Sukses

Alergi dan Asma, Apakah Selalu Berhubungan?

Alergi dan asma sering kali menimbulkan gejala yang mirip. Apakah keduanya berhubungan? Ini penjelasan lengkapnya!

Klikdokter.com, Jakarta Suatu hari Anda merasakan sesak, tapi Anda tidak tahu apakah itu alergi atau asma. Kedua kondisi tersebut memang punya kemiripan gejala yang tak jarang bikin bingung. Lantas, apakah alergi dan asma selalu berhubungan?

Menurut dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, baik alergi maupun asma dapat muncul bersamaan pada seseorang. Kasus ini disebabkan oleh kontribusi genetik yang mirip pada alergi dan asma.

"Alergi merupakan reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap unsur yang normalnya tidak menyebabkan penyakit (alergen). Dalam hal ini, reaksi yang timbul dapat berupa asma, rinitis alergi, dan dermatitis atopik. Pencetusnya pun bermacam-macam, bisa karena serbuk putik, makanan, tungau, atau udara dingin," ungkap dr. Astrid.

Sedangkan, asma adalah sebuah sindrom yang memilki ciri khas adanya peradangan kronis pada saluran pernapasan bawah. Peradangan ini berakibat pada sumbatan jalan napas yang akan menimbulkan batuk berulang, sesak, dan napas yang berdenging (mengi).

Banyak orang yang mungkin tidak sadar hubungan antara asma dan alergi, atau bahwa keduanya bisa terjadi secara bersamaan. Karenanya, mengenali hubungan antara keduanya sangat penting.

Gejala alergi dan asma

Baik alergi maupun asma dapat menyebabkan gejala pernapasan seperti batuk dan kemacetan saluran napas. Akan tetapi, ada juga gejala unik untuk setiap penyakit.

Alergi dapat menyebabkan:

  • Mata berair dan gatal
  • Bersin
  • Hidung meler
  • Tenggorokan gatal
  • Ruam dan gatal-gatal

Pada asma, gejala khasnya adalah:

  • Sesak di dada
  • Mengi
  • Sesak napas
  • Batuk pada pagi atau malam hari
1 dari 2 halaman

Asma yang diinduksi alergi

Banyak orang mengalami satu kondisi tanpa kondisi lainnya, tetapi alergi bisa membuat asma memburuk atau bisa menjadi pemicu asma. Kondisi tersebut dikenal sebagai asma yang dipicu alergi.

Banyak zat pemicu alergi yang juga dapat memengaruhi penderita asma. Serbuk sari, spora, tungau debu, dan bulu hewan peliharaan adalah contoh alergen yang umum. Ketika orang-orang dengan alergi bersentuhan dengan alergen, sistem kekebalan tubuh mereka menyerang alergen dengan cara yang sama seperti pada bakteri atau virus. Ini sering menyebabkan mata berair, pilek, dan batuk.

Kondisi tersebut juga bisa bikin gejala asma makin parah. Oleh karena itu, penderita asma disarankan untuk berhati-hati terhadap serbuk sari, membatasi waktu di luar ruangan saat cuaca kering dan berangin, serta memperhatikan alergen lain yang dapat memicu reaksi asma.

Riwayat keluarga memengaruhi peluang seseorang terkena alergi atau asma. Jika salah satu atau kedua orang tua memiliki alergi, kemungkinan besar anak-anak mereka akan memiliki alergi. Memiliki alergi meningkatkan risiko Anda menderita asma.

Perawatan untuk membantu alergi dan asma

Sebagian besar pengobatan menargetkan asma atau alerginya. Namun, beberapa metode khusus mengobati gejala yang berhubungan dengan asma alergi.

Berikut ini adalah perawatan yang bisa membantu penderita asma dan alergi:

  • Montelukast (Singulair) adalah obat yang terutama diresepkan untuk asma yang dapat membantu mengatasi gejala alergi dan asma. Pil ini diminum setiap hari dan dapat membantu mengendalikan reaksi kekebalan tubuh.
  • Imunoterapi, yaitu memasukkan sejumlah kecil alergen ke dalam tubuh, sehingga memungkinkan sistem kekebalan tubuh membangun toleransi. Biasanya memerlukan serangkaian suntikan rutin selama beberapa tahun. Jumlah optimalnya belum ditentukan, tetapi kebanyakan pasien menerima suntikan setidaknya tiga tahun sekali.
  • Imunoterapi anti imunoglobulin E (IgE) menargetkan sinyal-sinyal kimia yang menyebabkan reaksi alergi. Biasanya terapi ini hanya disarankan untuk orang dengan asma persisten sedang hingga berat, yang terapi standarnya belum berhasil. Contoh terapi anti-IgE adalah omalizumab (Xolair).

Jadi, antara asma dan alergi bisa berhubungan, yaitu asma bisa terjadi akibat dipicu alergi. Dengan mengetahui hubungannya, Anda yang mengalami kedua hal ini secara bersamaan jadi bisa mengetahui jenis penanganannya yang tepat.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar