Sukses

5 Penyakit yang Sering Muncul Usai Banjir

Jangan lega dulu bila banjir yang tengah melanda pemukiman Anda menyurut. Hal ini karena ada penyakit pasca banjir yang bisa berbahaya bagi kesehatan Anda.

Jakarta banjir lagi! Tentunya ini menjadi topik hangat pada awal tahun 2020 ini. Pasalnya, pada Rabu (1/1), sejumlah wilayah di Jabodetabek mengalami bencana banjir. Walau kondisi pada Kamis (2/1) air sudah menyurut, Anda tak boleh bertenang hati. Umumnya, virus dan bakteri justru mulai menyerang ketika Anda mulai bersih-bersih rumah. Hal ini karena kondisi tubuh Anda mulai lelah sehingga sistem kekebalan tubuh pun berkurang.

Sejak terakhir artikel ini ditulis, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), melaporkan ada sekitar 16 orang korban tewas akibat banjir 2020 ini. Itu sebabnya, tak boleh menyepelekan kebersihan walau air banjir sudah menyurut di wilayah Anda. Bahkan, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI), dr Moh. Adib Khumaidi, SpOT, masyarakat juga perlu waspada pada penyakit pasca banjir ini.

Dikutip dari Health.com, dr. Amesh Adalja, MD, dokter pengobatan darurat di Pusat Keamanan Kesehatan Universitas Johns Hopkins mengatakan, “Air banjir dapat memiliki tingkat bakteri, virus, kotoran, dan parasit yang sangat tinggi yang dapat menginfeksi Anda jika masuk ke mulut, mata, atau luka di kulit.”

Dalam kondisi tersebut, beberapa penyakit kerap ditemui pada masyarakat usai banjir surut. Meurut PDEI, beberapa penyakit kesehatan yang muncul itu adalah sebagai berikut ini. 

Artikel Lainnya: Rawan Banjir, Catat Posko Kesehatan yang Disiapkan Dinkes DKI Jakarta

1. Gangguan Pencernaan

Salah satu risiko terbesar yang kerap terjadi adalah menelan air banjir yang mengandung bakteri, virus, atau parasit. Hal ini dapat menyebabkan penyakit pencernaan. "Sebagian besar infeksi ini mungkin akan sangat jinak dan hanya menyebabkan muntah atau diare," kata dr. Adalja.

Akan tetapi, gejala-gejala ini juga bisa menjadi serius dan dapat menyebabkan dehidrasi yang mengancam jiwa. Cryptosporidium, Giardia, E. coli, dan Salmonella adalah beberapa contoh kuman yang dapat mencemari air banjir dan menyebabkan masalah pada perut dan pencernaan Anda.

Selain itu, ada juga leptospirosis, penyakit yang berpotensi fatal yang menyebar melalui urine tikus. Penyakit ini berisiko besar  menyerang masyarakat pasca banjir. Para ahli juga memperingatkan tentang kolera dan demam tifoid, yang keduanya dapat disebabkan oleh air yang terkontaminasi bakteri setelah bencana alam dan banjir.

PDEI juga berpendapat demam tifoid atau tifus  juga sangat berpotensi menyerang masyarakat pasca banjir. Hal in disebabkan  konsumsi makanan dan minuman  yang terkontaminasi oleh air banjir atau tidak bersih. Ditambah lagi, selama banjir berlangsung banyak tumpukan sampah dan kotoran bercampur ke dalam rumah dan menempel di tubuh.

Asam lambung  naik dan migren  juga sering dialami orang usia produktif dan lansia ketika banjir usai. Hal ini disebabkan karena korban banjir tidak mengonsumsi makanan sesuai gizi dan tidak makan tepat waktu. Apalagi ketika Anda selama beberapa hari tidak bisa mengakses keluar rumah atau berada di tempat pengungsian.

Artikel Lainnya: Tips Mencegah Penyakit di Kawasan Rawan Banjir

2. Masalah Kulit

Air banjir yang kotor rentan menyebabkan beragam masalah kulit. Salah satunya adalah ruam atau gatal-gatal. Seperti dijelaskan dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, ruam atau gatal–gatal pada kulit dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus atau parasit. Jika kulit kontak dengan air banjir dalam waktu yang lama juga dapat menyebabkan infeksi pada kulit.

“Untuk mencegah infeksi kulit, gunakan sepatu boot saat membersihkan rumah atau melakukan aktivitas di area banjir. Jangan lupa, bersihkan tubuh Anda dengan air dan sabun antiseptik supaya terhindar dari penyakit tersebut,” dr. Nadia menambahkan.

 

 

1 dari 3 halaman

3. Penyakit yang Dibawa Nyamuk

“Masalah lain pasca banjir adalah kondisi itu menarik nyamuk,” kata dr. Adalja. Menurutnya, nyamuk akan menemukan tempat berkembang biak di semua puing-puing yang bisa menampung air pasca banjir. Beberapa penyakit yang dibawa nyamuk adalah demam berdarah (dbd) dan chikungunya.

Di Indonesia sendiri, demam berdarah kerap mewabah saat musim hujan tiba. Untuk mencegah tertular penyakit melalui nyamuk, disarankan masyarakat untuk menggunakan penolak serangga atau memakai baju lengan panjang untuk menghindari gigitan nyamuk.

Artikel Lainnya: Kenali 4 Gejala Demam Berdarah Selain Demam

4. Hepatitis

Hepatitis sering dianggap sebagai penyakit yang menyebar melalui hubungan seks atau penggunaan narkoba. Akan tetapi, beberapa jenis penyakit hepatitis tertentu rupanya dapat ditularkan melalui makanan atau air yang terkontaminasi. Hepatitis A dan E, khususnya, dapat menjadi berbahaya di daerah yang pernah mengalami banjir.

Selain hepatitis, SPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) juga bisa berisiko dialami saat usai banjir. Penyebabnya adalah udara dingin lembap yang bercampur dengan air beraroma kotor selama banjir berlangsung. Selain itu, ada juga  penyakit flu dan demam yang disebabkan karena korban banjir terpapar air dan udara dingin cukup lama.

2 dari 3 halaman

5. Konjungtivitis

Konjungtivitis atau infeksi pada mata dapat disebabkan oleh bakteri. “Saat banjir, Anda rentan terkena konjungtivitis karena kebiasaan menggosok mata dengan tangan atau handuk yang kotor,” ujar dr. Nadia.

Untuk menghindari terkena konjungtivitis, dr. Nadia menyarankan Anda untuk selalu cuci tangan. Jika Anda merasakan gatal di area mata, hindari mengucek atau menggosok mata Anda langsung dengan tangan.

Beberapa kondisi seperti, kedinginan, lelah, dan makan tidak teratur yang kerap dialami pasca banjir, membuat daya tahan tubuh turun. Hal ini semakin memudahkan Anda untuk terserang penyakit. Untuk itu, senantiasa menjaga tubuh dengan asupan bernutrisi lengkap dan seimbang. Misalnya perbanyak makan buah dan sayuran, serta rutin berolahraga.

[RVS/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar