindari teman yang toksik alias "beracun" agar tidak mengganggu kesehatan mental. Ini ciri-ciri teman toksik yang perlu Anda jauhi.

Klikdokter.com, Jakarta Seorang sahabat seharusnya bisa membuat Anda nyaman, memberikan dukungan, serta membawa kebahagiaan bagi hidup. Menurut sebuah studi di Australia, persahabatan yang solid dan berlangsung lama dapat meningkatkan harapan hidup seseorang hingga 22%. Sayangnya efek ini dapat terjadi sebaliknya, tingkat stres akan meningkat jika Anda memiliki teman yang toksik.

Jadi, hindarilah tipe-tipe teman “beracun” seperti di bawah ini:

1. Selalu membuat Anda stres

Salah satu tanda Anda memiliki teman yang toksik adalah jika Anda tambah stres ketika berada di dekatnya. Mulai dari sikapnya yang sangat kompetitif dengan Anda, selalu dominan, selalu bersikap negatif, tidak bisa diandalkan, hingga membuat masalah justru semakin rumit. Apa pun perilakunya, teman Anda selalu membuat tingkat stres Anda meningkat.

Hati-hati karena menurut studi yang dilakukan oleh University of California Los Angeles (UCLA) di Amerika Serikat, responden yang memiliki hubungan sosial negatif cenderung mengalami peningkatan protein pro-inflamasi (yang menyebabkan peradangan) di dalam tubuh. Kondisi ini dapat berujung pada depresi, hipertensi, penyakit jantung, diabetes, dan kanker.

2. Memaksa Anda melakukan kebiasaan yang tidak sehat atau berbahaya

Teman Anda sering memaksa Anda melakukan hal-hal yang membuat Anda tidak nyaman, tidak sehat, berbahaya atau bahkan melanggar hukum? Jika ya, segera jauhi tipe teman toksik ini. Apalagi jika ia mulai memaksa Anda untuk melakukan berbagai kebiasaan tidak sehat, mulai dari mengonsumsi alkohol, merokok, menggunakan narkoba, hingga perilaku berisiko seperti kebut-kebutan di jalan.

Tak hanya itu, dampak dari kebiasaan tidak sehat, seperti obesitas, juga bisa “menular” antar teman. Menurut studi yang dilakukan oleh Harvard University di Amerika Serikat, partisipan yang memiliki teman dekat obesitas juga cenderung 171% mengalami obesitas. Peningkatan berat badan ini salah satunya disebabkan oleh kebiasaan hidup yang tidak sehat, misalnya malas berolahraga atau pola makan yang tidak sehat.

3. Bergosip di belakang Anda

Pertemanan yang sehat seharusnya saling mendukung satu sama lain. Namun ketika teman Anda sudah mulai bergosip atau membicarakan tentang aib diri Anda ke orang lain, lebih baik tinggalkan karena itu artinya ia sudah tidak bisa dipercaya.

Menurut berbagai studi, gangguan cemas dan depresi dapat dicegah ketika Anda mendapatkan dukungan positif dari orang terdekat. Namun ketika teman Anda justru malah mengumbar masalah Anda kepada orang lain, bukan tak mungkin suatu saat ia akan "menusuk" Anda dari belakang. Miliki sahabat yang bisa Anda percaya dan tidak mengecewakan Anda.

4. Anda tidak menjadi diri sendiri

Anda merasa tidak menjadi diri sendiri, bahkan tidak bahagia menghabiskan waktu dengan teman Anda? Bisa jadi Anda sudah berada di dalam lingkaran pertemanan yang toksik. Seorang sahabat tentu akan menjadi orang pertama yang terlintas di benak Anda ketika Anda senang ataupun sedih.

Sedangkan seorang teman yang toksik akan membuat Anda melakukan perilaku bertentangan dari sifat diri sendiri. Bisa jadi saat berada di dekat dirinya, Anda menjadi peminum alkohol berat, bersikap emosional atau agresif dengan orang lain, atau perilaku negatif lainnya.  

Kelilingi diri Anda dengan teman yang positif dan membuat Anda menjadi pribadi yang lebih baik. Jauhi tipe teman toksik di atas karena itu semua bisa berdampak pada kesehatan mental serta hidup Anda.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar