Sukses

Penyebab Bayi Lahir dengan Berat Badan Rendah

Ada beragam penyebab mengapa bayi lahir memiliki berat badan rendah. Faktor apa sajakah yang bisa memengaruhi kondisi ini?

Klikdokter.com, Jakarta Hari Minggu (28/4) lalu, artis Nikita Mirzani melahirkan bayi laki-laki dengan berat 2.3 kilogram lewat operasi caesar. Sebenarnya berat tersebut tergolong rendah. Bayi dengan berat badan lahir di bawah 2,5 kilogram dikatakan memiliki berat badan rendah. Diperkirakan, sekitar 8% bayi dari ras Asia akan lahir dengan berat badan rendah.

Bayi yang lahir dengan berat di bawah 2.5 kilogram memiliki risiko lebih besar terkena masalah kesehatan. Misalnya saja kurangnya kadar oksigen saat lahir, kesulitan menjaga suhu tubuh tetap hangat, kesulitan menyusu dan menambah berat setelah lahir, infeksi, masalah bernafas, pendarahan otak, masalah pencernaan, bahkan kematian (Sudden Infant Death Syndrome—SIDS).

Penyebab bayi lahir dengan berat badan rendah

Beberapa faktor bisa berkontribusi terhadap kondisi ini. Salah satu penyebab utamanya adalah kelahiran prematur dan hambatan dalam pertumbuhan janin saat berada dalam kandungan.

Beberapa penyebab bayi mengalami kondisi lahir dengan berat badan rendah seperti yang terjadi pada bayi Nikita Mirzani adalah:

  • Kelahiran prematur

Bayi dikatakan prematur apabila lahir sebelum waktunya. Tepatnya sebelum usia kehamilan 37 minggu. Lamanya bayi berada dalam kandungan turut berperan terhadap berat lahirnya. Terutama mengingat fakta bahwa pertambahan berat bayi akan terjadi secara pesat pada minggu-minggu terakhir kehamilan. Oleh karena itu, bayi yang lahir sebelum waktunya memiliki keterbatasan waktu untuk bertumbuh dan bertambah berat dalam rahim.

  • Pertumbuhan janin terhambat

Pertumbuhan janin terhambat (PJT), atau dikenal juga dengan IUGR (Intra-Uterine Growth Restriction) juga merupakan faktor utama seorang bayi lahir dengan berat badan rendah. Pada keadaan ini, bayi tidak dapat tumbuh dengan baik di dalam rahim. Kondisi tersebut bisa disebabkan adanya masalah pada plasenta (ari-ari), kesehatan ibu (misalnya memiliki penyakit kronis) maupun kondisi tertentu pada janin (seperti cacat bawaan).

  • Masalah pada plasenta

Plasenta merupakan sumber suplai nutrisi dan oksigen pada bayi dalam rahim. Apabila terdapat masalah pada plasenta, terdapat kemungkinan adanya hambatan nutrisi dan oksigen yang mencapai janin sehingga tidak dapat tumbuh dengan baik. Penyakit kronis pada ibu – misalnya tekanan darah tinggi, diabetes, juga masalah pada jantung, paru-paru atau ginjal – juga dapat menyebabkan berat badan rendah.

  • Hamil bayi kembar

Memiliki kehamilan multipel (misalnya kembar) juga dapat menyebabkan berat badan rendah pada bayi. Hal ini mungkin berhubungan dengan realita bahwa bayi kembar sering kali lahir sebelum waktunya. Diperkirakan kurang lebih 50% bayi kembar memiliki berat badan rendah.

  • Asupan nutrisi kurang terjaga

Menjaga asupan nutrisi yang baik semasa kehamilan juga dapat berpengaruh, mengingat satu-satunya sumber nutrisi bayi didapatkan dari ibunya. Apabila ibu hamil tidak menjaga asupan nutrisi yang baik, dapat timbul penambahan berat badan yang kurang semasa kehamilan dan juga berat badan rendah pada bayinya saat lahir.

  • Status sosio-ekonomik yang rendah

Mereka dengan status sosio-ekonomik rendah biasanya kurang mendapatkan asupan nutrisi semasa kehamilan, pemeriksaan kehamilan yang kurang, dan juga komplikasi semasa hamil. Berbagai faktor ini dapat berkontribusi terhadap berat badan rendah pada bayi.

  • Faktor-faktor lain

Beberapa hal lainnya yang turut meningkatkan resiko bayi lahir dengan berat badan rendah adalah adanya infeksi semasa kehamilan, adanya riwayat kehamilan dengan berat badan bayi rendah sebelumnya, kebiasaan merokok, mengkonsumsi alkohol atau obat-obat terlarang, dan juga usia tertentu (di bawah 17 tahun atau lebih dari 35 tahun).

Setiap orang tua pasti tidak menginginkan anaknya lahir dengan berat badan rendah, mengingat resiko kesehatan yang mungkin muncul pada bayi tersebut. Konsumsilah makanan bergizi semasa hamil (jangan hanya mementingkan ngidam atau “makanan untuk dua orang”, namun juga kandungan nutrisinya). Yang penting juga hindari rokok, alkohol, dan obat-obatan.

Dan yang tidak kalah penting, jika anda sedang hamil jangan sampai lalai memeriksakan kehamilan secara rutin. Dengan demikian apabila ada masalah pada kehamilan dapat segera diketahui dan diatasi. Dengan demikian diharapkan kondisi bayi lahir dengan berat badan rendah bisa dihindari.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar