Sukses

Panduan Makanan bagi Penderita Asma

Penderita asma perlu memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi. Berikut panduan makanan untuk penderita asma yang penting diketahui.

Asma merupakan salah satu gangguan pernapasan yang kerap terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa. Biasanya, asma pertama kali muncul pada usia lima tahun atau kurang.

Seiring dengan bertambahnya usia, gejala asma yang dialami akan semakin ringan, meski ada juga yang tidak menampilkan perubahan signifikan.

Terdapat dua cara yang bisa dilakukan untuk meminimalkan kekambuhan. Pertama, hindarilah faktor pemicu, terutama lingkungan berpolusi. Selain itu, mengetahui mana makanan yang baik untuk penderita asma juga penting.

Alergi makanan dan intoleransi makanan bisa terjadi saat sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap protein spesifik dalam makanan. Pada beberapa kasus, alergi itu dapat berupa gejala asma.

Agar gejala asma tidak sering berulang, simak penjelasan seputar panduan makan untuk penderita asma berikut ini.

1 dari 4 halaman

1. Singkirkan Makanan yang Mengandung Sulfit

Untuk penderita asma, menerapkan pola makan yang baik sangat penting. Anda perlu menjauhi asupan yang memiliki kandungan sulfit. Sulfit merupakan jenis pengawet yang diduga akan memperburuk gejala asma.

Umumnya, sulfit ditemukan di dalam anggur, buah kering, acar, udang, lemon botolan, atau jus jeruk nipis. Jadi, hindari makanan-makanan ini, ya.

Artikel Lainnya: Tips Makan Saat Anda Kena Gangguan Pernapasan

2. Perhatikan Porsi Makan dan Hindari Makanan yang Bikin Kembung

Panduan makan penderita asma berikutnya terkait porsi. Makan dalam porsi besar dan yang menimbulkan gas berlebih di dalam sistem pencernaan akan memberikan tekanan pada diafragma, terutama bila sedari awal Anda sudah memiliki gangguan refluks asam lambung. Kalau sudah begitu, sesak napas pun akan sulit dihindari.

Karena itu, panduan makan yang perlu diperhatikan untuk penderita asma adalah hindarilah asupan yang menyebabkan perut kembung.

Jika memiliki gangguan asam lambung, sebaiknya Anda menghindari makan kacang polong, kubis, minuman berkarbonasi, bawang, dan juga gorengan.

2 dari 4 halaman

3. Jauhi Asupan yang Mengandung Salisilat

Salah satu panduan makan untuk penderita asma adalah sebisa mungkin hindari asupan yang mengandung salisilat. Meskipun jarang terjadi, beberapa orang dengan asma mungkin akan lebih sensitif terhadap salisilat.

Salisilat adalah senyawa kimia yang muncul secara alami dan terkadang ditemukan dalam makanan. Kandungan ini dapat ditemukan dalam kopi, teh, dan beberapa rempah-rempah.

Artikel Lainnya: Tips agar Rumah Bebas dari Penyakit Asma

4. Hindari Makanan Berbahan Artifisial

Makanan dengan bahan artifisial tidak baik untuk penderita asma. Pengawet kimia, perasa, dan pewarna sering ditemukan dalam makanan olahan dan makanan cepat saji. Sebagian penderita asma mungkin akan sensitif terhadap bahan tersebut.

3 dari 4 halaman

5. Hindari Konsumsi Makanan yang Umumnya Menyebabkan Alergi

Sudah menjadi rahasia umum bahwa produk olahan susu, kerang, gandum, dan kacang sering menimbulkan alergi. Salah satu gejala alergi makanan yang paling menyiksa adalah sesak napas atau asma.

6. Konsumsi Makanan yang Mengandung Vitamin A

Sebuah studi pada tahun 2018 menemukan bahwa anak-anak dengan asma biasanya memiliki kadar vitamin A yang lebih rendah dalam darah dibandingkan anak-anak tanpa asma.

Oleh karena itu, makanan dengan kandungan vitamin A termasuk baik untuk penderita asma.

Beberapa sumber vitamin A yang baik, di antaranya:

  • Wortel.
  • Blewah. 
  • Ubi jalar.
  • Sayur berdaun hijau seperti kangkung, bayam, atau brokoli.

Panduan makan yang sehat untuk penderita asma di atas dapat membantu penurunan berat badan dan kolesterol, serta memperbaiki pencernaan. Penderita asma juga perlu menghindari kebiasaan yang dapat memperburuk gejala, misalnya merokok. Jangan lupa bersihkan rumah secara teratur untuk menghindari alergen.

Ingatlah, makanan sehat dan pola diet memang dapat memperbaiki gejala kekambuhan asma. Namun, Anda tidak dapat bergantung sepenuhnya pada itu. Konsultasikan kepada dokter untuk mengendalikan gejalanya.

Konsultasi kepada dokter lebih mudah menggunakan fitur Live Chat 24 jam dari Klikdokter.

[WA]

0 Komentar

Belum ada komentar