Sukses

Panduan Makanan bagi Penderita Asma

Untuk meminimalkan kekambuhan, yuk cari tahu makanan apa saja yang sebaiknya tidak sering dikonsumsi oleh penderita asma.

Klikdokter.com, Jakarta Asma merupakan salah satu gangguan pernapasan yang kerap terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa. Biasanya, asma pertama kali muncul pada usia lima tahun atau kurang. Namun, menurut dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, seiring dengan bertambahnya usia, gejala asma yang diderita akan semakin ringan, meski ada juga yang tidak menampilkan perubahan signifikan.

Anda sebagai penderita asma bisa meminimalkan kekambuhan. Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk meminimalkan kekambuhan, yaitu menghindari faktor pemicu, terutama lingkungan berpolusi, serta mengetahui mana makanan terbaik untuk penderita asma.

Dilansir dari Healthline, pilihan diet tertentu ternyata dapat membantu Anda mengelola kondisi asma. Misalnya saja, perubahan dari konsumsi makanan segar, seperti buah-buahan dan sayuran ke makanan olahan atau cepat saji berkaitan dengan peningkatan kasus asma dalam beberapa dekade terakhir. Sementara itu, pola makan yang mengonsumsi makan segar dan bergizi dapat meningkatkan kesehatan secara menyeluruh serta meringankan gejala asma Anda.

Sementara itu, makanan juga bisa meningkatkan risiko alergi pada sebagian orang. Nah, alergi makanan dan intoleransi makanan bisa terjadi saat sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap protein spesifik dalam makanan. Pada beberapa kasus, alergi itu dapat berupa gejala asma.

Agar gejala asma tidak sering berulang, ada beberapa makanan yang sebaiknya tidak Anda konsumsi terlalu sering, yaitu:

  1. Hindari makanan yang mengandung sulfit

Sulfit merupakan jenis pengawet yang diduga akan memperburuk gejala asma. Umumnya, sulfit ditemukan di dalam anggur, buah kering, acar, udang, lemon botolan, atau jus jeruk nipis.

  1. Perhatikan porsi makan dan hindari makanan yang bikin kembung

Makan dalam porsi besar dan yang menimbulkan gas berlebih di dalam sistem pencernaan akan memberikan tekanan pada diafragma, terutama bila sedari awal Anda sudah memiliki gangguan refluks asam lambung. Kalau sudah begitu, sesak napas pun akan sulit dihindari.

Karena itu, jika memiliki gangguan asam lambung, sebaiknya Anda hindari makan kacang polong, kubis, minuman berkarbonasi, bawang, dan juga gorengan.

  1. Hindari makanan yang mengandung salisilat

Meskipun jarang terjadi, beberapa orang dengan asma mungkin sensitif terhadap salisilat yang ditemukan dalam kopi, teh, dan beberapa rempah-rempah. Salisilat adalah senyawa kimia yang muncul secara alami dan kadang ditemukan dalam makanan.

  1. Hindari  makanan berbahan artifisial

Pengawet kimia, perasa, dan pewarna sering ditemukan dalam makanan olahan dan makanan cepat saji. Sebagian penderita asma mungkin akan sensitif terhadap bahan tersebut.

  1. Hindari konsumsi makanan yang umumnya menyebabkan alergi

Sudah menjadi rahasia umum bahwa produk olahan susu, kerang, gandum, dan kacang sering menimbulkan alergi. Salah satu gejala alergi makanan yang paling menyiksa adalah sesak napas asma. Jadi, untuk meminimalkan kekambuhan gejala sesak napas, sebaiknya hindari makanan yang telah disebutkan di atas.

Lantas, bagaimana dengan makanan yang sebaiknya dikonsumsi oleh penderita asma? Menurut dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter, tidak ada makanan khusus bagi penderita asma. “Anda boleh mengonsumsi buah dan sayur apa pun,” dr. There menegaskan.

Hanya saja, bila Anda ingin meningkatkan kondisi tubuh secara keseluruhan sekaligus mengurangi kekambuhan asma, rutin mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin A, magnesium, apel, dan pisang bisa jadi solusinya. Nah, di Hari Asma Sedunia yang jatuh pada hari ini, semoga pedoman makanan di atas dapat membantu menurunkan frekuensi kekambuhan asma pada anak dan orang dewasa.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar